riau24 KPU Riau Minta Oknum Penyelenggara Pilkada Curang Diproses Pidana | Berita Riau
Sabtu, 27 Mei 2017

Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Riau

KPU Riau Minta Oknum Penyelenggara Pilkada Curang Diproses Pidana

0
Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Riau Divisi Hukum dan Pengawasan, Ilham M Yasir
Berita Riau -  KPU Riau Minta Oknum Penyelenggara Pilkada Curang Diproses Pidana
Pekanbaru, Riau24.comKomisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Riau Divisi Hukum dan Pengawasan, Ilham M Yasir berharap proses penegakkan hukum terhadap pelanggaran tindak pidana pemilihan kepala daerah benar-benar ditegakkan, khususnya di Kota Pekanbaru dan Kabupaten Kampar yang menyelenggarakan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2017.

Penindakan ini harusnya digesa apalagi jika pelakunya kedapatan dari kalangan penyelenggara pemilu yang seharusnya menjadi contoh dalam menjaga integritas dan netralitas selama kontestasi demokrasi ini berlangsung.
 

Pidana pemilu ini jelas diatur tegas dalam pasal 178 dan 178C UU Nomor 10 Tahun 2016 tentang pemilihan kepala daerah.
"Batasan ancaman hukumannya sudah ditetapkan, minimal 36 bulan dan maksimal 72 bulan serta ditambah denda minimal 36 juta dan maksimal 72 juta," ujar Ilham kepada Riau24.com, Jumat, 17 Februari 2017.
 

Baca Juga :
Chrissy Teigen Punya Cara Unik Menimbang Berat Badannya 

Sebagai komisioner yang mengurusi persoalan pengawasan dan regulasi kepemiluan, Ilham menekan arti pentingnya menjunjung prinsip penegakkan hukum kepemiluan harus ditegakkan.
 

Ilham yang kini tercatat sebagai mahasiswa program Doktoral Hukum Tata Negara Universitas Andalas, Padang ini melihat Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kampar belum melakukan tindak lanjut proses pemidanaan atas temuan lapangan yang menujukkan seorang ketua KPPS di TPS 03 Desa Kumantan, Kecamatan Bangkinang Kota, Indra Sardi tertangkap tangan oleh pengawas TPS memasukkan surat suara lebih dari satu kali yang sudah dicoblosnya atas nama orang lain.
 

"Kasus ini harus segera diproses selain untuk memberikan kepastian hukum, juga menjaga marwah lembaga penyelenggara pemilu," tegas Ilham.

Akibat perbuatannya itu pelaku langaung diamankan oleh Panwaslu Kab. Kampar. Sedangkan prosea pemungutan suara di TPS 03 harus dihentikan dan dilakukan pemungutan suara ulang (PSU).

Kronologisnya, pada Rabu, 15 Februari 2017 lalu sekitar pukul 09.45 wib, ketua KPPS, Indra Sardi tertangkap tangan tengah memasukkan surat suara ke dalam kotak lebih dari satu surat suara.

Tindakan tersebut tertangkap mata oleh pengawas TPS. Seketika itu pemungutan dihentikan dan diproses IS langsung diproses. Dalam TPS tersebut jumlah DPT sebanyak 557 pemilih dan yang sudah mencoblos sebanyak 185. "Sedang sisanya sebanyak 372 pemilih belum melakukan pemilihan," tandas Ilham.   (***)



R24/zdy 

Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).
loading...

Berita News24xx

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru

Versi Mobile

   Riau24.com
                       Informasi Anda Genggam