riau24 FKPPK Desak Pemerintah Pusat Selesaikan Tapal Batas Riau-Sumut | Berita Riau
Senin, 05 Desember 2016

Konflik Tapal Batas

FKPPK Desak Pemerintah Pusat Selesaikan Tapal Batas Riau-Sumut

0
FKPPK Desak Pemerintah Pusat Selesaikan Tapal Batas Riau-Sumut
Berita Riau -  FKPPK Desak Pemerintah Pusat Selesaikan Tapal Batas Riau-Sumut
Rohul, Riau24.com -  Konflik tapal batas membuat ratusan petani di perbatasan Riau-Sumatera Utara (Sumut) dari Forum Komunikasi Perjuangan Petani Kali Kapuk (FKPPK) Desa Batang Kumu Dusun 06 Huta Baru Bersatu Kecamatan Tambusai mendatangi Kepala Desa Batang Kumu, Afnan Pulungan, Senin (7/11/2016) pagi.
 
FKPPK mendesak pemerintah pusat, agar segera menyelesaikan permasalahan tapal batas lahan petani Kali Kapuk dengan PT. MAI, dengan mengabaikan persoalan tapal batas antara Provinsi Riau dengan Provinsi Sumut.
 
Penyelesaian tapal batas Riau-Sumut jadi penghambat dan memperlama selesainya konflik antara petani Desa Batang Kumu dengan PT. MAI. Bahkan, petani kerap diintimidasi perusahaan dengan menyewa oknum "preman" bermata sipit yang kerap menakut-nakuti petani di lahan sengketa.

Baca Juga :
Gugup Bercampur Gembira, Ide-Said Terima Nomor Urut 5 
 
Sikapi kedatangan FKPPK, Kades Batang Kumu, Afnan Pulungan mengatakan, sebelum dirinya menjabat Kades, masalah itu sudah terjadi.
Bahkan sejak konflik pecah 2012 jelas Afnan, saat itu Kapolda Riau Cokro, pernah dilakukan pertemuan di Polsek Sosa, terkait letak tapal batas antara PT. MAI dengan lahan petani Kali Kapuk.
 
Dimana saat Bupati Rohul yang dijabat Achmad, juga sudah meminta agar konflik petani Batang Kumu dengan PT. MAI agar segera diselesaikan, namun setelah empat tahun berjalan, masalah ini belum juga selesai.
 
Bahkan saat itu, Achmad jelas Afnan, sempat kesal karena tidak juga ada solusi sengketa Batang Kumu dengan PT. MAI. Karena pemerintah kerap mengaitkan penyelesaian batas lahan petani dengan perusahaan masih berhubungan dengan tapal batas Riau-Sumut.
 
“Kita dari Pemerintah Desa Batang Kumu, meminta agar pemerintah segera menetapkan tapal batas antara lahan petani Batang Kumu dengan PT. MAI. Dimana sebenarnya tapal batasnya,” harap Afnan.
 
Afnan mengakui Kali Kapuk masih masuk wilayah administrasi Desa Batang Kumu. PT. MAI sendiri tidak pernah mengutarakan niatnya untuk ganti rugi lahan petani, namun tetap saja merampas dengan cara kasar.
 
Sementara itu, Kadus Kota Parit, Haris Daulay menyatakan, pada 4 November 2013, telah dilaksanakan Rakor Penyelesaian batas daerah antara Kabupaten Rohul Provinsi Riau dengan Kabupaten Padang Lawas (Palas) Provinsi Sumut di rumah dinas Bupati Rohul, turut dihadiri Tim Penegasan Batas Daerah (TPBD) Kabupaten Rohul dan TPBD Kabupaten Palas.
 
Rakor juga dihadiri mantan Bupati Rohul Achmad, Asisten Pemerintahan Setdakab Palas Gunung Tua Hamonangan Daulay, serta pejabat dari instansi terkait, seperti Bappeda Rohul, Bappeda Palas, Bagian Tata Pemerintahan (Tapem) Rohul dan Tapem Palas, Dishubtun Rohul dan Palas, dan lainnya, namun masalah itu tak juga terselesaikan.
 
Jelas Haris, bahwa sengketa petani Kali Kapuk Desa Batang Kumu semakin memanas sejak 2012. Bahkan, dirinya sekitar 21 kali dipanggil aparat Kepolisian, baik Polres Tapanuli Selatan, Polres Rohul, dan Polda Riau. Dimana sejak konflik pecah, sekitar 600 hektar lahan petani Kali Kapul sudah digarap PT. MAI sejak 2012 hingga hari ini.
 
Malahan sebelum konflik memanas tahun 2012, ada warga Desa Batang Kumu yang pernah diproses hukum dengan tuduhan merambah kawasan Register 40, namun perusahaan perkebunan kelapa sawit PT. MAI tak pernah diproses penegak hukum.
 
Mengatasnamakan warga enam desa di Kabupaten Palas, Sumut, PT. MAI terus merambah lahan petani Kali Kapuk. Guna menakut-nakuti petani, perusahaan bawa serta orang diduga preman sewaan membawa anak panah, dan ada yang membawa senjata laras panjang.
 
“Bukan panah untuk mencederai, namun untuk membunuh. Bahkan ada selongsong peluru ditemukan warga,” sebut Haris, dan mengaku seluruh barang bukti sudah diserahkan ke Polsek Tambusai.  (***)




R24/ags 
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru

Versi Mobile

   Riau24.com
                       Informasi Anda Genggam