riau24 Pemko Rancang Pembagian Wilayah Pembangunan Air Bersih | Berita Riau
Sabtu, 10 Desember 2016

Pekanbaru

Pemko Rancang Pembagian Wilayah Pembangunan Air Bersih

0
Asisten II Setdako Pekanbaru, Dedi Gusriady
Berita Riau -  Pemko Rancang Pembagian Wilayah Pembangunan Air Bersih
Pekanbaru, Riau24.com- Asisten II Bidang Ekonomi Setdako Pekanbaru, Dedi Gusriady mengatakan tengah merancang pembagian wilayah pembangunan air bersih sesuai peruntukan dan keberadaan intake atau bangunan pengambilan air baku yang lebih dekat untuk satu wilayah. Hal itu dilakukan untuk percepatan pengadaan air bersih di Pekanbaru.


"Langkah ini dilakukan guna mengejar capaian Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM), selain juga menekan penggunaan sumur bor oleh masyarakat. Selain itu, bertujuan melakukan percepatan pengadaan air bersih di Pekanbaru," ujar Dedi.


Dijelaskannya, zona satu berada di kawasan kota lama dengan cakupan Kecamatan Pekanbaru Kota, Sukajadi, Senapelan, Sail, Lima Puluh,Tampan, Payung Sekaki.
  

Selanjutnya untuk zona dua, ada di wilayah Rumbai dan Rumbai Pesisir yang intakenya ada di Danau Buatan dan 100 persen dikelola oleh PDAM Tirta Siak.


Lalu untuk zona tiga, di wilayah Kecamatan Bukit Raya, Marpoyan dan Tampan, pengambilan intakenya dari Sistem Penyediaan Air Minum (Spam) Regional yang dikelola oleh Cipta Karya Provinsi Riau.


Terakir zona empat untuk Kecamatan Tenayan, Pemko akan minta bantuan dana pembangunan ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) lewat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).


"Proyek dikerjasamakan antara PDAM Tirta Siak dengan pihak ketiga ini dia yang sekarang dibahas dengan spam Proyek Kerjasama Badan Usaha (PKBU)," terangnya.
    
    
Pemko meminjamkan tanah kepada PDAM Tirta Siak seluas 1,5 hektare, letaknya di Jalan Rejosari Rusunawa  untuk lokasi intake.
   

"Disana akan dibangun intake dengan dana APBN, sekarang dalam tahap perencanaan mudah-mudahan 2017 sudah mulai pembangunan fisiknya," katanya lagi.

    
Dedi menambahkan dengan upaya pembagian zona ini Pemko yakin untuk dua tahun kedepan, ketersediaan air bersih di Pekanbaru oleh PDAM Tirta Siak akan maksimal memenuhi kebutuhan masyarakat setempat.

    
"Mudah-mudahan sudah optimal, tidak ada lagi masyarakat yang mengeluh. Sehingga tidak ada lagi yang pakai sumur bor," katanya lagi menambahkan.

    
Diketahui data Pemerintah Kota Pekanbaru menunjukkan untuk menata kembali Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Siak membutuhkan biaya sebesar Rp2 triliun.


Terutama untuk keperluan perbaikan jaringan pipa dan peningkatan kapasitas produksi dari 320 liter kubik per detik menjadi 1.400 liter kubik  per detik.    
   

Sejak dibangun 1972 hingga kini kondisi PDAM terus merugi dan hanya mampu melayani delapan persen dari 56 ribu pelanggan. Selain itu jaringan yang rusak membuat kualitas air yang sampai ke konsumen tidak sehat.


R24/uci

Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru

Versi Mobile

   Riau24.com
                       Informasi Anda Genggam