riau24 Harga Cabai Di Siak Makin Pedas, Warga Tanam Cabai Sendiri | Berita Riau
Selasa, 06 Desember 2016

Kenaikan Harga Bahan Pokok

Harga Cabai Di Siak Makin Pedas, Warga Tanam Cabai Sendiri

0
Harga Cabai Di Siak Makin Pedas, Warga Tanam Cabai Sendiri
Berita Riau -  Harga Cabai Di Siak Makin Pedas, Warga Tanam Cabai Sendiri
Siak, Riau24.comHingga kini harga cabai di Kabupaten Siak masih mahal yaitu mencapai Rp110 ribu per kilogram (kg). Hal itu membuat sejumlah masyarakat Siak beralih profesi menjadi petani cabai.

Seperti dikatakan salah seorang warga Siak Lanjut, Santy (29), dirinya memang saat ini sengaja berkebun cabai di halaman rumahnya.
Karena selain melihat potensi peluang keuntungan yang cukup besar dari berkebun cabai, juga dapat digunakan dirinya sendiri dan keluarga. Sehingga tidak perlu harus membeli di pasar dan tidak bingung dengan harga cabai yang tiba-tiba naik tajam seperti sekarang.

"Seperti saat ini harga cabaikan menembus angka Rp 110 ribu per kilogram tentu hal ini membuat saya dan keluarga terpaksa mengurangi mengomsumsi memakan cabai. Yang awalnya beli cabai per kilo sekarang cukup setengah saja, itupun harus dihemat hemat," kata Santy.


Baca Juga :
Pembangunan Tak Berstatus Itu Ternyata Tak Miliki IMB 


Menurutnya, saat ini tanaman cabai merupakan wirausaha yang cukup bagus karena pastinya di bulan-bulan tertentu dan hari-hari besar harga cabai harganya dapat meroket. 

Selain itu, dia mengatakan bahwa sekarang masyarakat Siak tidak perlu lagi menunggu dan membeli cabai dari Sumatera Barat, tapi cukup membeli cabai yang ada di Kabupaten Siak saja.

"Selain itu, tanaman cabai ini merawatnya tidak terlalu sulit, dan berbuahnya juga dalam masa tiga bulan sekali. Modalnya juga tidak terlalu banyak, kita hanya perlu merawatnya dengan teliti saja, agar tanaman ini tidak dihinggapi hama," ungkapnya.

Sementara itu, salah seorang pedagang cabai dan sayuran di pasar Kota Siak, Adi (32) menuturkan harga beragam jenis cabe terus meroket tinggi dalam awal bulan ini.
"Harga cabe saat ini sudah mencapai Rp 115 ribu/kg, biasanya Rp70 ribu/kg, cabe merah dijual dengan harga Rp 100 ribu/kg, padahal normalnya hanya Rp 60 ribu/kg. Kemudian cabe kriting menjadi Rp 110ribu/kg," ungkapnya.

Ia menambahkan, kenaikan harga cabai ini dikarenakan cuaca ekstrim sangat berpengaruh terhadap pasokan cabai ke pasar.
Sebab, para petani cabai banyak yang mengalami gagal panen. Seperti contohnya pasokan dari Pulau Jawa yang disebabkan oleh banjir. Sedangkan di Sumatera disebabkan oleh cuaca yang tidak stabil, sehingga pertumbuhannya tidak optimal.

Ia juga mengatakan bahwa distribusi barang mengalami keterlambatan dari biasanya, hal ini disebabkan kurangnya pasokan dari petani.

"Distribusi barang (cabai,red) mengalami keterlambatan dari biasanya sehingga pemasaran harus nunggu cabe banyak dulu baru pemasoknya mau antar ke pasar," katanya.

Di tempat terpisah, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Siak, Wan Bukhori mengatakan melonjaknya harga cabai di pasar dikarenakan pemasok dari Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) dan Provinsi Sumatera Utara (Sumut) tidak ada.

"Hal ini disebabkan gagal panen di tingkat petani, cuaca ekstrim sangat berpengaruh terhadap harga cabai. Sehingga pasokan cabai di pasar sangat sedikit," kata Wan Bukhori.   (***)



R24/lin 

Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru

Versi Mobile

   Riau24.com
                       Informasi Anda Genggam