riau24 FPI Ancam Demo Susulan, Kapolri Tak Takut Untuk Bubarkan Salat Jumat Tanggal 2 Desember | Berita Riau
Kamis, 08 Desember 2016

Kasus Penistaan Agama

FPI Ancam Demo Susulan, Kapolri Tak Takut Untuk Bubarkan Salat Jumat Tanggal 2 Desember

0
FPI Ancam Demo Susulan, Kapolri Tak Takut Untuk Bubarkan Salat Jumat Tanggal 2 Desember
Berita Riau -  FPI Ancam Demo Susulan, Kapolri  Tak Takut Untuk Bubarkan Salat Jumat Tanggal 2 Desember
Jakarta, Riau24.com - Rencana untuk melakukan aksi damai pada Jum'at, 2 Desember 2016 terkait kasus penistaan agama yang diduga dilakukan Gubernur DKI non aktif Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok akan dilakukan oleh Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI).

Aksi tersebut dilakukan bertepatan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.
 

Hal ini sebelumnya sudah digadang-gadang oleh Pembina GNPF-MUI Habib Rizieq pada tanggal 18 November 2016 yang lalu. Ia mengatakan aksi Bela Islam III pada 2 Desember 2016 adalah aksi super damai.


Baca Juga :
Karena Makanan, Bocah Ini Dipukuli Hingga Tewas Dibakar Oleh Kerumunan Massa


"Karena saat itu kita akan melaksanakan salat Jumat di sepanjang Soedirman -Thamrin, dari Semanggi sampai Istana, dengan posisi Imam dan khatib di Bundaran HI," kata Rizieq dalam konferensi pers di AQL Center, Tebet Utara, Jumat (18/11).


Tanggapan Kapolri 
 

Namun tanggapan dari Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian berbeda. Ia sangat menyanyangkan rencana aksi salat Jumat berjamaah menutup jalan utama di ibukota. Ia menganggap aksi tersebut sangatlah berlebihan dan sangat mengganggu masyarakat yang tidak melakukan sholat Jum'at.

Menurut Tito, seharusnya salat Jumat digelar di masjid-masjid. Bukan dengan menutup jalan protokol yang akan merugikan masyarakat luas. Karena tidak semua masyarakat yang tinggal di ibukota merupakan muslim.

"Saya pribadi sangat menyayangkan aksi tersebut. Kalau memang katanya aksi super damai, bukan seperti itu. Kalau mau salat Jumat kan bisa dilakukan di Istiqal, Monas, Lapangan Banteng. Saya tidak masalah, monggo saja. Tapi kalau mau salat Jum'at di jalan raya dengan menutup jalan vital, strategis, ya tidak bisa. Jakarta sudah macet, dengan adanya aksi seperti itu malah membuat Jakarta makin macet. Hal tersebut tentu sangat menggganggu ketertiban publik," tuturnya.

Bahkan untuk aksi 2 Desember ini, ia juga memberi peringatan keras kepada para perencana aksi dan masyarakat yang berniat mengikutinya.

"Kami sangat melarang kegiatan itu. Cukup aksi yang kemarin saja yang membuat macet ibukota. Kalau tetap mau melaksanakan aksi seperti itu, akan kami bubarkan. Berani melawan, akan kami tindak karena ini bukan hal yang main-main," tegas mantan Kapolda Metro Jaya tersebut.   (***)





R24/dev 

Sumber:
jppn
#Tagline News : Riau | Berita Riau | Berita PekanbaruBerita Kampar | Berita Siak | Berita Inhu | Berita Inhil | Berita Bengkalis | Berita Rohil | Berita Meranti | Berita Dumai | Berita Kuansing | Berita Pelalawan | Berita Rohul
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru

Versi Mobile

   Riau24.com
                       Informasi Anda Genggam