riau24 Fakta Menarik Tentang Tempat Berkumpul Para Demonstran 4 November | Berita Riau
Senin, 05 Desember 2016

Sisi Lain Demo 4 November

Fakta Menarik Tentang Tempat Berkumpul Para Demonstran 4 November

0
Fakta Menarik Tentang Tempat Berkumpul Para Demonstran 4 November
Berita Riau -  Fakta Menarik Tentang Tempat Berkumpul Para Demonstran 4 November
Jakarta, Riau24.com -  Ada yang berbeda dengan Masjid Istiqlal yang terletak di  Jalan Taman Wijayakusuma (Jalan Veteran), Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (4/11/2016) kemarin. Masjid tersebut tampak lebih ramai dibanding hari-hari biasa.

Karena masjid tersebut dijadikan tempat berkumpul para demonstran yang melakukan demonstrasi terhadap Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok terkait kasus dugaan penistaan agama.


Baca Juga :
Kisah Ranger Penjaga Hutan Yang Rela Hidup Berjauhan Dari Keluarganya

Namun tahukah Anda ternyata masjid ini memiliki banyak keistimewaan dibandingkan masjid lain yang ada di Indonesia. Selain menjadi masjid terbesar di Asia Tenggara, masjid ini dibangun dengan dilandasi semangat kebhinekaan.

Masjid Istiqlal  yang letaknya ternyata berseberangan dengan Gereja Katedral Jakarta bila dilihat dari sudut timur masjid, memiliki luas mencapai 4 hektare yang bisa menampung hingga 61 ribu jemaah dan ditopang 12 pilar raksasa dan 5.138 tiang pancang. 

Masjid Istiqlal memiliki tujuh pintu gerbang masuk, masing-masing diberikan nama yang diambil Asmaul Husna atau nama-nama Allah yang baik, mulia, dan agung sesuai dengan sifat-sifat-Nya. Seluruh bangunan sebagian besar dibuat dari marmer putih dan dilengkapi dengan baja antikarat.

Rencana pembangunan Istiqlal dimulai pada tahun 1950 saat KH Wahid Hasyim, Menteri Agama kala itu, dan Anwar Tjokroaminoto dari Partai Syarikat Islam menggelar pertemuan dengan tokoh-tokoh Islam.  Mereka berencana untuk mengadakan sayembara maket masjid, yang mana usul tersebut disambut baik oleh Presiden Sukarno, presiden RI saat itu.

Sayembara pun berlangsung mulai 22 Februari 1955 hingga 30 Mei 1955. Ada 22 dari 30 arsitek yang dinyatakan lulus persyaratan. Frederich Silaban kemudian terpilih menjadi pemenang dengan karyanya berjudul "Ketuhanan". Ia pun dijuluki "By the Grace of God" oleh Bung Karno. 

Frederich Silaban adalah seorang arsitek kelahiran Bonandolok, Sumatera Utara, 16 Desember 1912. Anak dari pasangan Jonas Silaban dan Nariaboru itu merupakan lulusan terbaik Academie van Bouwkunst Amsterdam, Belanda, pada 1950.

Berkat kecerdasannya dalam membuat maket masjid, ia pun mendapatkan hadiah emas 75 gram dan uang Rp 25 ribu.

Pembangunan masjid pun dimulai pada 24 Agustus 1961 dengan menghabiskan anggaran negara Rp 7 miliar. Jumlah yang sangat fantastis, mengingat saat itu rupiah belum selemah saat ini. Dipilihnya tanggal 24 Agustus 1961 jadi tanggal mulai dibangunnya masjid, dikarenakan hari itu
 bertepatan dengan peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW.
Tanggal 22 Februari 1978, Masjid
 Istiqlal, masjid yang berdiri di atas semangat kebangsaan akhirnya diresmikan.    (***)




R24/dev 

 

Sumber:
liputan6
#Tagline News : Riau | Berita Riau | Berita PekanbaruBerita Kampar | Berita Siak | Berita Inhu | Berita Inhil | Berita Bengkalis | Berita Rohil | Berita Meranti | Berita Dumai | Berita Kuansing | Berita Pelalawan | Berita Rohul
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru

Versi Mobile

   Riau24.com
                       Informasi Anda Genggam