riau24 Miris, Tak Diperhatikan Pemerintah, Juara Asia dari Indonesia Kini Jadi Pengemis... | Berita Riau
Senin, 24 Juli 2017

Video

Miris, Tak Diperhatikan Pemerintah, Juara Asia dari Indonesia Kini Jadi Pengemis...

0
Miris, Tak Diperhatikan Pemerintah Juara Asia Dari Indonesia Kini Jadi Pengemis...
Berita Riau -  Miris, Tak Diperhatikan Pemerintah, Juara Asia dari Indonesia Kini Jadi Pengemis...
Pekanbaru, Riau24.com - Menjadi atlet nasional Indonesia dan memiliki segudang prestasi belumlah menjanjikan kehidupan yang baik.

Seperti kisah hidup atlet Sandra Diana Sari. Ia bersama rekan-rekannya terlihat mengumpulkan recehan dan koin di persimpangan mesjid raya Sumbar, jalan Khatib Sulaiman, kota Padang, Sumatera Barat, Jumat 12 Mei 2017 yang lalu.

Dilansir dari Seword, juara angkat berat 53 kilogram Se-Asia, Sandra Diana Sari (22 tahun) mengumpulkan koin di jalanan karena   Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) tidak menganggarkan dana untuk Sandra. Dan hal ini diakui oleh Ketua KONI Sumbar, Syaiful.


Tanpa rasa malu dan gengsi, anak ketiga dari lima bersaudara ini menyuguhkan kardus minta sumbangan untuk biaya latihan dan perbaikan gizinya. Bersama teman-temannya, satu per satu mobil-mobil mewah dan pengendara lainnya disambari meminta recehan.

Aksi ini yang kedua kalinya dilakukan mereka, sebelumnya mereka juga melakukan hal serupa pada Kamis 11 Mei 2017 pagi lalu. Dia mengumpulkan dana 400 ribu rupiah, setelah mengemis di depan kantor camat Padang Selatan, kota Padang.

Menurut Ketua Klub Famili Barbel dan Atlet Angkat Berat, Yal Azis mengatakan, mereka terus mengemis dan meminta recehan di jalanan sebelum pemerintah dan KONI memperhatikan keadaan keuangan Sandra.


“Seperti yang kita lihat, mereka mengemis untuk mendapatkan dana, karena pemerintah dan KONI tidak memperhatikan kondisi yang tengah dihadapi oleh Sandra”, katanya.

Sandra Diana Sari juara angkat berat Asia putri nomor 53 kilogram terpaksa mengemis di jalanan karena tidak memiliki dana untuk latihan dan perbaikan gizinya. Sandra sendiri telah mengoleksi 20 emas diberbagai pertandingan nasional dan internasional.

Juara asia angkat berat nomor 53 kilogram yunior Se-Asia yang digelar di kabupaten Bandung tanggal 1-5 Mei 2017 berhasil menggondol medali emas dan mengalahkan saingannya dari 16 negara peserta.

Sandra meraih medali emas setelah berhasil mengangkat besi 435 kilogram, namun setelah kembali ke kota Padang, dana pembinaan yang diharapkan untuk membiayai latihan rutinnya tak kunjung ia dapatkan.

Ketua KONI Sumbar Syaiful membenarkan hal tersebut, bahwa tahun ini Sandra tidak mendapatkan dana binaan dari KONI karena tidak dianggarkan di APBD Sumbar, Sandra baru bisa mendapatkan dana di anggaran perubahan tahun ini.

Tahun 2016 lalu Sandra yang merupakan atlit binaan KONI karena tidak mendapatkan medali saat di PON, otomatis sandra tidak bisa mendapatkan dana binaan dari KONI. Syaiful tidak meralang Sandra dan teman-temannya untuk mengumpulkan koin di jalanan karena itu adalah haknya.

“Pendanaan di dunia olahraga diperbolehkan apabila ada pihak ketiga yang ingin memberikan bantuan”, ujarnya.

Peraih empat medali emas di kejuaraan Angkat Berat Asia itu mau mengikuti kejuaraan di Medan, Sumatera Utara, pada Agustus 2017.

“Iya saya sama teman-teman tadi turun ke jalan minta sumbangan, dapat sekitar Rp 500 ribu,” kata Sandra seperti dilansir oleh superball.id, Kamis (11/5/2017).

Ditanya tentang bantuan dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), Sandra tak begitu mengharapkan. Sandra mengaku bantuan tersebut hanya janji belaka.

“Sejauh ini, saya belum mendapatkan bantuan apapun dari KONI, jadi aksi ini saya lakukan semata-mata hanya untuk membantu agar dana yang terkumpul ini nantinya dapat saya gunakan untuk menuju kejuaraan di Medan Agustus 2017 mendatang,” ujar Sandra.

Sejak meraih empat medali emas tingkat Asia di Bandung, bantuan yang dijanjikan KONI Sumbar tak kunjung turun.

Wanita yang berhasil mengalahkan atlet angkat berat dari India itu juga tak mendapatkan kepastian kapan bantuan itu akan diberikan.

“Saya tak mendapatkan kepastian kapan dan berapa jumlah bantuan itu,” kata Sandra.

Sandra merupakan atlet wanita yang menggeluti bidang olahraga angkat berat dan bernaung di bawah bendera Family Barbell Club Padang. Prestasi terbaiknya, ia telah berhasil meraih empat medali emas di Kejuaraan Junior Asia kelas 52 kg pada Mei 2017 di Bandung.

Bahkan ia juga berhasil menjadi juara Asia kelas 52 kg junior dengan total angkatan 435 Kg (angkatan squas 170 kg, binpres 90 kg dan deadlife 175 kg). Kejuaraan Asia ini sendiri diikuti oleh 16 negara Asia.   (***)



R24/dev


 

 

 

Video Channel Riau24 TV




Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).
loading...

Berita News24xx

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru