riau24 Dengan Mengadakan Apel Nusantara Bersatu, Ini Harapan Syamsuar | Berita Riau
Kamis, 08 Desember 2016

Bupati Siak Menangis

Dengan Mengadakan Apel Nusantara Bersatu, Ini Harapan Syamsuar

0
Dengan Mengadakan Apel Nusantara Bersatu, Ini Harapan Syamsuar
Berita Riau -  Dengan Mengadakan Apel Nusantara Bersatu, Ini Harapan Syamsuar
Siak, Riau24.com - Bupati Siak, Syamsuar tak kuasa menahan haru, saat menyampaikan orasi kebangsaan pada Apel Nusantara Bersatu di halaman kantor Bupati Siak, Rabu (30/11) pagi.
Dengan suara terbata-bata, orang nomor satu di Kabupaten Siak itu mengajak semua pihak untuk turut serta menjaga dan merawat kebhinekaan masyarakat di negeri Istana.


Dalam kesempatan itu Syamsuar tak henti-hentinya menyerukan kepada semua pihak untuk mengenang dan menghargai perjuangan para pahlawan.
Sultan Syarif Kasim II sebagai pahlawan nasional menurut Bupati telah mengorbankan segalanya untuk menegakkan persatuan dan kesatuan NKRI.


Baca Juga :
Bercermin Dan Berfoto di Cermin Ini Bisa Buat Wajah Awet Muda Dan Lebih Menarik

"Sekitar tujuh puluh satu tahun yang lalu di Negeri Istana yang kita cintai ini Pahlawan Nasional Sultan Siak ke 12 Sri Sultan As Sayydis Syarif Kasim Abdul Jalil Syaifuddin II atau yang lebih dikenal Sultan Syarif Kasim II telah menorehkan tinta emas dalam kisah kepahlawanan bangsa ini.
Sultan Siak tersebut pun akhirnya mengambil keputusan dan memimpin upacara penaikan bendera Merah Putih di halaman istana Asserayah El Hasyimiyah. Dan selanjutnya menemui Presiden Soekarno untuk menyerahkan kedaulatan kerajaan berikut kekayaan yang tidak sedikit. Hingga akhirnya Sultan lebih memilih hidup sederhana sebagai rakyat biasa hingga akhir hayatnya," cerita Syamsuar sambil sesekali menyeka air mata.
 

Masih kata Syamsuar, saat ini bangsa Indonesia tengah menjalani sebuah ujian berat yang justru datang dari bangsa Indonesia sendiri.

"Bapak proklamator, Bung Karno pernah berkata, Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih berat karena melawan bangsamu sendiri. 
Tepat seperti prediksi Presiden pertama kita, bahwa ujian bangsa kita saat ini adalah persatuan dan kesatuan bangsa kita sendiri”, sebut Syam.

Bupati Syam yang berasal dari suku Melayu, mengatakan bukan hal aneh bagi bangsa Indonesia untuk berpikiran terbuka, menghargai perbedaan dan tetap kokoh dalam pendirian dan keyakinan sebagai umat beragama serta bisa bergaul dengan suku bangsa dan agama apapun dibumi melayu kita ini.

“Untuk itu saya mengajak masyarakat dan saudara-saudara menjaga dan merawat kebersamaan dan warisan ke-Bhinekaan pada masyarakat kita. Karena dengan demikian, sama halnya dengan kita menghidupkan cita-cita dan menghargai pengorbanan perjuangan pahlawan untuk NKRI. Terkait persoalan tuntutan Ahok di Jakarta yang akhir-akhir ini mengusik kehidupan bangsa ini, mari sama-sama kita tegaskan tidak ada hubungan dan pengaruhnya dengan ke-Bhinekaan yang kita punya. Mari kita jawab ancaman disintegrasi yang mengintai dengan menempatkan segala sesuatu dan mengembalikan berbagai persoalan sesuai tuntutan hukum yang berlaku di negeri ini. Jangan gara-gara nila setitik, rusak gulai sebelanga," tegas Bupati.

Sementara Dandim 0303 Bengkalis yang diwakili Perwira Penghubung Mayor Infantri Sumarno mengajak kepada seluruh lapisan masyarakat untuk menjaga NKRI.


Baca Juga :
Aniaya Pencuri Hingga Tewas, Tiga Satpam Perusahaan Ini Dipolisikan

“Maraknya isu makar ditengah-tengah kita, meskipun belum terbukti jelas namun demikian ancamannya akan berdampak mengganggun keutuhan NKRI. Maka dari itu kita semua harus besatu padu untuk mempertahankan kesatuan dan persatuan republik Indonesia, diatas kepentingan suku, kelompok maupun golongan", ujarnya.

Sumarno juga mengatakan dirinya tidak rela apabila rakyat Indonesia tercerai berai atau terpecah belah.

"Maka dari itu kegiatan ini sebagai bentuk mempererat persatuan dan kesatuan bangsa serta untuk mempertahankan Negara kesatuan Republik Indonesia dengan simbol ikat kepala merah putih. 
Ini menunjukan kepada dunia bahwa rakyat Indonesia masih bersatu. Jika ada yang ingin coba-coba kembali ingin menjajah bangsa ini, bukan hanya TNI saja yang beraksi tapi seluruh rakyat Indonesia bersatu padu untuk mengusir penjajah tersebut," pungkasnya.

Apel tersebut diikuti oleh anggota kepolisian, Aparatur Sipil Negara (ASN), pegawai honorer, organisasi kemasyarakatan, mahasiswa dan pelajar.
Selain itu juga dihadiri oleh tokoh masyarakat Tionghoa, tokoh agama, tokoh adat, anggota Forkompimda, pimpinan instansi vertikal, pimpinan MUI, forum kerukanan umat beragama, Sekretaris Daerah Kabupaten Siak TS Hamzah dan sejumlah pimpinan SKPD dilingkungan pemerintah kabupaten Siak.   (***)





R24/lin 

Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru

Versi Mobile

   Riau24.com
                       Informasi Anda Genggam