riau24 Menjamurnya Go Jek (Bisnis E-Commerce) Dan dampak kepada pelaku ojek biasa (Bisnis Tradisional) | Berita Riau
Selasa, 26 September 2017

Opini

Menjamurnya Go Jek (Bisnis E-Commerce) Dan dampak kepada pelaku ojek biasa (Bisnis Tradisional)

0
Suhardiman.
Berita Riau -  Menjamurnya Go Jek (Bisnis E-Commerce) Dan dampak kepada pelaku ojek biasa (Bisnis Tradisional)
Riau24.com, Pekanbaru Kita tidak lagi asing mendengar istilah untuk ojek online atau model bisnis baru yang muncul di abad ke 20 ini atau Go Jek. Karena memang kabar atau informasi tentang bisnis ini sudah seringkali kita dapatkan baik melalui media sosial, media elektronik, media cetak bahkan obrolan dari mulut ke mulut. Baik dari segi manfaatnya bahkan dari kasus-kasus yang sering diberitakan di televisi yang sehari-hari mayoritas kita menggunakan alat tersebut untuk meneduhkan pandangan, menghilangkan lelah dimana seharian sibuk dengan aktivitas kita.


Namun, pernahkah timbul pertanyaan dalam benak kita misalnya Bagaimana sebenarnya model dari bisnis ojek online atau Go Jek ini ? bagaimanakah mekanisme dalam berbisnis seperti ini ? apa dampak ekonomi baik bagi produsen dan konsumen serta pihak terkait lainnya? serta dampak dari model bisnis online ini terhadap pelaku ojek tradisional ? dan sebenarnya bagaimana aturan hukum di negeri ini dalam mengatur model bisnis baru ini ? sejak kapan model bisnis seperti ini muncul dan bisa dirumuskan sehingga tampak jelas pemakai dan pelaku nya sudah menjamur dan dengan berbagai varian dalam berbisnis ini ? inilah sedikit penulis ingin menguraikan sebagaimana pertanyaan-pertanyaan yang ada diatas, guna untuk menambah wawasan kita bersama dan mempertajam analisis kita terhadap model bisnis online ini.


Dewasa ini, tanah air mulai marak membahas fenomena Go-Jek, siapa yang menyangka ojek yang biasanya hanya bisa di dapati pada pos-pos tertentu, kini bisa membentuk sebuah jaringan terintegrasi yang melayani masyarakat dengan cepat. Kesederhanaan ide Go-Jek telah menjadikan sebuah kekuatan yang brilian. Selain itu, Go-Jek mampu menyerap banyak pelanggan dengan sangat cepat. Pelanggan jasa ini umumnya berasal dari berbagai kalangan dari berbagai latar belakang yang saat ini umumnya masih berstatus warga jabodetabek. Mulai dari pebisnis, pengusaha hingga ibu rumah tangga dan pelajar, para pelanggan ini rela mengeluarkan uang yang lebih tinggi dari harga ojek pada umumnya dikarenakan pelayanan yang memuaskan.


Dengan memaksimalkan teknologi dan pelayanan pelanggan melalui sebuah web aplikasi, Go-Jek telah menjadi altertif kendaraan umum yang mampu mengakomodir kebutuhan para konsumen, yakni jasa pengantaran orang atau barang yang murah, aman dan cepat.


Fakta menarik dari Go-Jek adalah kenyataan bahwa usaha ini berkembang begitu cepat melalui peranan penting teknologi. Go-Jek menggunakan jasa internet untuk memasarkan pelayanan mereka, termasuk untuk pemesanan jasanya. Selain itu, Go-Jek juga memberikan pilihan pelayanan yang diinginkan. Mereka memaksimalkan kehadiran mereka lewat beragam social media popular di Indonesia seperti facebook, twitter, dan instagram untuk menyebarluaskan jasa mereka dari akun social media satu ke akun social media lainnya. Mereka juga bekerja sama dengan situs-situs belanja online untuk mengantarkan barang hasil belanja pembeli yang mau menggunakan jasa ojek untuk menghemat waktu pengantaran barang.


Inefisiensi jasa ojek konvensional menjadi peluang bagi Go-Jek untuk berinovasi menciptakan layanan jasa dengan menggunakan aplikasi yang bersifat realtime yang kini menjadi pilihan masyarakat urban. Go-Jek juga telah berhasil menciptakan imej di mata masyarakat, merubah mindset masyarakat serta menciptakan gaya hidup baru dalam menggunakan transportasi umum. GO-JEK merupakan perusahaan penyedia jasa layanan transpotasi dengan menggunakan armada Motor yang saat ini telah memimpin revolusi industri transportasi Ojek di wilayah jabodetabek.


Go-Jek Indonesia didirikan oleh Nadiem Makarim dan Michaelangelo Moran dan mulai beroperasi di Jakarta sejak tahun 2011. Go-Jek menghubungkan antara pengguna jasa dengan tukang ojek melalui aplikasi GO-JEK yang dapat diakses melalui smartphone. Para pelanggan cukup mengunduh aplikasi tersebut dan memesan lewat ponsel. Dengan aplikasi tersebut, konsumen dapat mengetahui kisaran tarif yang harus dibayar, dan juga bisa melacak keberadaan ojek yang dipesan melalui GPS yang ada di aplikasi ataupun menghubunginya langsung. Sistem pembayarannya dilakukan secara non tunai dengan sistem kredit yang bisa di top up melalui aplikasi.


GO-JEK bermitra dengan para pengendara Ojek berpengalaman di Jabodetabek, Bandung, Bali & Surabaya yang menawarkan sebuah solusi dalam pengiriman barang, pesan antar makanan, berbelanja dan berpergian di tengah kemacetan.Melalui slogannya yaitu An Ojek for Every Need, Go-Jek tidak hanya menyediakan layanan transportasi angkutan penumpang, namun juga melayani jasa kurir yang digunakan untuk pengiriman dokumen dan barang, lalu ada jasa belanja dan Go-Food untuk pesan antar makanan. Tidak berhenti sampai disitu saja, jelang lebaran ini, Go-Jek meluncurkan layanan Go-World yang menawarkan tiga layanan baru, yaitu jasa pembersih untuk bersih-bersih rumah atau kantor, kemudian jasa pijat untuk pijat panggilan, dan jasa kecantikan layaknya salon keliling. Semua jenis layanan dapat dipesan oleh pelanggan lewat aplikasi.


Secara singkat dapat diartikan, Go jek adalah aplikasi yang membantu Anda untuk memesan transportasi motor yang biasa orang Indonesia sebut Ojek. Go jek business model sebenarnya hampir sama dengan platform pemesanan transportasi kendaraan lainnya, seperti Grab dan Uber, dimana pengguna dapat memesan transportasi kendaraan dari satu tempat ke tempat lainnya.Go jek telah marak dibicarakan karena kesuksesan dan kontroversi-nya. Perbedaan utama dengan ojek pada umumnya dioperasikan individu dan tidak ada aturan pemerintah untuk menetapkan standar dan harga.


Menurut penulis, dengan uraian di atas terkait model bisnis baru yang di kenal sebagai go-jek ada tumpang tindih dalam arti ekonomi, kenapa ? Dari sisi produsen, mereka sangat di untungkan karena meminimalisir biaya untuk pengadaan armada, seperti sepeda motor yang digunakan sebagai alat operasional yang tidak mereka adakan, dan biaya-biaya lainnya. Yang produsen tawarkan adalah sebuah sistem untuk menjadi pegawai mereka atau operator dari sistem yang mereka buat, dan menyediakan sistem untuk calon pelanggan dalam mengorder apa yang mereka butuhkan. Ini boleh dikatakan sebuah revolusi dalam jasa transportasi bermotor. Dari sisi konsumen, dengan perubahan perilaku dan perubahan dalam cara berfikir yang ingin cepat, praktis dan tidak sulit, inilah yang menjadikan jasa Go Jek ramai digunakan.


Dibalik kemudahan dan keuntungan yang ditawarkan oleh perusahaan jasa baru ini ada juga menurut penulis, dampak bagi yang tidak menjadi operator dari Go Jek ini yakni kurangnya interaksi antara pelanggan dan penawar jasa ojek, serta pemakai jasa ojek biasa sudah tidak lagi ingin menggunakan jasa ojek biasa, dan tentu ini merugikan satu pihak, yakni pihak ojek biasa. Sisi lainnya adalah tidak adanya aturan yang mengatur standarisasi harga dan kualitas pekerja yang menjadi pelaku dalam model bisnis ini, serta tidak adanya jaminan keselamatan bagi pemakai jasa model bisnis baru ini.


Dampak dari adanya perusahaan jasa seperti Go Jek ini bukan hanya kepada jasa ojek biasa saja, namun kepada jasa angkutan lainnya mulai dari angkot, angkutan umum lainnya, bahkan jika ada di kota-kota seperti becak, delman dan lainnya. Ini lah yang menjadi kisruh yang pernah di beritakan oleh media televisi sebuah benturan antara pelaku dari perusaahan Go Jek ini dengan beberapa angkutan umum lainnya. Pertanyaan kita adalah ke mana pihak terkait di saat kekisruhan di elemen pekerja terjadi ? inilah menurut penulis satu sisi yang kurang baik bagi elemen kerja bawahan dan menyenangkan elemen atas atau pihak-pihak atasan yang terkait.


Jika di kalkulasikan dengan uang semata-mata, memang harus kita akui faktanya adalah ratusan ribu yang didapatkan oleh pelaku perusahaan Go Jek ini dalam sehari bahkan lebih, namun di balik keuntungan yang besar di dapatkan itu, didapatkan oleh segelintir orang saja, sedangkan di segelintir orang lainnya dan sistem angkutan lain yang sudah terbangun selama ini menjadi cenderung kurang di minati dan justru menghancurkan.


Disini penulis bukan anti terhadap modernisme, namun penulis menelisik lebih dalam dampak yang tersirat dari perusahaan jasa Go Jek ini. Sifat dari dampak memang seperti absurt, namun akal mengatakan bahwa ada kesenjangan yang terjadi karena adanya perusahaan jasa Go Jek ini. Yang paling tampak oleh penulis adalah dimana pihak perusahaan hanya duduk dibelakang layar bersama dengan petinggi-petinggi negara ini yang terkait, sedangkan hari ini yang cek-cok atau berkelahi adalah mayoritas pekerja yang merupakan bangsa Indonesia.


Penulis amat sedih melihat banyak orang yang mengadukan keluh kesah mereka dimana mereka sebenarnya hanya satu kebutuhan paling mendasar dari mereka adalah ingin memenuhi kebutuhan hidup individu mereka. Ini saja. Sedangkan perwakilan rakyat di pemerintahan kurang untuk memperhatikan dengan tindakan yang aktual yang bukan bualan belaka. Masyarakat menengah kebawah memang tidak pandai bermain kata, tidak juga mengerti bagaimana berdiplomasi yang baik, dan bahkan mereka terbutakan dengan buaian harapan masa depan cerah, yang mana semua nya itu hanyalah bersifat potensi, yang terpenting adalah sekarang bagimana pemerintah beserta kelompok yang memiliki kesanggupan untuk menampung dan menindaklanjuti keinginan khalayak masyarakat banyak dalam memenuhi kebutuhan hidup mereka. Bukankah negara ini memiliki dasar negara yang poin ke limanya adalah keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia. Penting menjadi catatan adalah poin kelima di khususkan untuk rakyat indonesia.


Kesimpulan penulis dalam tulisan kali ini adalah perusahaan jasa Go Jek merupakan revolusi baru dalam perusahaan jasa angkutan yang hingga hari ini menjadi pemuncak dalam pertarungan model bisnis seperti ini. Namun belum ada pengaturan baik dari standar dan harga oleh pemerintah. Dan faktanya adalah perusahaan Go Jek tidak termasuk dalam jasa angkutan umum, namun pada kondisi lapangannya perusahaan ini bergerak sebagaimana jasa angkutan umum. Inilah penting untuk di tertibkan melalui pemerintah yang memiliki peran didalamnya. Sehingga kesenjangan, kekisruhan dan lain-lain tidak terjadi dan terulang kembali terjadi.


Dan perlu juga penulis ingatkan kepada pengguna jasa ini baiknya untuk menelisik lebih dalam menggunakan jasa baru agar sistem bernegara tinjauan ekonomi tidak menjadi timpang. Untuk pemerintah khususnya, baiknya strategi dalam menganalisa bagaimana perubahan perilaku masyarakat dan apa yang menjadi kebutuhan dapat diambil perannya oleh pemerintah dari sisi wewenang yang dimiliki oleh pemerintahan. Seperti kasus persaingan bisnis seperti Go Jek ini, tidak akan ada asap, jika tidak api. Tidak akan ada perubahan mindset dari masyarakat Indonesia, jika tidak ada yang membentuk pemikiran masyarakat Indonesia. Seperti kata Hegel, sebuah peristiwa jangan hanya dipandang sebagai sebuah peristiwa yang tegak seperti itu saja, namun ada nalar atau ada ide yang dibangun dan terbangun dibalik sebuah peristiwa.


Yang paling berperan dan menjadi wakil dari ratusan juta mayarakat indonesia ini adalah pemerintah dalam mengawal keBhinnekaan, republik indonesia, mereka lah yang paling mampu dan berwenang dalam memberikan pengawasan dan lain-lain sehingga menjadi dampak yang baik dan adil buat seluruh bangsa indonesia, mereka lah wakil kita dalam menampung, memproses dan memberikan hasil dari apa yang menjadi tuntutan bangsa indonesia dari berbagai lini, ekonomi khususnya. Sehingga solusi terbaik adalah bahu membahu dalam memberikan kontribusi dalam pembangunan dan kemajuan bangsa indonesia, sehingga kemampuan hidup bersama didalam banyak perbedaan, itulah Bhinneka Tunggal Ika.


Suhardiman
Penulis adalah mahasiswa aktif jurusan Manajemen Fekonsos UIN Suska Riau, Sekretaris Umum HMI Komisariat Fekonsos UIN, Mantan Ketua BLM Fekonsos UIN Suska Riau 2015-2016.


Loading...

Bagikan : #Tagline News : Riau | Berita Riau | Berita Pekanbaru | Berita Kampar | Berita Siak | Berita Inhu | Berita Inhil | Berita Bengkalis | Berita Rohil | Berita Meranti | Berita Dumai | Berita Kuansing | Berita Pelalawan | Berita Rohul | Berita Internasional | Advertising Pekanbaru
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).
loading...

Berita News24xx

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru