riau24 RI upayakan pembebasan dua WNI yang disandera di PNG | Berita Riau
Senin, 11 Desember 2017

RI upayakan pembebasan dua WNI yang disandera di PNG

1
Kemenlu Indonesia berkoordinasi dengan Angkatan Bersenjata Papua Nugini dan pemuka adat.
Berita Riau -  RI upayakan pembebasan dua WNI yang disandera di PNG

Riau24.com - Pemerintah Indonesia mengharapkan dua warga Indonesia yang diduga disandera oleh kelompok bersenjata di wilayah Skouwtiau, Distrik Kerom, Papua Nugini, dapat dibebaskan pada Selasa (15/09).

Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia, Kementerian Luar Negeri Indonesia, Lalu Muhammad Iqbal mengatakan, pihaknya mendapat informasi dari para kepala suku di wilayah tersebut bahwa sandera dijanjikan akan dibebaskan pada Selasa.

"Ada informasi lain yang kita terima dari para kepala suku bahwa minta waktu Selasa (15/09) untuk pembebasan," kata Lalu Muhammad Iqbal kepada wartawan BBC Indonesia, Heyder Affan, Senin (14/09) sore.

Kementerian Luar Negeri Indonesia, menurutnya, terus melakukan koordinasi dengan Angkatan Bersenjata Papua Nugini dan pemuka adat di wilayah yang disebut sebagai lokasi penyembunyian dua orang sandera.

"Yang jelas tidak ada batas akhir langsung... Intinya bahwa upaya (pembebasan) tetap dilakukan, semua pendekatan kita lakukan dengan prioritas kedua WNI dapat segera dibebaksan," ungkapnya.

Apa tuntutan penyandera?

Ditanya apa tuntutan dari kelompok pelaku penyanderaan, Iqbal tidak bersedia mengungkapkannya. "Kita lebih baik tidak buka dulu sehinggga proses pembebasan lebih fokus dan lancar," katanya.

Sejumlah informasi menyebutkan, pelaku penyanderaan bersedia membebaskan dua WNI dengan syarat pemerintah Indonesia bersedia membebaskan sejumlah anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM).


Muncul laporan-laporan yang menyebutkan dua WNI disandera oleh kelompok bersenjata OPM. 

Bagaimanapun, Iqbal mengaku pihaknya sempat memperoleh informasi dari Angkatan Bersenjata Papua Nugini, bahwa dua pekerja asal Indonesia itu akan dibebaskan pada Senin (14/09), tetapi ini tidak terjadi.

Keterangan resmi menyebutkan, dua orang warga Indonesia itu bekerja di perusahaan penebangan hutan di wilayah Papua Nugini.

"Menurut Angkatan Bersenjata PNG, mereka disandera sejak Sabtu (12/09) lalu," kata Iqbal.

Sejumlah laporan menyebutkan, kelompok bersenjata tersebut sempat melakukan penembakan di lokasi penebangan yang melukai seorang WNI, sebelum akhirnya menculik dua orang WNI lainnya.

KNPB meragukan pelakunya OPM

Sementara, Ketua Umum Komite Nasional Papua Barat, KNPB, Victor Yeimo, mengatakan, dirinya meragukan informasi yang menyebut pelaku penyekapan terhadap dua WNI itu adalah Organisasi Papua Merdeka.

Dalam wawancara dengan BBC Indonesia, Victor Yeimo menyebut tuduhan itu "spekulatif" karena "tanpa bisa membuktikan siapa pelakunya".

 
Komite Nasional Papua Barat meragukan informasi yang menyebut pelaku penyekapan terhadap dua WNI itu adalah OPM.

 

Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nelivera
Rabu, 25 Oktober 2017 17:09 wib
SABUNG AYAM DAN PACUAN KUDA ======> AYOKJOIN SEKARANG JUGA Minimal deposit hanya 50 ribu. ada bonus deposit 10% untuk member baru dan bonus deposit harian sebesar 5% ayo untuk informasi lebih lanjut silakan hubungi CS kami di sini Terima kasih dan salam succecs Form Bolavita !! [URL=http://www.bolavita.net/register/] https://i.imgur.com/03OdNcZ.jpg
Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru