riau24 Ini Kendalanya, Inspektorat Riau Pastikan Audit PT RAL Bakal Lama | Berita Riau
Sabtu, 27 Mei 2017

Ekonomi Pembangunan

Ini Kendalanya, Inspektorat Riau Pastikan Audit PT RAL Bakal Lama

0
Kepala Inspektorat Provinsi Riau Ervandes Fajri.
Berita Riau -  Ini Kendalanya, Inspektorat Riau Pastikan Audit PT RAL Bakal Lama
Riau24.com, Pekanbaru Kepala Inspektorat Provinsi Riau Ervandes Fajri mengaku kesulitan mengumpulkan berkas dan dokumen perusahaan PT Riau Airlines (BUMD) yang telah pailit sejak lama, namun tak kunjung memiliki status pertanggunjawaban yang jelas.

Ervandes bersama pihak Pemprov Riau dan juga Badan Pemeriksaan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) perwakikan Riau telah melakukan pemanggilan terhadap para mantan direksi PT RAL ini untuk mencari pertanggungjawaban.

"Beberapa sudah ada yang kita panggil. Tapi mereka mengaku tidak tahu. Itu sulitnya," kata Ervandes, Sabtu, 20 Mei 2017.

Sementara itu, pihak inspektorat juga tak berani mengambil dan memeriksa semua berkas PT RAL yang ada di kantornya dulu. Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau adalah kantor milik RAL beroperasi.

Atas kendala ini, Ervandes memastikan bahwa proses audit yang kini dilakukan olehnya dan BPKP akan memakan waktu yang cukup lama karena kasus ini telah lama diabaikan, seolah bukan tanggung jawab siapapun untuk menyelesaikannya.

"Kami tidak berani membongkar dokumen yang masih tersimpan di kantor itu. Karena pejabat yang bertanggungjawab terhadap dokumen itu masih belum bisa dihubungi. Kami juga takut ada masalah lain," tambahnya.

Ervandes menyebutkan, sejak awal rencana dilakukannya audit terhadap RAL, BPKP juga memilih melimpahkan masalah ini ke Inspektorat terlebih dahulu untuk kelengkapan dokumen.

"Mereka minta harus dilakukan telaah dulu. Tujuan RAL akan diaudit oleh BPKP ini untuk apa. Kami sedang merumuskan itu bekerjasama dengan Biro Administrasi Perekonomian Provinsi Riau," kata Ervandes.

Menurutnya, selain mengeluhkan soal data dan dokumen yang sedikit, narasumber yang bertanggungjawab terhadap masalah ini juga sulit untuk dihubungi.

Data yang terkumpul saat ini, kata dia, sangat minim sekali. Kurang lebih hanya 20% saja. Solusinya, pihak yang bertanggungjawab harus ditemukan dulu, supaya titik terangnya terlihat.

"Bahkan pejabat keuangan yang bisa dihubungi itu tidak jelas di mana keberadaannya. Kemarin juga sudah kami coba untuk menghubungi mantan Dirut PT RAL tapi tidak ada jawaban. Ini bakal butuh waktu lama," tambahnya.


R24/zdy

Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).
loading...

Berita News24xx

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru

Versi Mobile

   Riau24.com
                       Informasi Anda Genggam