riau24 7 Hukuman Mati Tersadis Jaman Dulu | Berita Riau
Sabtu, 19 Agustus 2017

TAHUKAH ANDA

7 Hukuman Mati Tersadis Jaman Dulu

0
7 Hukuman Mati Tersadis Jaman dulu
Berita Riau -  7 Hukuman Mati Tersadis Jaman Dulu
Riau24.com- Tak ada hukuman yang paling mengerikan selain hukuman mati. Hukuman ini adalah yang paling ditakuti oleh semua orang yang melakukan kesalahan atau tindak kriminal.


Terpidana mati harus menunggu selama batas waktu yang ditentukan hingga eksekusi tiba. Masa penantian inilah yang menjadi beban berat. Saat eksekusi pun adalah detik-detik paling mengerikan dalam hidup terpidana.


Metode yang dilakukan untuk mengeksekusi terpidana mati di berbagai negara pun bermacam-macam. Ada yang ditembak mati, diracun, digantung dan sebagainya. Jaman dulu nih, hukuman mati dilakukan dengan menggunakan metode mengerikan dan sadis sekalipun. Mengutip dari Intisari, berikut 7 hukuman mati tersadis jaman dulu.


1. Metode pertama adalah ‘The Blood Eagle’ pulsker.


Seperti yang digambarkan oleh History Channel, saat eksekusi, tahanan dibelah punggungnya dengan sebilah pisau. Lalu tulang rusuknya dirusak dan dipatahkan menggunakan kapak. Terakhir, paru-parunya dikeluarkan oleh seorang algojo yang rajatega.


2. Di wilayah Asia Selatan dan Asia Tenggara jaman dulu, gajah digunakan juga untuk mengeksekusi terpidana mati.


Gajah-gajah itu dilatih untuk menyiksa dan membunuh tahanan hingga tewas. Karena sangat mengerikan, praktik ini dihentikan awal abad ke-19.


3. Dalam masyarakat Persia Kuno, hukuman mati paling sadis adalah dengan digergaji pulsker. Caranya, Tahanan akan digantung terbalik dan secara harfiah digergaji di bagian tengahnya, tepat di selangkangannya. Kadar menyiksa hukuman ini cukup tinggi, karena memungkinan si tahanan untuk bertahanan hidup lama sebelum benar-benar tewas.


4. Jika kebanyakan hukuman mati ditembak menggunakan senapan, beda lagi dengan yang dilakukan Inggris paruh abad ke-18. Seorang terpidana ditempatkan di mulut meriam lalu ditembak. Metode ini membuat tubuh terpidana langsung hancur pulsker.


5. Adapula Lingchi, hukuman mati ini diterapkan di Cina awal abad ke-19. Caranya nih, tahanan diikat, dan anggota tubuhnya dipotong satu per satu sampai tak berdaya.


6. Selain itu, ada metode terkeji selanjutnya dengan cara merebus tahanan di kuali mendidih. Metode ini juga pernah diterapkan oleh pemerintahan Henry VIII sebagai hukuman kepada para pembunuh.


7. Terakhir dan yang terkejam adalah ditarik dengan kuda pulsker. Hukuman ini dilakukan di masa Holy Roman Empire. Metodenya sangat mengerikan, Kedua tangan dan kedua kaki korban ditali lalu ditarik oleh kuda dari empats sudut mata angin yang berbeda.


Kuda-kuda itu berlari dan merobek anggota badan tahanan tersebut. Bagian tubuh yang terpotong dan ditarik oleh kuda ditujukan untuk menakut-nakuti atau sebagai peringatakan warga yang lainnya.(***)


R24/ iko

Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).
loading...

Berita News24xx

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru