riau24 Perusahaan Rekaman Pertama di Indonesia Ini Harus Dijual Untuk Biaya Operasional | Berita Riau
Selasa, 06 Desember 2016

TAHUKAH ANDA

Perusahaan Rekaman Pertama di Indonesia Ini Harus Dijual Untuk Biaya Operasional

0
Perusahaan Rekaman Pertama di Indonesia Ini Harus Dijual Untuk Biaya Operasional
Berita Riau -  Perusahaan Rekaman Pertama di Indonesia Ini Harus Dijual Untuk Biaya Operasional
Pekanbaru, Riau24.com - Lokananta adalah perusahaan rekaman pertama di Indonesia. Bangunan yang berdiri di atas lahan seluas 21.500 meter persegi tersebut didirikan pada tanggal 29 Oktober 1956.

Terletak di Jalan Ahmad Yani, Solo, Jawa Tengah, bangunan tua yang masih berdiri kokoh tersebut diresmikan oleh Menteri Penerangan RI, Soedibjo dengan nama Pabrik Piringan Hitam Lokananta, Jawatan Radio Kementerian Penerangan Republik Indonesia. 


Studio bersejarah ini memiliki rekaman lagu kebangsaan Indonesia Raya dan pidato proklamasi kemerdekaan Presiden Soekarno Nama Lokananta diambil dari cerita pewayangan, yakni seperangkat gamelan dari Suralaya, sebuah istana dewa-dewi di kahyangan. Nama tersebut diusulkan oleh Direktur Jenderal RRI pada saat itu yakni R Maladi, yang kemudian disetujui Presiden Indonesia pertama Soekarno.
 

Perusahaan rekaman Lokananta tersebut memiliki fungsi, merekam dan memproduksi atau menggandakan piringan hitam untuk bahan siaran 27 studio Radio Republik Indonesia (RRI) seluruh Indonesia sebagai transcription service (non komersial).

Musisi legendaris Indonesia seperti Gesang, Titik Puspa, Waldjinah, Ismail Marzuki, Bubi Chen, Jack Lesmana, Bing Slamet, Idris Sardi pernah melakukan proses rekaman di studio Lokananta. Ribuan master rekaman dari berbagai genre musik Indonesia mulai dari pop, keroncong, tradisional hingga jazz sejak tahun 1950-an hingga era 1980-an tersimpan di Lokananta.

Kekayaan musik tradisional bahkan musik folklore ataupun lagu rakyat yang tidak diketahui penciptanya menjadi bagian koleksi Lokananta. Rekaman gending karawitan gubahan dalang kesohor Ki Narto Sabdo, dan karawitan Jawa Surakarta dan Yogya merupakan sebagian dari koleksi yang ada di Lokananta.

Sayangnya seiring dengan waktu, kisah kejayaan Lokananta kian menghilang. Hampir semua dokumen berharga yang tersimpan di sana kondisinya sudah kurang layak karena minimnya dana yang dimiliki oleh Lokananta. Beberapa koleksi pun dijual secara terpaksa kepada kolektor untuk biaya operasional. (***)





R24/dev 

 

Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru

Versi Mobile

   Riau24.com
                       Informasi Anda Genggam