riau24 Setelah Bertahun-Tahun, Harga Karet di Rohul Capai Harga Tertinggi | Berita Riau
Kamis, 08 Desember 2016

Petani Rohul Bahagia

Setelah Bertahun-Tahun, Harga Karet di Rohul Capai Harga Tertinggi

0
Setelah Bertahun-Tahun, Harga Karet di Rohul Capai Harga Tertinggi
Berita Riau -  Setelah Bertahun-Tahun, Harga Karet di Rohul Capai Harga Tertinggi
Rohul, Riau24.com -  Anjloknya harga getah karet sejak tahun 2012 dengan harga kisaran Rp 5000 hingga Rp 8000 per kg, kini harga karet petani tembus Rp 10 ribu per kgnya, sehingga membuat ekonomi petani karet kini bergirah kembali.

Diakui para petani karet di Kecamatan Rambah, naiknya harga karet petani setelah pabrik karet mengalami kekosongan stok karet.
Sehingga, untuk menutupi kebutuhan permintaan stok karet pihak pabrik karet mendongkrak harga karet agar petani kembali bergairah menjual karetnya.

“Alhamdulillah, penjualan karet pekan kemarin dijual sistim kelompok tembus Rp10 ribu per kgnya. Harga tersebut, merupakan harga paling tinggi sejak tahun 2012 dimana harga karet hanya dikisaran Rp 5000 hingga Rp 8000 per kgnya. Kini kita bisa bernafas lega, setelah empat tahun baru harga karet berangsur normal dan membaik,” terang Sapri, seorang petani karet di Pasir Pengaraian, Senin (28/11/2016).


Baca Juga :
Kepala UP Samsat Tambusai Pesimis Target Pajak Tercapai

Sementara, karet petani non kelompok sebut Sapri, kini sudah Rp 8000 hingga Rp 9000 per kgnya, atau selisih Rp 1000 hingga Rp 2000 per kg dengan karet kelompok. Karena, biasanya karet yang dijual non kelompok dari petani langsung dijual ke toke, sementara kalau melalui kelompok dikumpul dulu baru dibayarkan sehingga harganya juga beda dengan non kelompok.

Walaupun saat kini musim penghujan, namun produksi karet petani tetap stabil. Dimana untuk setiap pekannya karet yang dihasilkan dari 3 kelompok di kawasan Jalan Syekh Ismail, bisa mencapai 40 per pekannya.
 

“Itu belum termasuk karet petani non kelompok. Jelasnya, kini masa trek sudah lewat dan berharap harga karet bisa terus stabil Rp 10 ribu per kgnya, atau diatas harga tersebut. Sehingga, hasil yang didapatkan, selain bisa menghidupi keluarga juga bisa disisihkan beli pupuk. Apalagi sejak harga karet turun, petani jarang memupuk kebun karetnya sehingga hasilnya juga tidak memadai,” jelas Sapdi lagi.   (***)



R24/ags 

Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru

Versi Mobile

   Riau24.com
                       Informasi Anda Genggam