riau24 Surat Teguran Diabaikan, Operasi Pekat Satpol PP Rohul Berhasil Menjaring Dua Wanita dan Pemilik Kafe | Berita Riau
Selasa, 26 September 2017

Operasi Penyakit Masyarakat

Surat Teguran Diabaikan, Operasi Pekat Satpol PP Rohul Berhasil Menjaring Dua Wanita dan Pemilik Kafe

0
Surat Teguran Diabaikan, Operasi Pekat Satpol PP Rohul Berhasil Menjaring Dua Wanita dan Pemilik Kafe
Berita Riau -  Surat Teguran Diabaikan, Operasi Pekat Satpol PP Rohul Berhasil Menjaring Dua Wanita dan Pemilik Kafe
Rohul, Riau24.comGiat operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) yang dilakukan personil Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Rokan Hulu (Rohul) Riau, Senin malam 17 April 2017 ke sejumlah kafe dan warung remang-remang,  kembali berhasil menjaring dua wanita malam dan pemilik kafe.

Dari informasi yang dihimpun awak media, penyisiran personil Satpol PP ke sejumlah kafe di kecamatan Rambah setelah Satpol mengirim tiga kali surat peringatan kepada pemilik dan pengelola kafe itu.
 

Kendati sudah diperingatkan sebanyak tiga kali, ternyata masih ada kafe yang beraktifitas di Jalan Lingkar KM 4 Pasir Pengaraian, sehingga petugas pun langsung menggelandang dua wanita pelayan kafe itu, yakni berinisial De (23) dan Ev (25) serta pemilik kafe berinisial Kar (40).


Baca Juga :
84 Personil Polisi Disiagakan Dalam Laga Kandang Persih di Liga 2 

 

Selain membawa dua pelayan dan pemilik kafe, personil Satpol PP juga mengamankan seperangkat alat musik karaoke.

Menurut Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasat Pol PP) Rohul, Drs Yusri, M.Si melalui Kabid Penegakan Perda Samsul Kamal,SH mengatakan para pemilik kafe di wilayahnya sudah diberi peringatan sebanyak tiga kali dan diberi waktu seminggu untuk menutup usaha kafe, namun ternyata masih ada yang membandel, sehingga harus diberi tindakan hukum.

“Kita sudah beri toleransi tiga kali surat peringatan kepada pemilik atau pengelola kafe untuk menutup usahanya, ternyata masih ada yang tidak mengindahkan, sehingga harus diberi tindakan tegas dengan mengajukan ke Pengadilan,” kata Samsul Kamal, Selasa 18 April 2017.

Disebutkannya, setelah memeriksa keterangan tiga orang yang diamankan itu, penyidik akan melanjutkan kasus itu ke pengadilan dengan menetapkan pemilik kafe berinisial Kar sebagai tersangka, sementara terhadap dua wanita pelayan kafe ditetapkan sebagai saksi.

“Sudah dilakukan pemberkasan dan P21, pemilik kafe sebagai tersangka dan dua wanita pelayan ditetapkan sebagai saksi, sementara seperangkat alat musik sebagai barang bukti,” kata Samsul.

Selain itu, penyidik juga telah mendata dan mengukur bangunan kafe yang menjadi aktifitas pelanggaran Perda tersebut dan akan dilanjutkan dengan memohon surat Pengadilan untuk dilakukan penyegelan serta penyitaan.

“Tersangka pelanggaran perda Pekat Rohul itu, merupakan Tindak Pidana Ringan (Tipiring) yang diancam dengan hukuman 3 sampai 6 bulan penjara atau membayar denda sebesar Rp 25 juta sampai Rp 50 Juta,” tegas Samsul.     (***)



R24/ags 


Loading...

Bagikan : #Tagline News : Riau | Berita Riau | Berita Pekanbaru | Berita Kampar | Berita Siak | Berita Inhu | Berita Inhil | Berita Bengkalis | Berita Rohil | Berita Meranti | Berita Dumai | Berita Kuansing | Berita Pelalawan | Berita Rohul | Berita Internasional | Advertising Pekanbaru
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).
loading...

Berita News24xx

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru