riau24 6 Fakta Tribhuwanatunggadewi, Raja Wanita Majapahit yang Merupakan Pelopor Perluasan Nusantara | Berita Riau
Sabtu, 16 Desember 2017

TAHUKAH ANDA

6 Fakta Tribhuwanatunggadewi, Raja Wanita Majapahit yang Merupakan Pelopor Perluasan Nusantara

1
6 Fakta Tribhuwanatunggadewi, Raja Wanita Majapahit yang Merupakan Pelopor Perluasan Nusantara
Berita Riau -  6 Fakta Tribhuwanatunggadewi, Raja Wanita Majapahit yang Merupakan Pelopor Perluasan Nusantara
Riau24.com-Majapahit adalah sebuah kerajaan  yang berpusat di Jawa Timur, Indonesia yang pernah berdiri dari sekitar tahun 1292 hingga 1500 M. Kerajaan ini mencapai puncak kejayaannya menjadi kemaharajaan raya yang menguasai wilayah yang luas di Nusantara.

Kerajaan Majapahit adalah kerajaan Hindu-Buddha terakhir yang menguasai Nusantara dan dianggap sebagai salah satu dari negara terbesar dalam sejarah Indonesia. Menurut Negarakertagama, kekuasaannya terbentang di Jawa, Sumatera, Semenanjung Malaya, Kalimantan, hingga Indonesia timur, meskipun wilayah kekuasaannya masih diperdebatkan.

Ketika membahas tentang Majapahit, sering kali yang terlintas pertama kali adalah Gajah Mada dengan Sumpah Palapa-nya atau Hayam Wuruk yang menjadi Raja dalam masa keemasan Majapahit. Kedua tokoh ini memang memiliki peran penting dan berjasa besar dalam perkembangan Kerajaan Majapahit.

Meski begitu, tidak hanya dua tokoh ini saja yang punya peran besar dalam kerajaan Majapahit. Sosok lainnya adalah Tribhuwana Tunggadewi, seorang wanita yang bertakhta sebagai Raja di Majapahit dan merupakan pionir dalam usaha perluasan Nusantara.

1. Merupakan Putri Dari Pendiri Majapahit

Raden Wijaya adalah sosok yang mendirikan kerajaan Majapahit. Dalam naskah Nagarakretagama, ia menikahi 4 orang putri Kertanegara yaitu Tribhuwaneswari, Narendraduhita, Jayendradewi, dan Gayatri. Namun menurut Pararaton, istrinya dari Kertanegara hanya dua, dan dua lainnya dari kerajaan Malayu yaitu Dara Petak dan Dara Jingga.

Dari Tribhuwaneswari, Raden Wijaya memiliki anak yaitu Jayanegara. Namun menurut kitab Pararaton, ia adalah putra dari Dara Petak. Sedangkan menurut Nagarakretagama, ia adalah putra Raden Wijaya dari Indeswari. Sedangkan dari Gayatri, Raden Wijaya memiliki dua orang putri yaitu Dyah Gitarja dan Dyah Wiyat.

Khawatir adiknya merebut kekuasaan, Jayanegara melarang kedua adik perempuannya menikah. Namun setelah Jayanegara tewas dibunuh oleh tabibnya sendiri, para ksatria berbondong-bondong datang berusaha melamar dua putri ini. Setelah diadakan sayembara untuk menentukan siapa yang layak, maka didapatkanlah Kudamerta yang menikah dengan Dyah Wiyat dan Cakradhara yang menikah dengan Dyah Gitarja.

3. Menjadi Raja Majapahit Menggantikan Ibunya

Sepeninggal Jayanegara, maka seharusnya Gayatri-lah yang naik tahta. Meskipun ia adalah anak bungsu Kertanegara, kemungkinan istri Raden Wijaya yang lain telah wafat, sehingga kekuasaan jatuh ke tangan Gayatri karena Jayanegara tidak memiliki keturunan.

Meski begitu, Gayatri sudah memutuskan untuk menjadi pendeta Budha sehingga ia tidak bisa menjadi raja. Maka atas perintah ibunya, Dyah Gitarja naik menggantikan ibunya sebagai Raja Majapahit. Ia menjadi raja ketiga Majapahit dengan gelar Sri Tribhuwanatunggadewi Maharajasa Jayawisnuwardhani. Dengan didampingi suaminya, ia memerintah kerajaan sejak 1328-1351.

4. Berani Maju Perang Melawan Pemberontak

Meski ia adalah wanita dan seorang raja, namun Tribhuwana ternyata juga memiliki keberanian tinggi di medan perang. Pada tahun 1331, terjadi pemberontakan Sadeng dan Keta. Karena Gajah Mada dan Ra Kembar ribut sendiri untuk memperebutkan posisi panglima dalam misi menumpas Sadeng, ia akhirnya berangkat sendiri sebagai panglima perang.

Dengan didampingi sepupunya, Adityawarman, Tribhuwana berangkat mengalahkan Sadeng. Tahun 1347, Adityawarman kemudian dikirim kembali untuk menaklukan sisa kerajaan Sriwijaya dan Malayu. Selanjutnya, ia diangkat sebagai Uparaja atau raja bawahan di Sumatera yang masih merupakan kekuasaan Majapahit.

5. Melakukan Perluasan Wilayah

Majapahit mulai melakukan perluasan wilayahnya pada masa pemerintahan Tribhuwanatunggadewi. Ia pula yang mengangkat Gajah Mada sebagai Mahapatih. Pada masa pemerintahan ini pulalah Gajah Mada mengucapkan sumpah Palapa yang menyatakan bahwa ia takkan memakan makanan enak sebelum mempersatukan Nusantara.

Kitab Pararaton menyebutkan bahwa sumpah tersebut diucapkan saat ia belum menjadi Mahapatih. Namun, beberapa orang berpendapat bahwa sumpah tersebut diucapkannya dalam upacara penobatan sebagai Mahapatih Gajah Mada oleh Rajaputri Tribhuwanatunggadewi.

6. Turun Tahta Sepeninggal Ibunya

Tahun 1350, Gayatri Rajapatni meninggal dunia, bersamaan dengan itu, berakhir pula masa pemerintahan Tribhuwanatunggadewi. Kekuasaan Majapahit kemudian diwariskan ke putranya, Hayam Wuruk. Setelah turun tahta, ia kembali menjadi Bhre Kahuripan.

Kematian Tribhuwana sendiri tidak diketahui secara pasti. Namun setelah meninggal dunia, ia didharmakan dalam candi Pantarapura. Sedangkan suaminya didharmakan di candi Sarwa Jayapurwa.

Meski hanya berperan sebagai raja pengganti untuk menggantikan posisi ibunya, ia tetap memiliki peran yang sangat besar dalam perkembangan Majapahit. Ia adalah sosok yang menjadi pionir dalam usaha perluasan Majapahit dan terus berkembang hingga mencapai masa keemasannya pada pemerintahan Hayam Wuruk, putranya.

R24/ntg

Video Channel Riau24 TV




Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nelivera
Rabu, 22 November 2017 16:28 wib
SABUNG AYAM DAN PACUAN KUDA ======> AYOKJOIN SEKARANG JUGA Minimal deposit hanya 50 ribu. ada bonus deposit 10% untuk member baru dan bonus deposit harian sebesar 5% ayo untuk informasi lebih lanjut silakan hubungi CS kami di sini Terima kasih dan salam succecs Form Bolavita !! [URL=http://www.bolavita.net/register/] https://i.imgur.com/JMIKHGm.jpg
Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru