riau24 Meski Ditolak BP2D, Pansus Perlindungan Hak Perempuan Tetap Perjuangkan Kata Anak Dimasukan Dalam Judul Ranperda | Berita Riau
Rabu, 07 Desember 2016

DPRD Riau

Meski Ditolak BP2D, Pansus Perlindungan Hak Perempuan Tetap Perjuangkan Kata Anak Dimasukan Dalam Judul Ranperda

0
Soniwati
Berita Riau -  Meski Ditolak BP2D, Pansus Perlindungan Hak  Perempuan Tetap Perjuangkan Kata Anak Dimasukan Dalam Judul Ranperda

Pekanbaru, Riau24.com - Anggota Panitia kusus (Pansus) Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Perlindungan Hak Perempuan Terhadap Tindak Kekerasan (PHPTTK) Soniwati Tetap memperjuangkan agar di masukannya kata anak dalam judul raperda tersebut. Menurutnya perempuan dan anak tidak dapat dipisahkahkan.

"Kita tetapkan memperjuangkan adanya kata anak dalam judul Ranperda PHPTTK ini. Sebab kita menilai dengan telah melakukan pembahasan dan konsultasi, memang kata perempuan dan anak tidak bisa dipisahkan,"katanya Senin (21/11/16).

Sebelumnya wakil Badan Pembuat Peraturan Daerah DPRD (BP2D) Sumiati mengatakan, penambah kata anak adalah pemborosan. Lantaran menurutnya perda no 3 tahun 2003 sudah ada dan lengkap, sehingga tidak diperlukan adanya penambahan kata anak pada ranperda baru tersebut.

"Meskipun BP2D, tidak memperbolehkan , tapi kita akan konsultasi dahulu, apakah boleh atau tidak, yang jelas kita tetap memperjuangkan kata anak dalam judul raperda ini,"cetus Soniwati lagi.(***).

Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru

Versi Mobile

   Riau24.com
                       Informasi Anda Genggam