riau24 Kecelakaan Jalan Raya di Riau Kebanyakan Dialami Pengendara Usia Produktif | Berita Riau
Senin, 05 Desember 2016

Operasi Zebra

Kecelakaan Jalan Raya di Riau Kebanyakan Dialami Pengendara Usia Produktif

0
Konfrensi Pers Dirlantas Polda Riau
Berita Riau -  Kecelakaan Jalan Raya di Riau Kebanyakan Dialami Pengendara Usia Produktif
Pekanbaru, Riau24.com- Direktorat Lalu Lintas Kepolisian Daerah Riau telah usai melaksanakan Operasi Zebra Siak 2016. Secara umum, jumlah pelanggaran maupun angka kecelakaan lalu lintas di Riau cenderung mengalami penurunan.
 
 
Namun kepolisian masih mencatat 26 kasus kecelakaan lalu lintas terjadi di sejumlah wilayah Riau selama operasi zebra 2016. Kecelakaan jalan raya kebanyakan dialami pengendara sepeda motor usia produktif 16 sampau 30 tahun. 
 
"Kasus Lakalantas didominasi pekerja dan mahasiswa," kata Kepala Direktur Lalu Lintas Polda Riau Komisaris Besar Guritno, Kamis, 1 Desember 2016. 
 
Menurut Guritno, dari 26 kasus lakalantas tersebut melibatkan kecelakaan 27 unit kendaraan bermotor dengan jumlah korban 27 orang dari pekerja serta 16 orang dari mahasiswa. Hal itu kata dia, memperlihatkan bahwa pengendara usia produktif belum mematuhi aturan berlalu lintas. "Pengendara tidak mengedapankan aspek kehati-hatian," katanya. 
 
Meski demikian kata, Guritno mengklaim jumlah korban kecelakaan jalan raya tahun 2016 ini jauh menurun dari tahun sebelumnya. Polda Riau mencatat korban meninggal di jalan akibat kecelakaan tahun 2016 sebanyak 16 orang, cenderung menurun dari tahun sebelumnya yang mencapai 20 orang. 
 
Sedangkan untuk korban luka berat tercatat 18 orang, menurun dari tahun sebelumnya mencapai 18 orang. Begitu juga dengan korban luka ringan sebanyak 25 orang, menurun dari tahun sebelumnya mencapai 31 orang. 
 
"Jumlah korban lakalantas mengalami penurunan sebanyak 14 kasus atau 35 persen," ucapnya. 
 
Secara umum, perkara pelanggaran lalu lintas di Riau mencapai 9.304 perkara, menurun dari tahun sebelumnya mencapai 11.553 perkara. Pelanggaran masih didominasi pengendara sepeda motor sebanyak 4.736. Kebanyakan masyarakat masih kurang kesadaran menggunakan helm untuk keselamatan. Jumlah pelanggar yang tidak menggunakan helm mencapai 2.471 perkara. Tidak jarang juga polisi menemukan pengendara yang abai dengan keselamatannya sendiri dengan menggunakan handphone saat berkendara. 
 
Kata Guritno, dalam oparasi zebra 2016 ini kepolisian menggelar razia bersifat prefentif, Mengedepankan pendekatan sisi humanis kepada masyarkat dengan memberikan teguran kepada pengendara yang melanggara aturan. "Pelanggaran berat dilakukan penindakan tilang, sedangkan pelanggaran ringan hanya diberikan teguran berikut surat pernyataan," jelasnya. (***)

R24/Nof 
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru

Versi Mobile

   Riau24.com
                       Informasi Anda Genggam