riau24 Gara-Gara Wanita Ini Juga Jodi Terbunuh | Berita Riau
Minggu, 22 Januari 2017

Pembunuhan

Gara-Gara Wanita Ini Juga Jodi Terbunuh

0
Pelaku diamankan polisi
Berita Riau -  Gara-Gara Wanita Ini Juga Jodi Terbunuh
Pekanbaru, Riau24.com- Kepolisian Resor Kota Pekanbaru terus melakukan pengembangan terkait kasus penembakan yang berujung tewasnya Jodi Setiawan, warga Kampung Dalam Sabtu, 8 Januari 2017. Berdasarkan hasil penyelidikan, terungkap keterlibatan seorang wanita bernama Putri, 27 tahun. 
 
Putri bersama-sama merencanakan pembunuhan bersama sang eksekutor Satrialdi, 29 tahun. "Dia berperan sebagai pemancing sebelum korban ditembak," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Pekanbaru Komisaris Bimo Aryanto, 1 Januari 2017.
 
Bimo mengatakan, Putri merupakan teman dekat pelaku dan korban. Putri lanjut Bimo, dimanfaatkan Satrialdi untuk memancing korban dengan alasan janjian bertemu. Korban yang terjebak ajakan Putri itu langsung dieksekusi Satrialdi dengan melepaskan dua tembakan ke arah korban dari dalam mobil Rush hitam di Jalan Hasanuddin, Kelurahan Rintis, Kecamatan Limapuluh, Pekanbaru.  
 
Korban sempat lari dan berteriak minta tolong ke pada warga, namun akhirnya tewas berlumur darah di teras rumah warga. Korban mengalami luka tembakan di bagian dada kiri. Usai menembak kedua pelaku langsung karbun meninggalkan korban.
 
Tidak butuh waktu lama bagi polisi menangkap pelaku. Satrialdi ditangkap di daerah Padang Panjang, Sumatera Barat, saat berada di mobil Honda Freed warna hitam BM-1110-OC. Dari tangan pelaku, polisi menyita senjata api rakitan dengan enam peluru.
 
Polisi menduga, kasus pembunuhan tersebut dilatbelakangi bisnis narkoba. Antara korban dan pelaku saling kenal. Satrialdi merupakan bandar narkoba. Sedangkan korban adalah kurirnya. Pelaku kesal karena korban tidak menyetor hasil penjualan narkoba kepadanya. Namun polisi masih mendalami dugaan motif tersebut. 
 
Dalam catatan polisi, Satrialdi merupakan bekas anggota kepolisian yang bertugas di Kepolisian Resor Rokan Hilir, Riau. Dia dipecat dari kesatuan lantaran terlibat dalam kasus narkoba pada 2015. Kepada polisi, pelaku telah mengakui perbuatannya.
  
"Karena dendam pribadi," kata Satrialdi, di Mapolresta Pekanbaru. (***)
 
R24/Nof
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru

Versi Mobile

   Riau24.com
                       Informasi Anda Genggam