riau24 Edwar Sanger: Riau Bebas Asap Sudah, Tapi Belum Pemadaman Bergilir | Berita Riau
Kamis, 08 Desember 2016

Pekanbaru

Edwar Sanger: Riau Bebas Asap Sudah, Tapi Belum Pemadaman Bergilir

0
Edwar Sanger: Riau Bebas Asap Sudah, Tapi Belum Pemadaman Bergilir
Berita Riau -  Edwar Sanger: Riau Bebas Asap Sudah, Tapi Belum Pemadaman Bergilir

Pekanbaru, Riau24.com- Pelaksana tugas (Plt) walikota Pekanbaru, Edwar Sanger menyebutkan kepungan asap yang terjadi pada 2015 lalu, tak terjadi pada tahun ini karena ada kerja keras semua pihak. Namun sayangnya, hingga kini Riau belum terbebas dari pemadaman listrik bergilir.

"Sudah 18 tahun Riau sempat dikepung asap kebakaran lahan, tapi tahun ini kita bebas asap karena ada kemauan sepihak untuk untuk memerangi kebakaran hutan dan lahan. Tapi sayangnya, walau kita bebas asap tahun ini, masyarakat belum terbebas pemadaman bergilir dari PLN," ujar Edwar Sanger.

Pria yang juga merangkap jabatan sebagai Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau ini mengatakan pemadaman bergilir di Pekanbaru sejak dulu tak pernah teratasi dengan berbagai persoalan kelistrikan. Namun semua itu bisa teratasi jika ada kemauan keras PLN untuk menambah daya sehingga tidak terjadi defisit.

"Ini semua tergantung niat dan kesungguhan dari PLN. Buktinya kita Satgas Karhutla bisa bersama-sama mengatasi kebakaran lahan. Padahal selama 18 tahun kita terkepung asap," kata Edwar.

Ia menuturkan akan memanggil manajemen PLN Pekanbaru untuk menerangkan duduk persoalannya. Jika penyebabnya defisit saat beban puncak, kata Edwar, sebaiknya diambil langkah pelanggan skala besar dikeluarkan dari sistem untuk kepentingan masyarakat.

"Semestinya kan bisa PLN ambil kebijakan mengeluarkan pelanggan besar saat beban puncak demi pelanggan masyarakat yang lebih banyak," kata Edwar.

"Kita sangat prihatin atas pemadaman listrik saat ini. Kondisi ini harus benar-benar dicarikan solusinya. Kalau waduk PLTA Koto Panjang kering saat ini, apa tidak ada usaha PLN untuk membuat hujan buatan, sebagaimana Satgas Karhutla selama ini lakukan. Ya ini sekedar saran saya saja dalam rangka mencari solusi mengatasi kekeringan waduk," kata Edwar.

Sebagaimana diketahui, saat beban puncak pukul 18.00 hingga 22.00 WIB, di jaringan interkoneksitas di Riau terjadi pemadaman bergilir dengan durasi 2 jam setiap pelanggan. Pemadaman bergilir ini sepanjang tahun terus terjadi. Terutama saat waduk PLTA Koto Panjang kekurangan air.

Kini waduk PLTA Koto Panjang yang menghasilkan 114 MW dengan tiga turbin tidak berfungsi. Level air di waduk tidak mencukupi untuk memutar turbin. Hampir dua bulan ini PLTA tidak beroperasi

R24/ntg

Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru

Versi Mobile

   Riau24.com
                       Informasi Anda Genggam