riau24 Butuh Sinergi PODSI dan Pengembangan Wisata Bahari di Siak | Berita Riau
Selasa, 28 Maret 2017

Pelantikan PODSI Siak

Butuh Sinergi PODSI dan Pengembangan Wisata Bahari di Siak

0
Butuh Sinergi PODSI dan Pengembangan Wisata Bahari di Siak
Berita Riau -  Butuh Sinergi PODSI dan Pengembangan Wisata Bahari di Siak
Siak, Riau24.comPengurus Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) Kabupaten Siak periode 2016-2020, resmi dikukuhkan Jumat (30/12/16) di Hotel Yasmin Siak, oleh Ketua Unum PODSI Riau.

Hadir dalam acara tersebut Bupati Siak yang diwakili Asisten Adm Umum H Jamaluddin, Ketua KONI Siak H Amzar, Pengurus PODSI Riau, Mahyuddin Nasution, H Mukhlis, dan Sekretaris Pengprov, H Nasir Nasution dan sejumlah tamu undangan.

Bupati Siak, melalui Asisten Adm Umum H Jamaluddin, mengatakan "Pengurus yang ditunjuk tidak hanya cukup dengan kesiapan saja tetapi juga perlu memiliki kemampuan. Untuk itu yang baru dilantik agar belajar dengan baik dan rela berkorban baik waktu, tenaga bahkan lebih dari itu termasuk uang," ujar Jamaluddin.

Terkait anggaran bidang olahraga yang tidak stabil karena melihat kondisi keuangan daerah yang menurun, maka juga akan berpengaruh terhadap penganggaran di KONI. Namun hal itu, tidak harus membuat semangat berprestasi melemah.

Selain itu seiring adanya Satuan Kerja (Satker) baru yakni Dinas Olahraga, diharapkan mampu meningkatkan pembinaan olahraga dan pemuda di Kabuapten Siak.

"Jika tidak ada kendala awal 2017 tepatnya 3 Januari 2017 akan dilakukan pelantikan terhadap pejabat eselon II di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Siak," sebut Jamal.

Terkait olahraga dengan pengembangan wisata di Siak, memang beberapa program dan rencana kerja Pemkab Siak terkait wisata bahari sudah dirumuskan dan siap untuk dilaksanakan dan tentunya berkenaan dengan sampan dan dayung yang bisa disinergikan.

"Ini tentu peluang dan bisa bersinergi antara pengembangan olahraga dayung dengan pengembangan wisata bahari di Siak," terusnya.

Ketua PODSI Siak Sugeng Purwadi menyebutkan sejumlah prestasi sudah pernah diukir PODSI Siak dalam berbagai ajang.
Dan ia berharap kedepannya akan lebih baik lagi dengan tekad untuk mengembangkan olahraga dayung menuju prestasi gemilang pada Porprov IX di Kabupaten Kampar sebagai uven terdekat.

"Perhatian KONI dalam tunjuk ajar dan bimbingan sangat dibutuhkan, demi prestasi dayung Siak ke depannya," ujar Sugeng.

Saat ini PODSi didukung Perkumpulan Dayung dari delapan kecamatan, Sei Apit, Pusako, Bungaraya, Siak, Mempura, Koto Gasib, Sungai Mandau, dan Tualang.

"PODSI Siak sangat berkeinginan mendukung pengembangan wisata, namun untuk itu butuh arena perlombaan yang bisa menjadi tempat bagi pelaksanaan iven berkenaan dengan Dayung," terus Sugeng.

Ketua KONI Siak H Amzar dalam arahannya di Kabupaten Siak terdapat 27 cabor. Dan setiap cabor dalam pembinaan diawali kondisi baiknya keorganisasian. Untuk PODSI Siak harus bisa melakukannya.

Porprov yang akan melombakan 20 cabor salah satunya Dayung diharapkan bisa meraih prestasi lebih baik, dan sebelumnya Siak meraih emas, perak dan perunggu masing2 satu medali. Ke depan bisa ditingkatkan.

"KONI Siak akan fokus dan perharian terhadao seluruh cabor prestasi. Dari 27 cabir yang terdaftar memang tidak semua cabor dipertandingkan di Porprov," urainya.

Prestasi diraih dari pembinaan atlit. Untuk iu pengurus berperan membentuk atlit dari segala aspeknya kebutuhan pelatihan atlit.

"Meski dayung adalah hal biasa, namun tidak semua bisa melakukan dengan baik dan memiliki teknik yang bisa memiliki kemampuan untuk dipertandingkan. Untuk itu tugas pengurus mencari dan menggembleng atlit yang memang butuh stamina dan berorientasi tenaga serta teknik," urai Amzar.

Beberapa event tentu menjadi agenda rutin PODSI Siak yang perlu dipersiapkan. Baik event daerah nasional dan internasional. Dan menjadikan event tersebut pengalaman berharga sehingga saat tampil di event resmi negara seperti Porprov bisa mendapat prestasi dan atlitnya bisa masuk sebagai event PON bahkan sampai atlit Olimpiade.

Untuk dayung hendaknya ada beberapa hal yang perlu diperhatikan terkait standart sampan dan berbagai peralatannya.

Ketua bidang Organisasi PODSI Riau, H Mukhlis meminta pengurus memperhatikan paradigma terkait tampuk pimpinan organisasi kemasyarakatan dan profesi. Dengan sebutan ketua semestinya memperhatikan pendapat pengurus lain dan komunikasi yang baik dan keseriusan.

"Rasa kebersamaan dan merasa kekeluargaan, menjadi pemersatu dan menjiwai cabor Dayung ini. Jangan menganggap diri sebagai komandan atau kepala sehingga sikapnya berbeda jauh dengan kapsitas ketua," ujar H Mukhlis.

Pembinaan kontiniu juga penting agar setiap atlit lahir setekah sejumlah atlit melewati usia atau kendala lain.   (***)




R24/lin 

Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).
loading...

Berita News24xx

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru

Versi Mobile

   Riau24.com
                       Informasi Anda Genggam