riau24 Dipungli Novotel, PNS Pemprov Riau Ini Geram | Berita Riau
Senin, 05 Desember 2016

HEBOH PUNGLI

Dipungli Novotel, PNS Pemprov Riau Ini Geram

0
Pungli
Berita Riau -  Dipungli Novotel, PNS Pemprov Riau Ini Geram
Pekanbaru, Riau24.com-Warga Pandau Permai, Kampar, Rozita geram ulah petugas parkir hotel berbintang empat Novotel. Hanya gara-gara menghilangkan tiket parkir, Rozita diwajibkan membayar denda hingga Rp30 ribu.
 
Rozita yang juga Pegawai Negeri Sipil Pemerintah Provinsi Riau ini, menuding telah terjadi praktek pungutan liar (Pungli) di hotel yang beralamat di Jalan Riau, Pekanbaru. Tentunya bertolak belakang dengan program sapu bersih pungli yang saat ini gencar digalakan pemerintah.
 
"Aturan mana yang mereka pakai, sampai harus bayar denda Rp30 ribu," ujar Rozita, dengan nada geram, kepada wartawan, Selasa, 29 November 2016.
 
Rozita menceritakan, kejadian itu berawal Senin malam, 28 November 2016, sekira pukul 22.30. Saat itu ia selesai menghadiri acara Forum Komunikasi Dinas Kesehatan Riau yang digelar hotel tersebut.
 
Namun saat akan beranjak pulang, ia kehilangan tiket parkir yang biasa ia simpan di dalam mobil miliknya. Untuk meyakinkan petugas parkir, Rozita pun memperlihatkan identitas diri dan bukti kepemilikan kendaraan.
 
Namun petugas parkir Novotel tetap ngotot mengenakan denda untuk Rozita sebesar Rp30 ribu karena sudah menghilangkan tiket parkir. Sempat terjadi perdebatan panjang antara Rozita dan petugas parkir itu.
 
Ia sempat mempertanyakan aturan apa yang dipakai oleh Novotel sehingga seenaknya memperlakukan masyarakat seperti itu.
 
"Dengan enteng petugas parkir menjawab, ini aturan manajemen," ucapnya.
 
Tidak ingin berlama-lama berdebat, akhirnya Rozita bersedia membayar meski dalam suasana penuh kekesalan atas perlakuan petugas tersebut.
 
"Seenaknya aja, padahal kita udh tunjukkan STNK,  SIM dan KTP," katanya.
 
Parahnya kata Rozita, selain harus membayar denda parkir, ia juga harus membayar biaya parkir selama tiga jam sebesar Rp6 ribu.
 
Seusai membayar parkir dan denda, Rozita diberikan Formulir Laporan Kehilangan Karcis Parkir lengkap dengan identitas pribadi dan ditandatangani karyawan hotel Asmita Sinaga.
 
Rozita mengaku tetap saja tidak senang atas tindakan semena-mena petugas hotel meski sudah membayarnya. Setiba di rumah, ia kemudian mencari-cari keberadaan karcis parkir yang hilang di dalam mobilnya.
 
Setelah lama mencari, karcis parkir akhirnya ditemukan di bawah jok mobil. Ketika diamati, di dalam karcis parkir tertulis sebaris pesan berbunyi "Denda Rp10.000 jika tiket hilang."
 
Hal ini membuat Rozita semakin geram. Menurut aturan manajemen hotel yang termuat di tiket perkir, jelas disebutkan denda Rp10 ribu jika tiket hilang, bukan Rp30 ribu seperti yang diminta petugas parkir Novotel.
 
"Ini jelas pungli, pemerasan dan penipuan," katanya.
 
Rozita menyayangkan praktek lancung tersebut terjadi di hotel sekelas Novotel. Seharusnya kata dia, manajemen hotel memberikan pelayanan terbaiknya kepada pengunjung yang sudah mempercayai hotel tersebut sebagai tempat acara. "Bukan malah dibebani dengan aturan yang tidak ada dasar hukumnya," ucapnya.
 
R24/nof
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru

Versi Mobile

   Riau24.com
                       Informasi Anda Genggam