riau24 6 Fakta Tentang Satrialdi, Penembak Pemuda Kampung Dalam | Berita Riau
Minggu, 22 Januari 2017

Pembunuhan

6 Fakta Tentang Satrialdi, Penembak Pemuda Kampung Dalam

0
Pelaku Satrialdi, diamankan polisi saat berada di Padang Panjang, Sumatera Barat
Berita Riau -  6 Fakta Tentang Satrialdi, Penembak Pemuda Kampung Dalam
Pekanbaru, Riau24.com- Kasus penembakan yang menewaskan Jodi Setiawan, 21 tahun pemuda asal Kelurahan Kampung Dalam menyita perhatian masyarakat Pekanbaru. Jodi ditemukan tewas berlumur darah di teras rumah warga di Jalan Hasanuddin, Kelurahan Rintis, Kecamatan Limapuluh, Pekanbaru. Terdapat luka tembak dibagian dada kiri korban. Belakangan diketahui pelaku pembunuhan tersebut adalah Satrialdi, 29 tahun yang tak lain adalah rekan korban.

Polisi menduga motif pembunuhan tersebut dilatarbelakangi bisnis narkoba yang dijalankan keduanya. Satrialdi bukanlah nama baru dalam kejahatan peredaran narkoba di Pekanbaru. Pada 1 Mei 2015 ia pernah digerebek polisi dan menyimpan 8000 butir ekstasi di hotel Aryaduta, Pekanbaru. Padahal saat itu ia merupakan anggota kepolisian yang bertugas di Polres Rokan Hilir, Riau. Saat akan ditangkap, Ia nekat melompat dari lantai 8 kamar hotel hingga mengalami patah tulang cukup serius.

Berkut 6 fakta rekam jejak Satrialdi bandar narkoba penembak Jodi di Pekanbaru:


Mantan Anggota Polisi

Satrialdi sebelumnya merupakan anggota kepolisian yang bertugas di Kepolisian Resor Rokan Hilir, Riau. Namun ia dipecat dari kesatuan lantaran terlibat dalam jaringan bandar narkoba pada 2015. "Ia mantan anggota polisi yang dipecat," kata Kepala Kepolisian Daerah Riau Inspektur Jenderal Zulkarnain.
 

Pernah Ditangkap Mengantongi 800 butir ekstasi

Satrialdi dkk pernah ditangkap Satuan Narkoba Kepolisian Resor Pekanbaru pada 1 Mei 2015. Ia digerebek polisi saat berada di kamar 827 lantai VIII Hotel Aryaduta, Pekanbaru. Polisi berhasil menyita 8000 butir ekstasi yang dimilikinya.


Melompat dari Lantai VIII Hotel Aryaduta

Saat penggerebekan polisi di Hotel Aryaduta pada 1 Mei 2015 lalu, Satrialdi panik dan melompat dari lantai VIII kamar 827 lewat jendela. Ia mengalami patah tulang cukup serius pada bagian tangan dan kakinya. Namun nyawanya masih tertolong.


Pernah Dinyatakan Alami Gangguan Jiwa

Usai menjalani pengobatan di Rumah Sakit Bhayangkara Pekanbaru, Satrialdi sempat menjalankan proses penyidikan di Kepolisian Resor Kota Pekanbaru. Namun kasusnya terhenti ditengah jalan lantaran keluarnya surat rekomendasi dari dokter yang menyebutkan Satrialdi mengelami gangguan jiwa akibat jatuh dari lantai VIII sebelumnya.


Bebas dari Hukum

Adanya hasil analisis psikologi dari pihak dokter yang menyatakan Satrialdi mengalami gangguan jiwa akibat jatuh dari lantai 8 itu membuat proses hukumnya dihentikan.Dengan alasan gila, ia dianggap tidak memiliki unsur sebagai orang yang bertanggung jawab atas perbuatanya. "Saat itu ada observasi dari dokter yang mengakatan pelaku mengalami gangguan jiwa akibat jatuh dari lantai 8 itu, jadi perkaranya tidak bisa P21," kata Zulkarnain.

Tembak Mati Temannya Sendiri

Pada Sabtu, 8 Januari 2017 sekira pukul 22.30 Satrialdi menembak mati temannya sendiri Jodi Setiawan, 21 tahun pemuda asal Kelurahan Kampung Dalam, Pekanbaru. Jodi tewas bersimbah darah di teras rumah warga di Jalan hasanuddin, Kelurahan Rintis, Kecamatan Limapuluh, Pekanbaru. Terdapat luka tembak dibagian dada kiri korban. Diduga motif pembunuhan tersebut dilatarbelakangi bisnis narkoba. Namun dalam waktu kurang dari 24 jam, Satuan Reskrim Polresta Pekanbaru berhasil membekuk Satrialdi dalam pelariannya di Padang Panjang, Sumatera barat. (***)

R24/Nof

Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru

Versi Mobile

   Riau24.com
                       Informasi Anda Genggam