riau24 Ahmad: Media Indonesia Cenderung Mengaitkan Bencana dengan Suprnatural | Berita Riau
Selasa, 06 Desember 2016

Pekanbaru

Ahmad: Media Indonesia Cenderung Mengaitkan Bencana dengan Suprnatural

0
Ahmad: Media Indonesia Cenderung Mengaitkan Bencana dengan Suprnatural
Berita Riau -  Ahmad: Media Indonesia Cenderung Mengaitkan Bencana dengan Suprnatural
Riau24.com-Dalam Workshop meliput bencana yang merupakan rangkaian Festival Media (Fesmed) oleh Aliansi Jurnalis Independen (AJI) turut mengundang Ahmad Arif untuk menjadi pembicara pada workshop meliput bencana.

Arif mengatakan biasanya pemberitaan media-media di Indonesia cenderung mengaitkan bencana dengan hal-hal yang berbau supranatural.

"Misalnya seperti rumah ustad tidak kena longsor, media menggemborkan seolah-olah keajaiban dan sebagainya," katanya di ruang bedah buku lantai tiga, Perpustakaan Soeman HS, Sabtu (19/11/16).

Menurut Ahmad, peristiwa bencana juga menjadi nilai jual bagi media-media infotainment. Maka tak heran ketika terjadi bencana media infotainment turut memberitakannya. "Seperti wawancara paranormal, lalu diramalkan akan terjadi bencana ini bulan depan," katanya.

Kemudian pemberitaan bencana di Indonesia umumnya lebih mengedepankan korban-korban dan kerugian  yang ditimbulkan akibat bencana, padahal katanya,di Negara Jepang hampir tidak ditayangkan mayat-mayat korban bencana.

Ahmad juga menjelaskan, bencana menjadi headline news dalam media bersangkutan setelah bencana itu terjadi. Padahal, menurut Ahmad, juga penting untuk memberitakan indikasi sebelum bencana terjadi untuk antisipasi.

Juga setelah bencana terjadi penting untuk diberitakan seperti upaya rekonstruksi. "Di Jepang bencana terus menerus diberitakan baik sebelum, ketika terjadi bencana maupun pascabencana," imbuh Ahmad.

Selain itu, pembekalan mengenai teknik meliput dan pemahaman bencana bagi jurnalis sangat penting sebelum meliput bencana. "Untuk ini seharus jurnalis itu diakomodasi untuk meliput bencana agar tidak mengganggu proses penanganan bencana," pungkasnya.

Salah seorang peserta workshop dari Universitas Islam Negeri Suska Riau mengaku antusias mengikuti jalannya workshop ini katanya, media Indonesia cenderung mengambil berita dari sudut pandang yang membuat pembaca sedih.

"seperti korban bencana yang tertimpa tanah longsor. Sehingga dinilai pemerintah kurang tanggap," jelas Putri yang ditanggapi Ahmad bahwa hal tersebut merupakan keinginan dari media yang bersangkutan yang menganggap bad new is a good news.

R24/ntg

Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru

Versi Mobile

   Riau24.com
                       Informasi Anda Genggam