riau24 Terkait Kasus Gizi Buruk di Pekanbaru, Ini Pemjelasan dari Kabid Kesehatan Keluarga | Berita Riau
Senin, 05 Desember 2016

Gizi Buruk

Terkait Kasus Gizi Buruk di Pekanbaru, Ini Pemjelasan dari Kabid Kesehatan Keluarga

0
Kabid Kesehatan Keluarga
Berita Riau -  Terkait Kasus Gizi Buruk di Pekanbaru, Ini Pemjelasan dari Kabid Kesehatan Keluarga
Riau24.com-  Penderita kurang gizi bahkan gizi buruk masih ditemukan di kota Pekanbaru. Dari keterangan Kabid Kesehatan Keluarga, Zaini Rizaldy, kasus gizi buruk di kota Pekanbaru sampai bulan September 2016, sebanyak 11 kasus.

"Penderita kurang gizi dan gizi buruk ini kebanyakan kasus berusia 0-5 tahun,"katanya.

Kasus kurang gizi dan gizi buruk, lanjutnya, merupakan kasus multi faktor. Zaini Rizaldy menjelaskan penyebab terjadinya kurang gizi pada anak tidak hanya disebabkan oleh faktor ekonomi, tapi pengetahuan orang tua merupakan salah satu faktor penting yang mempengaruhi kasus ini.

Selain itu, faktor ekonomi juga merupakan salah satu faktor penyebab banyaknya kasus kurang gizi, herannya saat ini anak yang berasal dari perekonomian menengah ke atas juga mengalami kurang gizi.

Zaini Rizaldy mengungkapkan bahwa saat ini peran orang tua sangat mempengaruhi tumbuh kembang anaknya, terutama mengenai pola makan sang anak. Jika dalam pola makan sang anak tidak mendapatkan asupan gizi yang cukup maka banyak anak yang akan menderita kurang gizi.

"Saat ini kebanyakan para ibu yang berprofesi menjadi wanita karir, melupakan tanggung jawabnya sebagai seorang ibu. Sehingga terlalu sering memberikan anaknya makanan enak dan instan, seperti mie instans dan junkfood lainnya. Namun makanan seperti itu tidak memberikan nilai gizi kepada sang anak,"jelasnya.

Zaini Rizaldi juga mengatakan bahwa Junkfood hanya mengandung lemak dan kalori dan tidak mengandung gizi. Selain itu kelainan pada anak juga menjadi salah satu faktor penyebab kurang gizi ataupun gizi buruk.

Berdasarkan data yang diberikan oleh Dinas Kesehatan kota Pekanbaru, tahun lalu terdapat 661 kasus kurang gizi di Pekanbaru, tahun ini terdapat 322 kasus kurang gizi sampai bulan ke 9.
"Kasus terbesar yaitu di Kecamatan Sail sebanyak 44 kasus, disusul dengan Kecamatan Marpoyan Damai sebanyak 28 kasus dan 25 kasus di Kecamatan Umban Sari. Dan 11 kasus gizi buruk tersebar di kota Pekanbaru,"ungkapnya.

Untuk itu, ia menghimbau agar para orang tua terutama ibu lebih memperhatikan asupan makanan sang anak, mulai dari kebersihannya hingga kandungan gizinya dan memantau pertumbuhan dan perkembangan anak. Selain itu manfaatkanlah fasilitas kesehatan seperti posyandu ataupun puskesmas untuk memeriksakan pertumbuhan sang anak.

R24/mla

Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru

Versi Mobile

   Riau24.com
                       Informasi Anda Genggam