riau24 Nasabah Kesalkan Tindakan BRI Cabang Rengat | Berita Riau
Senin, 18 Desember 2017

Dikenakan Biaya Pelunasan Kredit Hingga Rp 20 Juta

Nasabah Kesalkan Tindakan BRI Cabang Rengat

0
ilustrasi
Berita Riau -  Nasabah Kesalkan Tindakan BRI Cabang Rengat
Inhu-Riau24.com-Bank Rakyat Indonesia (BRI) cabang Rengat memaksa seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) membayar penalti sebesar Rp. 20 juta saat akan melakukan pelunasan terhadap kredit yang dilakukannya.

Hal tersebut diungkapkan langsung oleh nasabah yang merasa diperas dengan bunga dan biaya administrasi yang ditetapkan oleh pihak BRI.

"Jumlah pinjaman saya senilai Rp 175 juta dengan angsuran potong gaji PNS selama 10 tahun, namun setelah 30 bulan berjalan saya ingin melunasi sisa utang secara keseluruhan yang tersisa Rp 132.705.400, tapi pihak BRI Rengat malah menetapkan yang harus saya bayar sebesar Rp 152.697.276 ditambah biaya pelunasan utang sebesar Rp 1.312.500," ungkap Suh yang tak mau naam lengkapnya disebutkan.

Menurut Suh, pihak BRI Cabang Rengat beralasan mewajibkan membayar biaya kalkulasi bunga sebesar Rp 20.221.450, ditambah biaya advance paid Rp 2.770.900, dan biaya bunga berjalan sebesar Rp 1.227.823 ditambah biaya pelunasan utang Rp 1.312.500.

Suh menuturkan rasa kekecewaannya karena sisa utang yang akan dibayar tidak sesuai dengan sisa utang yang tertera, yang diwajibkan membayar berbagai macam aturan Bank BRI.

"Saat saya meminta surat perjanjian utang piutang yang ditandatangani pada awal peminjaman, hanya diberikan dua lembar saja, padahal pada saat perjanjian itu ditandatangani bukan dua lembar tapi banyak," katanya.

Sementara itu, Humas BRI Cabang Rengat, Abdul Rozak saat dikonfirmasi, mengaku pihaknya memang menetapkan kalkulasi bunga sebesar Rp 20 juta terhadap nasabah Suh yang akan melunasi hutangnya.

"Hal tersebut sudah menjadi aturannya, dan semua memang seperti itu, kalau mau melunasi hutang sebelum habis jangka waktu pinjaman tetap dikenakan kalkulasi bunga," sebutnya.

Abdul Rozak juga menjelaskan bahwa penetapan kalkulasi bunga tersebut selain merupakan aturan BRI juga telah disepakati dalam perjanjian pinjaman dengan nasabah.

"Saya sudah sarankan kepada nasabah itu, jika punya uang sebaiknya ditabungkan saja daripada melunasi pinjaman sebelum masa pinjaman habis, karena pasti akan tetap dikenakan kalkulasi bunga, resikonya memang seperti itu," jelasnya. R24/mrd/toni
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru