Senin, 21 April 2014
RUU Komponen Cadangan Pertahanan Negara Boleh, Asal...
0
RUU Komponen Cadangan Pertahanan Negara Boleh, Asal...
Jakarta, (Riau24) ----Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat sedang membahas Rancangan Undang-Undang Komponen Cadangan Pertahanan Negara. Namun, RUU tersebut menimbulkan polemik pro dan kontra di masyarakat.

RUU tentang Pertahanan Negara, termasuk di dalamnya Wajib Militer (Wamil), belum dianggap perlu. Namun, oleh yang pro dengan RUU tersebut, Wamil dipandang penting sebagai bentuk antispasi atas gangguan keamanan dari luar negeri yang datang secara tiba-tiba.

Ketua Komisi IX DPR, Ribka Tjiptaning, setuju dengan RUU Komponen Cadangan Pertahanan Negara, jika tujuannya untuk membela kepentingan dan pertahanan serta kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Namun, jika hanya untuk pengalihan isu dan menjaga kepentingan kapitalis, ia akan menolak dengan keras.

“Intinya, kalau untuk membela negara saya setuju. Saya belum lihat pasal per pasal, yang penting tujuannya. Saya setuju kalau untuk membela negara, tetapi jangan untuk kepentingan asing,” kata Ribka Tjiptaning, dalam perbincangan dengan Pro 3 RRI, Senin (3/6/2013).

Dalam RUU itu mengatur, di antaranya pada pasal 8 ayat 1 dan 2, bahwa pegawai negeri, buruh dan pekerja swasta, yang mengikuti Wajib Militer. Bagi politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini, jika hanya diperuntukan golongan tertentu, maka akan salah tujuan.

Alih-alih untuk memikirkan RUU itu, pemerintah lebih baik meningkatkan kesejahteraan buruh dan tentara, agar tidak dimanfaatkan pihak lain. Ia mencontohkan kasus perbudakan yang heboh di Tangerang, di mana ada anggota keamanan terlibat, padahal tugas mereka adalah melindungi masyarakat.

“Sudahlah, penuhi saja kesejahteraan buruh dan tentara. Kesejahteraan belum layak, maka rawan akan dipakai oleh pihak lain seperti di Freeport atau Newmont,” tegasnya. (R24/Ism/rri)

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     
riau24_zfkpd_648.jpg
Pajak adalah pungutan paksa yang dilakukan oleh satu pihak, yang merusak transaksi muamalat, dan menambah harga yang tidak ada imbal-baliknya. Pajak adalah riba yang diharamkan dalam Islam.
riau24_j2mgg_640.jpg
Bangunan kos-kosan 70 Pintu yang terletak di Jalan Puyuh Kelurahan Kampung Melayu Kecamatan Sukajadi, dianggap tidak menaati aturan.
riau24_ptdmv_657.jpg
Tak seperti vagina, anus atau dubur memang tidak dipersiapkan untuk berhubungan seksual. Akibatnya, kebiasaan melakukan seks anal bisa menimbulkan bahaya kesehatan, mulai dari infeksi hingga kanker anus.
riau24_hgbwe_644.jpg
Saat ini ditengah hiruk pikuk pesta demokrasi lima tahunan di Indonesia, penulis mencoba mengamati secara sederhana beragam metode kampanye yang dilakukan dan dapat dilakukan oleh para kontestan pemilu yang akan bertarung memperebutkan hati rakyat
riau24_89hjx_656.jpg
Hotel ibis Pekanbaru, yang pada tanggal 1 Mei mendatang genap berusia 10 tahun, tahun ini merayakan hari jadinya dengan cara yang berbeda. Serangkaian kegiatan sudah dijalankan di bulan April dengan perayaan malam puncaknya bersama keluarga besar dan karyawan pada tanggal 3 Mei 2014.
riau24_9hrue_658.jpg
Meski cenderung berkembang lebih lambat dibanding jenis kanker yang lainnya, bukan berarti tidak ada gejala-gejala yang ditunjukkan ketika seseorang mengidap kanker tiroid.
riau24_jlzvy_641.jpg
Entah seperti apa penanganan kabut asap di Riau ini. Setelah sempat menghilang beberapa minggu, kini mulai udara mulai dipenuhi asap, meski masih dengan intensitas rendah.
riau24_q2bc6_642.jpg
Sudah tidak asing lagi bagi kita mendengar kata Angkringan. Tempat nongkrong yang menyediakan makanan dan minuman dikala malam hari ini, menjadi ikon bagi Daerah di Pulau Jawa.
  • Subscribe

    untuk mendapatkan berita terbaru

Baca

Versi mobile Riau24 disini

m.Riau24.com