riau24 Kisah Ranger Penjaga Hutan Yang Rela Hidup Berjauhan Dari Keluarganya | Berita Riau
Rabu, 07 Desember 2016

RAPP

Kisah Ranger Penjaga Hutan Yang Rela Hidup Berjauhan Dari Keluarganya

0
Kisah Ranger Penjaga Hutan Yang Rela Hidup Berjauhan Dari Keluarganya
Berita Riau -  Kisah Ranger Penjaga Hutan Yang Rela Hidup Berjauhan Dari Keluarganya
Pelalawan, Riau24.com - Di tepian Sungai Serkap, Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan ada sebuah pos penjaga hutan yang baru dibangun. Pos tersebut baru dibangun tepatnya sebulan lalu yakni bulan Oktober 2016.

Beberapa petugas berpatroli di sepanjangan sungai Serkap dengan menggunakan perahu motor, salah satu Mangaratua Manalu (29). Pria berdarah Batak melakukan patroli di sekitar kawasan RER. Di kawasan tersebut terdapat binantang langka seperti harimau, beruang madu, dan kucing hutan.

Selain Manalu, beberapa rekan kerjanya yang lain juga turut berjaga di pos tersebut. Karena dalam pos tersebut terdapat empat ruangan yang didiami oleh delapan orang penjaga hutan di kawasan Restorasi Ekosistem Riau (RER) PT Gemilang Cipta Nusantara (APRIL Grup).


Ranger, sebutan untuk penjaga hutan RER harus  selalu rajin berpatroli ke dalam hutan. Dan biasanya, mereka akan bekerja dibagi dua tim, setiap tim terdiri 3 orang ranger.

Baca Juga :
Ini Kondisi Terbaru Herman Abdullah Sejak Diterbangkan Ke Jakarta

"Biasanya kami mulai bekerja sejak pukul 07.00 WIB pagi dan dibagi menjadi dua tim, setiap tim terdiri dari 3 orang ranger. Tim satu melakukan patroli titik api dan illegal logging di arah barat dan tapal batas, sedangkan tim lainnya di arah timur dan area GHG Tower. Patroli dilakukan dengan berjalan kaki sejauh 3 km, dan kemudian kembali ke pos ranger," ujarnya.

Manalu bekerja sebagai ranger sejak 3,6 tahun yang lalu. Dan dengan rentang waktu yang cukup lama tersebut, ia mengaku tidak pernah merasa sepi dan ketakutan saat di hutan.  Sebelum  menjadi ranger, Manalu mengaku berprofesi sebagai security di PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP).


Profesi sebagai ranger ini menuntutnya tinggal di hutan selama 20 hari dalam sebulan sehingga ia hanya memiliki waktu 10 hari bersama istri dan dua orang anak perempuannya.

"Saya bangga menjadi ranger karena kamilah yang senantiasa menjaga dan memelihara hutan dan alam dari banyak ancaman. Selain itu, kami juga turut mendukung upaya pemerintah dalam mengurangi pemanasan global," ujar pria yang memilki dua orang anak ini.

Sementara itu, Direktur Konservasi APRIL, Petrus Gunarso mengatakan RER merupakan program jangka panjang yang menerapkan pendekatan bentang alam dengan empat komponen utama, diantaranya melindungi, mengkaji, merestorasi dan mengelola sektar 150.000 hektar hutan gambut yang telah terdegradasi.  (***)




R24/dev/rls
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru

Versi Mobile

   Riau24.com
                       Informasi Anda Genggam