riau24 Penerapan PP Gambut, Industri HTI Terancam Kekurangan Bahan Baku | Berita Riau
Kamis, 23 November 2017

Hutan Tanaman Industri (HTI)

Penerapan PP Gambut, Industri HTI Terancam Kekurangan Bahan Baku

0
Penerapan PP Gambut, Industri HTI Terancam Kekurangan Bahan Baku
Berita Riau -  Penerapan PP Gambut, Industri HTI Terancam Kekurangan Bahan Baku
Riau24.com- Akibat dari penerapan Peraturan Pemerintah (PP) tentang Gambut yang baru, para Industri hutan tanaman industri (HTI) di Riau yang terdiri dari pabrik kertas dan bubur kertas, berencana menempuh suatu langkah terakhir. Langkah terakhir itu adalah melakukan impor ke Malaysia.

Dengan diberlakukannya PP No.57/2016 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Gambut serta sejumlah Keputusan dan Peraturan Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup, membuat industri HTI kekurangan pasokan bahan baku.

Menurut keterangan Ketua APHI Komda Riau Muller Tampubolon, untuk mengurangi kekosangan pasokan bahan baku tersebut, para pelaku usaha sendiri juga sudah menyiapkan opsi impor dari Malaysia.

“Dari sisi industri tentu tidak mau rugi. Terlebih lagi pabrik juga harus tetap beroperasi. Langkah ini merupakan dilematis bagi pengusaha," katanya.

Dia menjelaskan, penerapan regulasi gambut tersebut mengakibatkan 76 persen atau area seluas 398.216 ha dari total 526.070 ha hutan tanaman industri yang sudah ditanami di Riau, akan berubah menjadi fungsi lindung. Selanjutnya, dari 398.216 hektare yang berubah fungsi lindung tetap bisa dipanen selama lima tahun.

"Tapi setelah itu industri pulp dan kertas di Riau dapat dipastikan akan kekurangan bahan baku setara dengan 47,7 juta meter kubik atau 9,5 juta meter kubik per tahun. Maka dari itu
Kami mencari sumber bahan baku baru dari impor 9,5 juta meter kubik per tahun," paparnya.

Dengan hal tersebut, dampak jauh adanya PP tersebut adalah pengurangan karyawan. Para perusahaan HTI dan pabrik kertas sudah membuat skenario pengurangan karyawan karena areal yang berkurang.

"Kami berharap dengan kondisi ini PP gambut beserta aturan turunannya direvisi," harapnya.

R24/mla 


Loading...

Bagikan : #Tagline News : Riau | Berita Riau | Berita Pekanbaru | Berita Kampar | Berita Siak | Berita Inhu | Berita Inhil | Berita Bengkalis | Berita Rohil | Berita Meranti | Berita Dumai | Berita Kuansing | Berita Pelalawan | Berita Rohul | Berita Internasional | Advertising Pekanbaru
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).
loading...

Berita News24xx

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru