riau24 Niat Membantu, Ketua P2TP2A Rohul Justru Dilaporkan Anggota Kepolisian | Berita Riau
Senin, 05 Desember 2016

Kasus Perceraian

Niat Membantu, Ketua P2TP2A Rohul Justru Dilaporkan Anggota Kepolisian

0
Niat Membantu, Ketua P2TP2A Rohul Justru Dilaporkan Anggota Kepolisian
Berita Riau -  Niat Membantu, Ketua P2TP2A Rohul Justru Dilaporkan Anggota Kepolisian
Rohul, Riau24.comKetua P2TP2A Rohul, Desi menggelar konferensi pers di Gedung Dharma Wanita terkait pelaporan yang menyangkut dirinya atas tuduhan penculikan anak dibawah umur, Selasa (8/11/16).

Kepada awak media, Desi mengatakan laporan personil Sat Reskrim Polres Rohul berinisial HRN, yang diketahui merupakan seorang anggota kepolisian berpangkat Brigadir ke Polres Rohul merupakan suatu kemunduran hukum.

Perkara itu berawal cekcok rumah tangga yang dialami oleh HRN dan Ermita Mesia Situmorang (33). Saat itu P2TP2A Rohul diminta untuk memfasilitasi Ermita terkait perkara dugaan penganiayaan yang dilakukan adik HRN, inisial Erv, serta tentang hak asuh ketiga anaknya.

Desi mengungkapkan, pada tanggal 25 Agustus 2016 P2TP2A Rohul menerima laporan dari Ermita. Ermita melapor agar P2TP2A Rohul ikut monitoring perkaranya yang kini tengah ditangani Polsek Ujung Batu.

Lalu, pada 12 Oktober 2016, Ermita kembali membuat pengaduan ke P2TP2A Rohul, karena tidak bisa bertemu lagi dengan ketiga anaknya, berinisial CC (7 tahun), NP (5 tahun), dan AN (2 tahun). Apalagi antara Ermita dan HRN, masih dalam proses perceraian di Pengadilan Negeri.

Kemudian tanggal 13 Oktober 2016, P2TP2A Rohul bersama Ermita mendatangi SD 002 Ujung Batu dan TK Jubelium, guna bertemu dengan kedua anaknya, CC dan NP. Namun, anaknya ketakutan dan tidak mau bertemu ibunya karena takut dimarahi oleh ayahnya, HRN.

Pada 14 Oktober, P2TP2A Rohul lalu mengajukan data ke Polres terkait pemenuhan hak anak dan memohon Kapolres Rohul AKBP Yusup Rahmanto, agar memanggil kedua belah pihak, serta mendudukan masalah hak asuh anak.

Tanggal 20 Oktober, P2TP2A Rohul kembali mengeluarkan rekomendasi bahwa ketiga anak yang di bawah umur 12 tahun dan masih hak asuh ibunya dan diatur UU, apalagi antara Ermita dan HRN belum resmi bercerai.

Pada 27 Oktober, P2TP2A Rohul baru memfasilitasi Ermita bertemu dengan kedua anaknya di dua sekolah berbeda dan ada surat serta pembicaraan langsung ke pihak sekolah.
Setelah dapat izin dari pihak sekolah, CC dan NP lalu dibawa ke Pekanbaru. Kemudian tanggal 28 Oktober, keduanya dibawa ke Psikolog P2TP2A Provinsi Riau guna pemeriksaan kondisi psikis dan psikologi kedua anak.

“Dimana efek dari 27 Oktober, lalu terbit laporan polisi dengan adanya tindak pidana penculikan tanggal 28 Oktober 2016,” kata Desi.

Dirinya menilai banyak kejanggalan terkait pelaporan dirinya ke Polres Rohul karena dirinya hanya memfasilitasi Ermita untuk bertemu dengan kedua anaknya, bukan dirinya yang membawa kedua bocah itu.

“Polri merupakan mitra kita. Kanit PPA itu Ketua Bidang Advokasi di P2TP2A Rohul. Dan sangat disayangkan, karena ini suatu kemunduran hukum atau tidak terjalannya kerjasama,” sebut Desi.

Atas pelaporan dirinya ke polisi oleh Brigadir HRN, hal tersebut menjadi tamparan keras bagi P2TP2A Rohul.
“Ini akan kita jadikan intropeksi diri, karena masih banyak PR ke depannya,” ucapnya.

Ungkap Desi lagi, 4 November 2016, Ermita juga menerima panggilan sebagai saksi untuk kesaksian pada 7 November, juga masih terkait dugaan tindak pidana penculikan Pasal 67 (f), Pasal 83 UU Nomor 35 Tahun 2014, tentang perlindungan anak, dengan terlapor Ketua TP2TP2A Rohul. Surat panggilan diteken oleh Kasat Reskrim Polres Rohul AKP M. Wirawan Novianto.

Mengenai laporan HRN, Desi menyatakan dirinya akan tetap ikuti prosedur hukum dan akan jalani prosesnya. Namun, bila tidak terbukti dirinya meminta perkara di-SP3-kan.

Juga dinilai Desi, pelaporan dirinya ada sejumlah kejanggalan, seperti dua anak Ermita, inisial CC dan NP, yang juga mendapat surat panggilan sebagai saksi dan dirikim ke alamat yang jelas.

“Polisi sudah mengetahui alamatnya, mengapa tidak dijemput langsung bila memang itu merupakan penculikan. Apalagi seorang anaknya NP, masih duduk di bangku TK dan belum bisa membaca,” ucapnya lagi.

“Kemudian, saya juga tidak pernah membawa anaknya, hanya memenuhi permintaan Ibu Ermita. Bila saya menculiknya mengapa sampai membawa sejumlah rekan pers ke sekolah,” tambah Desi lagi.

Dalam perkara itu, ada lima saksi, Ermita serta dua anaknya, Mandri selaku paman CC dan NP, serta Syaiful yang tidak diketahui tempat tinggalnya.

Kasat Reskrim Polres Rohul AKP M. Wirawan Novianto, mewakili Kapolres Rohul, meminta agar dalam perkara itu, pelapor HRN bukanlah sebagai anggota Polri, namun memposisikan diri sebagai masyarakat.
Kemudian masalah keluarga antara HRN dan Ermita, diakui AKP M. Wirawan, sudah dimediasi Ketua Bhayangkari Polres Rohul pada Senin 19 September.
Dalam pertemuan itu, kedua belah pihak dan keluarganya dipanggil termasuk Kasat Reskrim dan disaksikan pihak Propam.

Di pertemuan itu, Ermita dan HRN sudah ada tidak adalagi kecocokkan dan disepakati Ermita akan menggugat cerai ke pengadilan.
Di pertemuan itu juga sudah dibuat pernyataan diantara kedua belah pihak pertama yakni HRN akan mengantarkan ketiganya anaknya ke rumah orang tua Ermita pada Selasa 20 September, dengan hak asuh selama lima hari.
Pihak kedua Ermita, harus mengantarkan ketiga anaknya Minggu 25 September pukul 18.00 WIB ke rumah yang ditinggali HRN, di Jalan Salak Ujung Batu.

“Langkah kita sudah memanggil pihak-pihak yang mengetahui seperti pihak sekolah, termasuk orang yang mengetahui juga akan dipanggil. Namun saat ini masih penyelidikan,” ucapnya.

Ditanyai terkait permintaan Ketua TP2TP2A Rohul, Desi Handayani meminta perkara di-SP3-kan, bila tuduhan penculikan tidak terbukti. AKP M. Wirawan mengaku dalam perkara itu belum ada tersangka, sehingga tidak perlu dilakukan SP3.

“Ini kan masih tahap awal, belum ada yang ditetapkan tersangka,” jelas AKP M. Wirawan.‎  (***)




R24/ags 

 

Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru

Versi Mobile

   Riau24.com
                       Informasi Anda Genggam