riau24 Atasi Krisis Listrik, Tanah Pemkab Rohul Dipinjamkan Ke PLN | Berita Riau
Senin, 05 Desember 2016

PLN

Atasi Krisis Listrik, Tanah Pemkab Rohul Dipinjamkan Ke PLN

0
Atasi Krisis Listrik, Tanah Pemkab Rohul Dipinjamkan Ke PLN
Berita Riau -  Atasi Krisis Listrik, Tanah Pemkab Rohul Dipinjamkan Ke PLN
Rohul, Riau24.com - Untuk mengatasi krisis listrik di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Pembangkit Listrik Negara (PLN) akhirnya membangun Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) menuju Gardu Induk (GI) di Desa Rambah Kecamatan Rambah Hilir, mulai dari kabupaten kampar hingga ke Rohul, Rabu (16/11/2016).

Adapun jumlah tapak tower yang dikerjakan secara keseluruhan mencapai 442 tapak, sedangkan tapak tower yang ada di Rohul berjumlah 350 tapak, dan diantara 350 tapak tersebut, ada tujuh tapak batu di Kecamatan ‎Kabun.

Terkait masalah pembebasan lahan yang menyangkut tanah milik Pemerintah Daerah (Pemda) Rohul pihak PLN melakukan rapat dengan pihak Pemkab Rohul, yang dipimpin oleh Asisten I Juni Syafrin, dengan didampingi oleh Kepala Dinas Pertambangan dan energi (Distamben) Drs. Yusmar Yusuf‎, MSI, Camat Kabun, dan Kepala Desa Batu Langkah Besar.


Baca Juga :
Jajanan Kuliah, Obati Rindu Masa Kecil Dulu

Dalam pertemuan tersebut, dicarikan solusi dari permasalahan pembebasan tanah milik pemkab Rohul. Setelah pertemuan berlangsung sekitar 30 menit, akhirnya didapat keputusan ‎yang disepakati bersama.

Juni Syafrin memutuskan selaku pimpinan rapat, mengatakan tanah yang akan dilakukan pembangunan tapak tower milik pemerintah Rohul, akan dipinjampakaikan kepada PLN.

Sementara perwakilan pihak PLN wilayah Riau Ikbal Tawaqal mengungkapkan, sesuai keputusan rapat, pihaknya akan menggunakan tanah milik Pemda dengan status pinjam pakai.

"Jadi tujuh titik pembangunan tapak tower ini, sudah bisa kita kerjakan, dengan status tanah pinjam pakai yang berada di kecamatan kabun," katanya, Selasa (15/11/16), di lantai 3 kantor Bupati Rohul.

Diakuinya untuk pembebasan tanah sudah 90 persen, tinggal 10 persen lagi yang masih tahap penyelesaian, serta saat ini sudah mulai pengerjaan tapaknya, bahkan sudah 100 tower yang telah berdiri dari Kampar ke Rohul.

Lebih lanjut dijelaskanya, 10 persen yang masih belum terselesaikan tersebut, permasalahannya yakni, masih belum sepakatnya harga antara PLN dan pemilik tanah, kemudian tanah tersebut belum diketahui pemiliknya, termasuk permasalahan tanah Pemda ini.

Walaupun seperti itu, pihaknya akan terus melakukan komunikasi baik dengan pihak Pemda maupun dengan masyarakat. Sehingga pembangunan ini bisa berjalan dengan lancar.

"Ya target kita pembangunan ini selesai di semester 1 tahun 2017 paling lama. Kan sekarang sudah mulai pengerjaanya," imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertambangan dan Energi (Kadistamben) Rohul Drs.Yusmar,Msi mengungkapkan, sesuai hasil rapat yang telah disepakati, tujuh tapak titik tower tersebut sudah bisa di bangun dengan status tanah pinjam pakai.

"‎Alhamdulilah sudah selesai, dan sudah kita Izin pakaikan kepada pihak PLN terkit surat-menyurat bisa menyusul seiring pengerjaan, semoga ini bisa memperlancar pembangunan tower," imbuhnya.

Yusmar juga menjelaskan, Pemkab Rohul dalam hal ini Distamben akan terus mendukung program PLN dalam mengatasi krisis listrik.

"Pembangunan ini kan untuk kita, jadi harus kita dukung, bahkan perlu kita bantu. sehingga pembangunan ini bisa berjalan lancar dan Rohul bisa bebas dari krisis listrik," pungkasnya.   (***)



R24/ags 

 

Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru

Versi Mobile

   Riau24.com
                       Informasi Anda Genggam