riau24 Kisah Kecintaan Soekarno Terhadap Muhammadiyah | Berita Riau
Sabtu, 03 Desember 2016

TAHUKAH ANDA

Kisah Kecintaan Soekarno Terhadap Muhammadiyah

0
Kisah Kecintaan Soekarno Terhadap Muhammadiyah
Berita Riau -  Kisah Kecintaan Soekarno Terhadap Muhammadiyah
Pekanbaru, Riau24.com - Ternyata seorang Presiden Indonesia I, Ir Soekarno, tidak sungkan-sungkan mengakui ia kader sejati Muhammadiyah.

Muhammadiyah adalah organisasi yang didirikan oleh KH Achmad Dahlan. 
Dihadapan Muktamirin Muktamar Muhammadiyah Setengah Abad di Jakarta tahun 1962, Ir Soekarno pernah berkisah tentang pertemuannya dengan KH. Ahmad Dahlan dan untuk pertama kalinya mendapat pencerahan agama dari beliau. 


Kala itu Bung Karno kost di kediaman sang pemimpin Sarekat Islam (SI) Haji Oemar Said (HOS) Cokroaminoto, Jalan Peneleh VII/29-31 Surabaya. Kini kediaman HOS Cokroaminoto tersebut dijadikan cagar budaya oleh Pemkot Surabaya.

"Dalam suasana yang remang-remang itu datanglah Kiai Ahmad Dahlan di Surabaya dan memberi tabligh mengenai Islam. Bagi saya (pidato) itu berisi regeneration dan rejuvenation daripada Islam. Sebab, maklum, ibu meskipun beragama Islam (tapi) berasal dari agama lain, (beliau) orang Bali. Bapak meskipun agama Islam, beliau adalah beragama teosofi. Jadi (orangtua) tidak memberi pengajaran kepada saya tentang agama Islam, " cerita Soekarno dihadapan muktamirin sebagaimana dikisahkan Suara Muhammadiyah.

Karena ketertarikannya dengan ajaran KHA Dahlan, tidak dilewatkannya kesempatan untuk mendengarkan tabligh dari beliau.
"Nah, dengan demikianlah makin kuatlah, saudara-saudara, keyakinan saya bahwa ada hubungannya erat antara pembangunan agama dan pembangunan tanah air, bangsa, negara, dan masyarakat. Maka oleh karena itu, saudara-saudara, kok makin lama makin saya cinta kepada Muhammadiyah. Tatkala umur 15 tahun, saya simpati kepada Kiyai Ahmad Dahlan, sehingga mengintil kepadanya."

Lalu, seperti apa kedekatan Soekarno dengan Muhammadiyah? Bung Karno, demikian ia akrab disapa, tercatat menjadi kader Muhammadiyah sejak masa perang kemerdekaan.

Pada 1938, Bung Karno, kala itu diasingkan ke Bengkulu oleh kolonial Belanda. Di Bengkulu pula, Bapak Proklamator itu resmi tercatat sebagai guru di lembaga pendidikan Muhammadiyah.

"Sejak 1938 ketika di Bengkulu, beliau resmi menjadi anggota dan pengurus pendidikan Muhammadiyah. Sejak berkenalan dengan Kiai Dahlan di Rumah HOS Tjokroaminoto di Surabaya, hingga perkembangan Muhammadiyah sesudahnya, Soekarno mengakui ikatan spesial dengan gerakan Islam ini," kata Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir di Universitas Muhammadiyah Malang, tahun lalu, seperti dikutip dari merdeka.com.

Cucu Bung Karno, Puan Maharani, dalam satu seminar di UIN Syarif Hidayatulah Jakarta membenarkan jika kakeknya adalah kader Muhammadiyah. Apalagi, ditegaskannya pemikiran Bung Karno selama hidupnya banyak diwarnai pemikiran Islam.

"Ini juga bukti jelas bahwa bara pemikiran Bung Karno tidak lepas dari api pemikiran Islam. Dan ketika beliau wafat, kerandanya diselimuti panji-panji Muhammadiyah, sesuai permintaan Bung Karno sendiri," jelasnya.

Tak mengherankan jika Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin meminta kadernya mempelajari pemikiran Bung Karno. Bahkan, dia meminta mereka untuk mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

"Bung Karno adalah tokoh Muhammadiyah. Maka dari semua warga Muhammadiyah, harus mengikuti atau mengamalkan apa yang dikatakan Bung Karno," ujarnya.

Atas kiprah Bung Karno itu, PP Muhammadiyah juga mengusulkan agar proklamator itu dijadikan pahlawan nasional. Usulan itu diajukan pada tahun 2012 silam lewat MPR.

"Jadi tiga nama yang diusulkan PP Muhammadiyah untuk memperoleh gelar Pahlawan Nasional adalah: Ki Bagus Hadikusumo, Kasman Singodimedjo, dan Abdoel Kahar Moezakir. Kita juga akan mengusulkan Bung Karno dan Bung Hatta," kata Ketua PP Muhammadiyah Abdul Fattah Wibisono dalam audiensi dengan pimpinan MPR RI di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (31/8/2012).   (***)
  


R24/dev/uci 

Sumber:
pojokkomet
#Tagline News : Riau | Berita Riau | Berita PekanbaruBerita Kampar | Berita Siak | Berita Inhu | Berita Inhil | Berita Bengkalis | Berita Rohil | Berita Meranti | Berita Dumai | Berita Kuansing | Berita Pelalawan | Berita Rohul
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru

Versi Mobile

   Riau24.com
                       Informasi Anda Genggam