riau24 Sebelum Menghakimi Ahok, Baca Beberapa Bukti yang Menunjukkan Ahok Mencintai Islam, Nomor 4 Bikin Kagum.. | Berita Riau
Senin, 24 Juli 2017

Pilgub DKI Jakarta

Sebelum Menghakimi Ahok, Baca Beberapa Bukti yang Menunjukkan Ahok Mencintai Islam, Nomor 4 Bikin Kagum..

0
Ahok
Berita Riau -  Sebelum Menghakimi Ahok, Baca Beberapa Bukti yang Menunjukkan Ahok Mencintai Islam, Nomor 4 Bikin Kagum..
Pekanbaru, Riau24.comSalah satu pasangan calon yang beragama non-muslim, Basuki Tjahaya Purnama, mendapat ujian berat menjelang Pilkada serentak tahun 2017 ini.

Pemantiknya adalah sebuah video yang berisi pidato beliau di kepulauan Seribu yang dianggap oleh sebagian kalangan muslim telah menghina salah satu ayat suci Al-Quran.

Atas insiden tersebut, banyak masyarakat yang geram. Berbagai gerakan penolakan terhadapnya kian bergolak, datang bergelombang.
Paling menyita perhatian tentu saja aksi bela Islam yang telah digalakan hingga berjilid-jilid itu dan, konon, diikuti oleh 7 juta umat muslim yang ada di Jakarta. Nah, dari sini muncul pertanyaan, “Benarkah pak Ahok menghina umat Islam?”

Meski beliau beragama non-muslim, tepatnya Kristen Protestan, namun hal itu tak menyurutkan semangat beliau untuk banyak berkontribusi bagi umat Islam. Bahkan, jasa-jasa beliau paling besar dipusatkan terhadap agama yang mayoritas dianut oleh penduduk DKI ini. 

Maka sebelum menghakimi beliau, ada baiknya kamu ketahui dulu 5 jasa besar beliau bagi umat Muslim Jakarta

1. Membangun masjid-masjid yang serba pertama di Ibu Kota Jakarta

Masjid yang berada di bilangan Jalan Raya Daan Mogot, Cengkareng, Jakarta Barat ini punya nama resmi Masjid Raya Daan Mogot. 

Masjid ini sekaligus menjadi masjid raya pertama yang dimiliki oleh provinsi istimewa Jakarta. Masjid yang tengah memasuki tahap penyelesaian akhir itu, dikabarkan akan diresmikan langsung oleh pak presiden pada tanggal 16 April tahun ini.


Masjid Raya Daan Magot menganut konsep budaya betawi. Lihat saja arsitektur atap bangunan yang mirip dengan rancangan rumah adat khas suku tersebut. Bukan hanya difungsikan sebagai tempat ibadah, di masjid ini juga akan didirikan ruang pertemuan yang menampung hingga 1000 orang, rumah susun, sekolah, hingga pasar. Sehingga, nantinya kawasan ini diharapkan dapat menjadi pusat kawasan terpadu.

Selain Masjid Raya Daan Magot, satu lagi masjid yang berhasil dibangun pada eranya adalah Masjid Fatahillah. Masjid ini dibangun untuk mengakomodir kebutuhan beribadah para PNS DKI, khususnya ketika shalat jumat. Mushala yang tersedia tak cukup menampung para jemaah yang harus berdesak-desakan pada hari itu.

Miris, ketika mengetahui bahwa selama puluhan tahun Jakarta dipimpin oleh seorang muslim, baru pada era gubernur non-muslimlah didirikan masjid-masjid penting seperti ini.

Memang, secara teknis rencana pembangunan kedua masjid ini memang telah digagas sejak awal kepemimpinan beliau bersama mantan gubernur DKI yang kini menjabat sebagai Presiden RI, Jokowi. Namun, pak Ahok telah berjanji untuk sesegera mungkin merampungkan masjid tersebut. Dan beliau menepati janjinya.
 

2. Menutup tempat maksiat legendaris

Perbuatan paling fenomenal ini pernah mendapat porsi perhatian yang lebih di media cetak dan online selama beberapa pekan. Sebuah lokasi hiburan esek-esek yang bertempat di Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara tersebut, kini tinggal nama saja. Puluhan wisma dan diskotek di sepanjang jalan daerah tersebut, kini luluh lantak digerus excavator dan alat-alat berat.
 

5 Sumbangsih Besar Ahok Pada Muslim

Tempat yang sejak awal abad ke-20 telah menjadi pusat perjudian dan hiburan selangkangan ini berhasil digusur, dalam artian yang sebenarnya, oleh seorang Ahok. Padahal pelacuran jelas hal yang diharamkan dalam agama Islam. Tapi, ke mana para gubernur muslim Jakarta yang pernah menjabat sebelumnya?

Hanya berselang setahun sejak penggusuran, tempat yang dulunya menjadi ajang jual beli bisnis pelacuran ini, sekarang resmi disulap menjadi Ruang Publik Terbuka Ramah Anak dan Ruang Terbuka Hijau. 
 

3. KJP spesial untuk santri madrasah dan pesantren

Sejak tahun lalu, pemerintah DKI telah menganggarkan KJP khusus sekolah Islam alias madrasah, (mulai jenjang ibtida’yah hingga Aliyah) khususnya yang swasta, dengan total anggaran mencapai Rp2,5 triliun.


Ini adalah bentuk keprihatinan Ahok lantaran mereka yang bersekolah di madrasah ini tak banyak mendapat bantuan operasional. Padahal, jika dicermati barang sesaat saja, kita pasti tahu bahwa mereka yang menimba pendidikan di sini umumnya berasal dari keluarga yang kurang mampu.

Ia, lebih lanjut, ingin agar guru-guru madrasah mendapat gaji yang layak. Sehingga, jika kebutuhan ekonomi para murid terpenuhi, mereka juga akan semakin giat dan semangat mencerdaskan para santri. Mereka mendapat gaji UMR DKI senilai Rp 3,1 juta per bulannya. 

Ia juga berkomitmen untuk membiayai para santriwan dan santriwati yang ingin masuk pesantren di luar Jakarta. Menurutnya, langkah demikian justru bagus dalam rangka menyerap pendidikan agama dari daerah yang bersangkutan selain untuk dalam rangka menjalin hubungan yang lebih baik dengan daerah tersebut.
 

4. Hadiah umroh dan insentif bulanan bagi marbut

Satu terobosan yang sebelumnya tak pernah dilakukan bahkan oleh gubernur di daerah lain. Yaitu, memberangkatkan umroh bagi marbut alias penjaga masjid atau mushala. Program ini dibentuk sebagai apresiasi pemerintah DKI terhadap para penjaga masjid yang dinilai telah berkontribusi besar terhadap kemakmuran tempat ibadah umat muslim.
 

Program yang telah diusulkan sejak tahun 2013 ini bukan hanya pepesan kosong belaka. Sejak tahun 2014, 30 marbut yang beruntung telah diberangkatkan ke Tanah Suci. Setahun kemudian naik jadi 40, dan tahun lalu sudah ada 50 orang. Untuk tahun ini, Insya Allah, kuota akan diperbanyak.

Lah, dananya dari mana? Dananya sendiri berasal dari dana hibah Pemprov DKI untuk kemudian dititipkan oleh Dewan Masjid Indonesia (DMI) daerah DKI. Nah, pihak DMI inilah yang bertugas menyeleksi marbut yang beruntung. Selain umrah, para marbut di era kepemimpinan pak Basuki juga “kecipratan” insentif, sebesar Rp500 ribu/bulan per kepala.

Syarat untuk mengikuti program ini adalah bisa mengumandangkan azan, menjadi imam shalat, dan hafal surat-surat pendek minimal 10 surat. DMI juga akan melihat masa bakti marbut tersebut, sehingga mereka yang berpeluang besar untuk umroh biasanya yang telah berusia lanjut. Terakhir, marbut harus memiliki rekening bank. Sehingga uang insentif yang diberikan langsung ditransfer setiap bulannya ke rekening masing-masing.

Program ini murni digagas oleh pak Basuki. Sebab, sebelum terjun menjadi cawagub DKI, beliau juga pernah menjalankan program serupa di tanah kelahirannya, Belitung. Tak ada gubernur lain yang memikirkan ide mulia seperti ini. Mungkin mereka menganggap bahwa mengumrohkan marbut tak akan menaikkan elektabilitas mereka.
 

5. Mempercepat jam pulang siswa/siswi dan PNS Pemprov DKI

Satu hal yang terbilang remeh, namun sangat berarti bagi warga muslim di DKI adalah ketika pak Ahok menerbitkan keputusan Gubernur yang mengatur jam kerja para PNS di lingkungan Pemprov DKI Jakarta selama bulan Ramadhan 2016. Isinya adalah menyatakan bahwa jam kerja PNS yang sebelumnya baru diperbolehkan pulang pada pukul 16.00 WIB, kini sudah dapat meninggalkan kantor dua jam lebih awal, atau pada pukul 14.00 WIB.


Bukan hanya PNS saja. Atas izin Dinas Pendidikan DKI Jakarta, semua murid setingkat SD hingga SMA juga diperbolehkan pulang lebih awal, yakni pukul 13.30 WIB.

Meski bukan non-muslim, namun beliau sangat memahami keinginan warganya yang ingin dapat berkumpul bersama keluarganya di setiap waktu berbuka puasa. Sebab, jika para PNS harus pulang pada waktu yang biasanya, mereka rata-rata tak mampu untuk tiba di rumah tepat pada waktunya. Penyebabnya? Tak lain dan tak bukan karena macet di Jakarta yang kian hari kian menggila. Apalagi bulan Ramadhan, terutama menjelang berbuka. Beuh.

Tuh, jasa beliau terhadap umat Muslim DKI Jakarta luar biasa besar bukan? Janganlah kebencian kita terhadap seseorang membuat kita gelap mata dan menjatuhkannya habis-habisan tanpa sedikit pun mempertimbangkan bukti dan sumbangsih yang telah ia berikan untuk kebaikan rakyat banyak, khususnya provinsi istimewa Jakarta.     (***)




R24/dev 

 

Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).
loading...

Berita News24xx

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru