riau24 Harga Cabai Kian Naik, Gubri: Kita Lihat Dulu Masalahnya | Berita Riau
Kamis, 08 Desember 2016

Pekanbaru

Harga Cabai Kian Naik, Gubri: Kita Lihat Dulu Masalahnya

0
Harga Cabai Kian Naik, Gubri: Kita Lihat Dulu Masalahnya
Berita Riau -  Harga Cabai Kian Naik, Gubri: Kita Lihat Dulu Masalahnya
Riau24.com-

Pemerintah Provinsi Riau masih belum memberikan solusi atas melambungnya harga cabai merah yang telah mencapai angka Rp100 ribu. Menurut Gubernur Riau (Gubri), Arsyadjuliandi Rachman, pihaknya akan melakukan pemantauan secara langsung.

“Ya nanti kita lihat, Kepala Dinas Perdagangan biar turun mencek betul apa masalahnya itu. Apa karena musim hujan ini atau ada putus jalur distribusi. Itu nanti kita lihat,” ujar Gubri, Senin (7/11/16).

Ketika dipertanyakan mengenai dana darurat yang bisa dipergunakan terkait intervensi harga pada cabai merah tersebut, Gubri mengatakan akan melihat dahulu kepentingan dalam penggunaan dana darurat tersebut.

“Kita lihat dulu kepentingannya seperti apa, kalau sifatnya hanya temporary (sementara, red) karena memang hujan atau jalur distribusi yang sifatnya terganggu sedikit, ya tidak mungkin,” lanjutnya.

Sebelumnya, Muhammad Firdaus selaku Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Riau, menjelaskan faktor penyebab melambungnya harga cabe merah dikarenakan ketersediaan barang yang terbatas sehingga tidak mampu memenuhi jumlah kebutuhan masyarakat.

"Kami mendeteksi tidak adanya keseimbangan antara ketersediaan dan permintaan masyarakat, sehingga ini menjadi pemicu naiknya harga cabe merah," ujar Firdaus, Kamis (3/11/16).

Ia menuturkan, penyebab lainnya dari tingginya harga cabe merah tersebut karena Riau hingga saat ini masih bergantung pada produksi cabe merah dari provinsi tetangga seperti Sumatera Barat, Sumatera Utara dan sebagainya.

Katanya lagi, yang menjadi persoalan adalah ketika daerah penyuplai cabe merah tersendat produksinya maka akan sangat berdampak pada kestabilan harga cabe merah di Provinsi Riau. Seperti yang tengah terjadi, ada tiga pintu masuk yang lumpuh yakni cabe asal Sumatera Barat, sumatera Utara, dan Jambi. Sementara yang ada di pasaran paling banyak dari Jawa.

R24/ntg

Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru

Versi Mobile

   Riau24.com
                       Informasi Anda Genggam