riau24 Tanpa Guru Tak Mungkin Jadi Pejabat | Berita Riau
Selasa, 30 Mei 2017

Kuantan Singingi

Tanpa Guru Tak Mungkin Jadi Pejabat

0
Tanpa Guru Tak Mungkin Jadi Pejabat
Berita Riau -  Tanpa Guru Tak Mungkin Jadi Pejabat
Kuntan Singingi, Riau24.comRibuan guru penerima sertifikasi melakukan aksi demo, dan menyampaikan orasi di lapangan upacara kompleks perkantoran pemda kuansing, dihadapan Wakil Bupati H. Halim, Kapolres Kuansing AKBP Dasuki Herlambang, S.Ik, Setdakab Kuansing Drs. H. muharman, M.Pd, Asisten, Kaban, Kadis, Sekretaris Disdik, Kabag, serta ratusan aparat kepolisian dan satpol Pamomng Praja, rabu (11/1).

Menurut ketua II Forum Komunikasi Guru (Forkogif) Ahdanan Saleh, S.Ag, M.Ag dalam orasinya mengungkapkan Para guru jangan diabaikan nasibnya, karena sejak mulai dari Taman Kanak-Kanak (Tk), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) sampai Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), tetap setia mengajar murid muridnya, agar menjadi pintar.

" Guru-guru masih tetap setia mengajar, mulai dari TK sampai SMA/SMK, meski menerima gaji sangat kecil, namun tujuan mulia agar murid-muridnya menjadi pintar.

Sebab, tanpa adanya guru, tidak akan mungkin Bapak/Ibu yang saat ini menjadi pejabat dapat mencapai tujuannya sekarang ini. Oleh karena itu, jangan sampaikan mengabaikan nasibnya, akan tetapi berikan haknya dan jangan biarkan begitu saja, sebutnya.

Oleh karena itu, katanya, Dana sertifikasi guru yang selama empat bulan belum dibayarkan, agar segera dibayarkan, karena itu merupakan hak guru. Sebab guru telah setia mengajar, dan jika tak juga dibayarkan, maka kepada pak polisi agar dapt mengusut tuntas, ujarnya.

" Baru ada di kuansing guru yang dipenjarakan, (samsudin dipenjara empat bulan) padahal mereka hanya menuntut dan memperjuangkan haknya saja sebagai guru" paparnya.

Dijelaskannya, Ternyata honor guru di kuansing ini, jauh lebih kecil jika dibandingkan dari honor tenaga pemda lainnya, bahkan honornya pun sering pula tidak dibayarkan seperti Tunjangan Profesi Guru (TPG)

" Jika ada penerimaan tenaga kontrak, utamakan guru," tuturnya.

Oleh karena itu, katanya, Usut tuntas dan tangkap pelaku penyelewengan, iika dana terpakai tanyakan kemana perginya, kalau bangun gedung tentu namanya gedung guru, kalau dana sergur digunakan untuk jembatan maka namanya jembatan guru.

Sementara salah satu guru SMPN I KUantan Mudik, Hasana, menyebutkan sudah tujuh bulan tidak dibayarkan dana sertifikasi, ketika ditanyakan ke dinas pendidikan beralasan tidak masuk sekolah. Memang dirinya mengakui tidak masuk sekolah karena sakit selama tiga bulan.

" Saya memang sakit dan mengalami perawatan di Rumah Sakit, selama tiga bulan tak masuk, dan itukan tidak saya buat buat akan tetapi benar-benar sakit," ujarnya sambil menangis dan berurai air mata.

Selain itu, katanya, dirinya juga di tekan terus oleh Dinas Pendidikan, dan disuruh mengajar selama 24 jam, itu saya lakukan
dengan mencari jam ke sekolah lain.


R24/zar

Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).
loading...

Berita News24xx

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru

Versi Mobile

   Riau24.com
                       Informasi Anda Genggam