riau24 Mandi Safar Tradisi Unik Masyarakat Teluk Pinang | Berita Riau
Sabtu, 10 Desember 2016

Indragiri Hilir

Mandi Safar Tradisi Unik Masyarakat Teluk Pinang

0
Mandi Safar Tradisi Unik Masyarakat Teluk Pinang
Berita Riau -  Mandi Safar Tradisi Unik Masyarakat Teluk Pinang
Indragiri Hilir, Riau24.comMasyarakat Kelurahan Teluk Pinang Kecamatan Gaung Anak Serka Kabupaten Indragiri Hilir hingga saat ini, masih mempertahankan tradisi Mandi Safar yang dipercaya sebagai cara tolak bala bagi masyarakat setempat.

Mandi Safar yang dilakukan di sebuah kolam, tepatnya di Parit 8 Kelurahan Teluk Pinang Kecamatan GAS tersebut, dilakukan masyarakat setempat secara beramai-ramai dari mulai anak-anak hingga orang dewasa baik pria dan wanita. Dan menurut warga setempat acara Mandi Safar tersebut telah berlangsung sejak puluhan tahun lalu oleh dua orang tokoh masyarakat dan ulama disana.

Baca Juga : Ribuan Masyarakat Inhil Akan Terima Bantuan Tahap III
 

Diceritakan Efrijo Maspon Thaip yang merupakan cucu dari Datok Encek Mohd. Thaib seorang tokoh masyarakat setempat yang pertama kali membuka kampung yang sekarang dikenal Teluk Pinang bersama sahabatnya, H Hasan. Mereka berdua yang berperan pertamakali mengelar Mandi Safar saat itu.

"Kolam itu peninggalan Alm.Datok saya Encek Mohd. Thaib dan sahabatnya Almarhum H Hasan yg sama-sama saat itu membuka kampung Teluk Pinang," ceritanya. Kamis (1/12/2016).

Baca Juga : Mengenal Polwan Cantik Bripda Gusti Errin Venia, Liaison Officer Argentina Pada Sidang Interpol
 

Lanjutnya saat ini, ia berkeinginan untuk mengembangkan dan melestarikan tradisi mandi Safar tersebut sebagai objek wisata religi di Kelurahan Teluk Pinang kedepannya. "Tradisi ini ingin kita pertahankan dan lestarikan, seperti dilokasi kolam itu nantinya akan kita dipagar," katanya.

Sementara itu H Nasrun Tahip yang merupakan anak dari Encek Mohd. Thaib menjelaskan, Tradisi Mandi Safar itu di gelar dipenghujung bulan Shafar, dimulai dari pukul 7.00 Wib hingga 9.00 Wib. Dengan harapan masyarakat untuk terhindar dari marabahaya atau tolak bala bagi masyarakat kampung tersebut.

"Tradisi ini sejak orang tua dulu dan bertahan hingga sekarang yang harus kita lestarikan," pungkasnya.


R24/rgo 

Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru

Versi Mobile

   Riau24.com
                       Informasi Anda Genggam