riau24 KAHMI Menyayangkan Pernyataan Provokatif Polda Metro Jaya Terkait Aksi 4/11 | Berita Riau
Selasa, 06 Desember 2016

Aksi Bela Islam

KAHMI Menyayangkan Pernyataan Provokatif Polda Metro Jaya Terkait Aksi 4/11

0
Aksi belas islam di Pekanbaru 4 November 2016
Berita Riau -  KAHMI Menyayangkan Pernyataan Provokatif Polda Metro Jaya Terkait Aksi 4/11
Pekanbaru, Riau24.com- Pekanbaru, Riau24.com- Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Nasional menyayangkan pernyataan bernada provokatif dari Polda Metro Jaya terkait aksi damai 4 November 2016 lalu.


Sehari setelah aksi damai berlangsung yang berakhir pada bentrok massa dan aparat kepolisian, Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol M Iriawan mengatakan bahwa HMI merupakan provokator atas kisruhnya aksi damai di Jalan Merdeka Barat sekitar Istana Kepresidenan.


"Majelis nasional Kahmi sangat menyayangkan sikap pimpinan Polda Metro Jaya yang mengeluarkan pernyataan bernada provokatif dan tendensius sehingga merugikan HMI secara organisatoris," demikian petikan pernyataan sikap Koordinator Presidium Kahmi Nasional, Mahfud MD, Selasa (8/11/2016).


Mahfud meminta agar kepolisian segera mengusut oknum kepolisian yang melakukan provokasi terhadap massa aksi 4 November lalu yang menyebabkan bentrokan tak terhindarkan.


Selain itu Mahfud juga menyayangkan aparat kepolisian yang bertindak represif dan lambat dalam melakukan antisipasi yang mengakibatkan terjadinya bentrokan massa.


"Sehingga aksi damai 4 November yang telah berjalan secara tertib dan aman sepanjang hari tercederai oleh oknum-oknum yang bertindak anarkis. Kahmi berkeyakinan bahwa aksi anarkis itu bukan daru peserta aksi damai," imbuhnya.


Lanjutnya, Kahmi sangat menyesali penangkapan terhadap beberapa kader HMI dan akan mengawal serta memberikan bantuan hukum agar proses penegakan hukum dilaksanakan secara berkeadilan.


"Kahmi akan mengawal proses hukum dan mencermati implikasi politik atas kasus penistaan Al-Qur'an agar tidak terjadi pengalihan isu sehingga dapat mengabaikan persoalan pokok yang harus diselesaikan," tandasnya.


Lalu, sambungnya, Kahmi sangat menghargai dan mengapresiasi pernyataan Presiden Joko Widodo setelah bertemu dengan Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Selasa (8/11/2016) yang secara tegas menyatakan tidak akan melindungi Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahja Purnama alias Ahok karena telah memasuki ranah hukum.


"Untuk itu kami mendesak Komisi III DPR RI agar mengawal dan mengamankan pernyataan Presiden RI," sambungnya.


Terkahir, Majelis Nasional Kahmi mengimbau kepada keluarga besar HMI, aparat pemerintah dan warga negara agar tetap tenang, waspada dan tidak mudah terprovokasi yang dapat memecah belah umat, bangsa dan negara.


R24/uci

Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru

Versi Mobile

   Riau24.com
                       Informasi Anda Genggam