riau24 Biaya Operasi Novel Baswedan Capai Setengah Miliar | Berita Riau
Minggu, 30 April 2017

Intimidasi KPK

Biaya Operasi Novel Baswedan Capai Setengah Miliar

0
Novel Baswedan
Berita Riau -  Biaya Operasi Novel Baswedan Capai Setengah Miliar

Riau24.com, Jakarta - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Laode Muhamad Syarif mengatakan biaya operasi dan pengobatan mata Novel Baswedan mencapai Rp 400 juta. Kornea mata penyidik senior KPK itu terluka parah.


"Mata kiri kena stage 4, itu stage paling rusak, kalau kanan stage 3," kata Laode di Ruang Rapat Komisi III DPR, Senin malam 17 April 2017.

"Mata kiri kena stage 4, itu stage paling rusak, kalau kanan stage 3," kata Laode di Ruang Rapat Komisi III DPR, Senin malam 17 April 2017.

Tim dokter yang menangani Novel, menurut Laode, terdiri dari ahli kebakaran kimia dan ahli kornea. Novel terkena serangan berupa penyiraman air keras ketika berjalan kaki pulang dari salat subuh berjamaah di masjid pada Rabu, 11 April 2017 lalu.

Laode melanjutkan, zat yang mengenai mata Novel bersifat asam. Daya rusak cairan itu sebetulnya sudah berhenti, namun kemampuan tumbuhnya sel yang rusak masih terbilang sangat lambat.
"Dokter menyebut ada kemungkinan pencakokan mata," kata Laode.

Nah, pencakokan itu akan memakan biaya sekitar Rp 400 juta. "Dokter bilang Rp 400 jutaan, jadi memang agak berat," kata Laode.

Karena asuransi KPK tidak mencakup pengobatan di luar negeri, komisi antirasuah telah meminta Presiden Joko Widodo menanggung biaya itu, dan Jokowi menyanggupinya.

Di tengah penjelasan Laode, Ketua Komisi III, Bambang Soesatyo, menanyakan tentang pembiayaan oleh Presiden. "Sebetulnya ada mekanisme yang diperlukan, itu cukup meminta tambahan ke Menteri Keuangan, sehingga tidak menyulitkan Presiden," kata politikus Partai Golkar itu di rapat.

Dwi Ria Latifa, Anggota Komisi III asal PDI Perjuangan, juga mempertanyakan hal serupa. "Apakah tidak ada rumah sakit di Indonesia yang bisa menangani hal ini?" katanya di ruangan yang sama.

Laode lalu menjelaskan ihwal asuransi itu. Bisa saja KPK membayar Novel. Toh, kata Laode, KPK punya cukup dana. "Tapi di luar coverage asuransi akan menjadi temuan BPK," kata Laode merujuk Badan Pemeriksa Keuangan.

Ihwal mengapa harus di Singapura, menurut Laode, justru dokter di Jakarta yang merujuk ke Singapura. "Juga, tidak semua obat ada di Indonesia, tidak semua obat bisa diimpor karena harus mendapatkan izin dari Badan POM (Pengawasan Obat dan Makanan)," ujar Laode.


R24/zdy

Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).
loading...

Berita News24xx

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru

Versi Mobile

   Riau24.com
                       Informasi Anda Genggam