riau24 Di Istana Ini, Tersimpan Alat Musik Yang Sangat Langka | Berita Riau
Kamis, 08 Desember 2016

Seni Budaya

Di Istana Ini, Tersimpan Alat Musik Yang Sangat Langka

0
Di Istana Ini, Tersimpan Alat Musik Yang Sangat Langka
Berita Riau -  Di Istana Ini, Tersimpan Alat Musik Yang Sangat Langka
Siak, Riau24.comIstana Kerajaan Siak disebut juga dengan nama Istana Aseraiyah Hasyimiah dibangun tahun 1889 oleh Sultan Siak XI yang bergelar Assyaidin Syarif Hasyim Abdul Jalili Syafiudin Syah.

Kerajaan Siak Sri Indrapura merupakan kerajaan Melayu Islam yang semula bernama Kerajaan Buatan yang terletak di tepi Sungai Jantan (Siak), didirikan tahun 1725 oleh Sultan Abdul Jalil Rahmat Syah.

Beliau digantikan oleh putranya bernama Tengku Buang Asmara Tengku Mahkota bergelar Sultan Abdul Jalil Muzoffar Syah yang memerintah tahun 1746-1765.
Pada tahun 1750 ibukota kerajaan Buatan dipindah ke Mempura dan bergantilah nama Kerajaan Buatan menjadi Kerajaan Siak Sri Indrapura.


Baca Juga :
Hoegeng, Jenderal Anti Korupsi Yang Tak Kunjung Jadi Pahlawan


Salah satu yang menarik didalam kemegahan istana adalah mengenai koleksi barang antiknya. Karena didalam Istana Kerajaan Melayu ini terdapat barang antik yang hanya ada 2 di dunia, yakni di Jerman dan Siak. Benda tersebut berbentuk alat musik semacam gramofon yang dinamakan 'komet'.

Konon alat musik tersebut dibawa oleh Sultan Siak ke XI bernama Sultan Assyaidis Syarif Hasyim Abdul Jalil dari Jerman.

Sumber musik yang digunakan yakni berupa piringan yang terbuat dari besi yang berbentuk lingkaran. Tidak berbeda jauh dengan gramofon, untuk memainkan alat musik yang dibawa ke Siak sejak 1896 ini harus diputar secara manual terlebih dahulu.

Alunan musik instrumen klasik dari komponis terkenal Ludwig van Beethoven, Wolfgang Amadeus Mozart, dan Richard Strauss dapat didengarkan dalam piringan dari baja tersebut.
Untuk menghasilkan suara yang indah dan merdu, piringan baja ini dilubangi sedemikian rupa, sehingga saat bagian dari komet menyentuh lubang akan keluar nada-nada.

Di dalam alat musik tersebut tertulis sebuah penjelasannya, yakni "Komet, sejenis musik gramopon piringnya terbuat dari baja yang terdiri dari musik-musik instrumen klasik Jerman abad VIII ciptaan komponis terkenal Beethoven, Mozart, dan Strauss dibawa oleh Sultan Siak XI tahun 1896 dari lawatannya ke Eropa."

Diperkirakan piringan dari baja tersebut beratnya mencapai 5 kg, dan tinggi alat musik ini mencapai 3 meter serta lebar sekitar 90 cm.
Bagi wisatawan yang hendak ke istana yang memiliki nama lain Asyeriyah Hasyimiah ini untuk menuju lokasi tersebut dapat ditempuh sekitar tiga hingga empat jam dari Kota Pekanbaru, Riau.
Dan yang menjadi daya tarik hingga sampai sekarang alunan klasik dari komet tersebut masih dapat kita dengarkan, sesekali juga masih bisa diputar.    (***)




R24/lin 

Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru

Versi Mobile

   Riau24.com
                       Informasi Anda Genggam