riau24 Ini Aturan Baru Sistem Kerjasama Air Bersih di Pekanbaru | Berita Riau
Kamis, 08 Desember 2016

Pekanbaru

Ini Aturan Baru Sistem Kerjasama Air Bersih di Pekanbaru

0
Foto: net
Berita Riau -  Ini Aturan Baru Sistem Kerjasama Air Bersih di Pekanbaru
Pekanbaru, Riau24.com- Asisten II Bidang Ekonomi Setdako Pekanbaru, Dedi Gusriady mengatakan sistem kerjasama pembangunan air bersih di Pekanbaru yang awalnya merupakan kewenangan walikota akan diubah menjadi kewenangan perusahaan daerah sesuai Peraturan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Nomor 19 Tahun 2016 mengenai penyediaan air bersih.


"Dengan terbitnya peraturan itu, semua harus diubah. Termasuk dalam sistem Proyek Kerjasama Badan Usaha (PKBU)," ungkap Dedi.


Adanya peraturan ini, kata Dedi, seluruh sistem yang akan diberlakukan bagi pengembangan air bersih di Pekanbaru harus ditata ulang.


Lanjutnya, padahal Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru sejak dua hari lalu tengah menggadang-gadangkan Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) Tirta Siak untuk mengundang berbagai investor asing maupun lokal guna melakukan perbaikan di bidang pengelolaab air bersih.


Bahkan, sambungnya, nyaris sepakat dengan perusahaan asal Korea. Namun karena adanya peraturan baru tersebut, rencana itupun terpaksa gagal.


"Jadi kedepan pembangun air bersih di Pekanbaru akan dilakukan oleh perusahaan daerah dalam hal ini PDAM Tirtas Siak dengan bekerjasama swasta, tidak lagi atas nama Pemko," sebutnya.


Dedi menambahkan untuk memudahkan pemahaman dan kelancaran proses pelaksaan kerjasama sesuai aturan baru, PDAM Tirta Siak akan didampingi oleh tim dari Badan Perencanaan Nasioal (Bappenas).


Bappenas akan mendampingi dari tahapan awal tender lelang hingga penetapan pemenang. "Kini sedang proses Focus Group Discussion (FGD) atau pengumpulan informasi untuk proses persiapan tender lelang," imbuhnya.


Menurut Dedi setelah beberapa kali gagal, pengadaan air bersih di Pekanbaru saat ini harus mendapat pendampingan dari Badan Perencanaan Nasioal (Bappenas) agar benar-benar terwujud.


Walau diakuinya kegagalan itu bukanlah dikarenakan kesalahan Pemko, namun akibat peraturan yang berubah-ubah. "PDAM Tirta Siak kini menjadi pemegang kuasa pengadaan dengan sistem Proyek Kerjasama Badan Usaha (PKBU)," ujarnya.


Sementara itu, Direktur PDAM Tirta Siak Kemas Yusferi, membenarkan pihaknya saat ini mulai melakukan berbagai tahapan persiapan untuk pengadaan lelang barang atau jasa air bersih di Pekanbaru.


Ia menjelaskan sesuai mekanisme yang berlaku pihaknya akan dibimbing oleh Bappenas dalam melakukan tahapan tersebut dan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang atau Jasa Pemerintah (LKPP), sehingga diperoleh peserta lelang  dan calon investor yang terbaik.


"Memiliki kapabilitas yang bisa diandalkan, dengan harga yang wajar dimana kami bisa membayarnya dan mengurangi beban fiskal daerah," jelasnya.


Dengan aturan baru ini, proyek pembangunan air bersih tidak lagi dibiayai oleh pemerintah daerah, tetapi investor dengan PKBU sistem build operate and transfer (BOT) selama 25 tahun.


"Agar proyek ini menarik PDAM akan dibantu oleh PII BUMN Kementerian Keuangan sebagai penjamin kalau kami gagal bayar," pungkasnya.


R24/uci

Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru

Versi Mobile

   Riau24.com
                       Informasi Anda Genggam