riau24 Kasus Curat Disinyalir Janggal, Keluarga Pelaku Praperadilankan Polsek Ujung Batu | Berita Riau
Sabtu, 21 Oktober 2017

Kasus Peradilan

Kasus Curat Disinyalir Janggal, Keluarga Pelaku Praperadilankan Polsek Ujung Batu

0
Kasus Curat Disinyalir Janggal, Keluarga Pelaku Praperadilankan Polsek Ujung Batu
Berita Riau -  Kasus Curat Disinyalir Janggal, Keluarga Pelaku Praperadilankan Polsek Ujung Batu
Rohul, Riau24.comKasus pencurian dengan pemberatan (curat) melibatkan Mitun Marpaung dan Riko Simangunsong warga Desa Ngaso, Kecamatan Ujung Batu disinyalir janggal.

Keluarga pelaku praperadilkan Polsek Ujung Batu, dimana dalam sidang yang dilaksanakan pada umat 21 April 2017 dengan agenda sidang pembacaan jawaban dari termohon yakni pihak Polsek Ujung Batu.
 

Penasehat Hukum (PH) dari Mitun Marpaung yaitu Pandapotan Marpaung mengatakan sidang akan dilanjutkan, pada Selasa 25 April mendatang dengan agenda pembacaan replik dari Penasehat Hukum (PH) Mitun Marpaung, Pandapotan Marpaung dan Henra Marpaung selaku pemohon.
 

"Gugatan praperadilan ini berawal dari laporan Ester Novika Situmeang ke Polsek Ujung Batu, yang mengaku kehilangan uang sebesar Rp 40.900.000 yang diletak di jok sepeda motor Honda Beat hitam BK 2610 AEF diparkir di depan rumah korban, pada Kamis 9 Maret 2017 lalu sekitar pukul 08.30 WIB," jelasnya.

Lanjutnya, dari laporan tersebut, serta mengambil keterangan dari saksi-saksi, sekitar pukul 11.30 WIB dihari yang sama, Unit Reskrim Polsek Ujung Batu mengamankan dua orang yang diduga sebagai pelaku, yakni Mitun Marpaung dan Riko Simangunsong di Jalan Lingkar Desa 1.

Selain mengamankan kedua orang yang diduga sebagai pelaku, pihak kepolisian juga mengamankan uang sebesar Rp 29 juta yang ditaruh didalam jok sepeda motor milik Mitun Marpaung.

Ia mengaku, pihaknya mengajukan gugatan praperadilan atas Polsek Ujung Batu, karena proses penangkapan kliennya yang tidak sesuai SOP kepolisian.

"Melalui praperadilan ini kami ingin keadilan ditegakkan. Ada banyak kejanggalan dalam penangkapan klien kami Mitun Marpaung. Poin pertama, korban membuat laporan via telepon, kemudian setelah dilakukan penangkapan, korban baru membuat laporan resmi di Polsek Ujung Batu," katanya.

Bukan hanya itu saja, ditambahnya, kejanggalan lainnya pada saat penangkapan tersebut, kliennya belum pernah diminta keterangan sebagai saksi terlapor, serta tidak ada saksi fakta yang menyebutkan bahwa kliennya sebagai pelaku curat tersebut.

"Hal ini yang harus kami perjuangkan, kami menilai pihak Polsek Ujung Batu tidak menjalankan SOP saat penangkapan klien kami tersebut," terangnya.

Pandapotan Marpaung yang didampingi Henra Marpaung mengaku, ‎prapradilan ini semata-mata demi kepentingan hukum kliennya.

"Secara garis besar kita dapat informasi bahwa laporan masuk kekoplisian itu melalui telpon 9.30 Wib kemudian 11.30 Wib klien kita sudah ditangkap, dalam artian hanya ada rentan waktu sekitar dua jam , penetapan tersangka, gelar perkara, pencarian dua alat bukti yang cukup, dalam waktu dua jam. Kita menghormati proses dari kepolisian yang cepat, tapi kita juga punya intuisi sebagai pengacara, apa iya dalam waktu dua jam penetapan tersangka," terangnya.

Sementara, ayah kandung Mitun Marpaung, Jalang Marpaung, uang sebesar Rp29 juta yang dijadikan barang bukti oleh pihak Polsek Ujung Batu, merupakan uang titipan dari salah seorang anggota Koperasi CU Seiya Sekata cabang Jalan Jelutung bernama B Sinaga.

Lanjutnya,uang tersebut dititipkan oleh B Sinaga kepada Mitun Marpaung pada 27 Januari 2017 lalu, namun belum distorkan ke brankas koperasi.

"Anak saya ini bekerja di Koperasi CU Seiya Sekata cabang Jalan Jelutung Ujung Batu. Beberapa bulan lalu, anak saya menerima uang Rp29 juta dari salah seorang anggota bernama B Sinaga. Uang itu diserahkan lengkap dengan kwitansi, buku rekening dan saksinya, itu bisa kami buktikan," tegasnya.

Masih ditempat yang sama, Kapolsek Ujung Batu, Kompol Kari Amsah Ritonga SIK SH melalui Ipda Agus mengaku pihaknya sudah menjalakan proses hukum dan penangkapan terhadap pelaku sesuai SOP.

"Gugatan Praperadilan tersebut merupakan hak pelaku, yang jelas kami sudah menjalankan tugas sesuai prosedur ," tutupnya.   (***)




R24/ags 

 


Loading...

Bagikan : #Tagline News : Riau | Berita Riau | Berita Pekanbaru | Berita Kampar | Berita Siak | Berita Inhu | Berita Inhil | Berita Bengkalis | Berita Rohil | Berita Meranti | Berita Dumai | Berita Kuansing | Berita Pelalawan | Berita Rohul | Berita Internasional | Advertising Pekanbaru
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).
loading...

Berita News24xx

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru