riau24 Sempat Diduga Jaringan ISIS, Dua Bule Ini Digiring ke Kantor Imigrasi Pekanbaru | Berita Riau
Minggu, 17 Desember 2017

Jaringan Teroris

Sempat Diduga Jaringan ISIS, Dua Bule Ini Digiring ke Kantor Imigrasi Pekanbaru

0
Sempat Diduga Jaringan ISIS, Dua Bule Ini Digiring ke Kantor Imigrasi Pekanbaru
Berita Riau -  Sempat Diduga Jaringan ISIS, Dua Bule Ini Digiring ke Kantor Imigrasi Pekanbaru
Pekanbaru, Riau24.com - Sebanyak dua orang asing asal Jerman berinisial SY (24) dan JL (23), digiring ke Imigrasi Kelas I Pekanbaru, Provinsi Riau.


Dilansir dari Merdeka, 14 Juli 2017 diduga keduanya terkait dengan jaringan ISIS karena menikah siri dengan warga lokal.

"Diperiksa karena takutnya terkait ISIS karena nikah siri dengan orang sini. Kalau nikah resmi harus ada izin dari kedutaannya," kata Kepala Imigrasi Pekanbaru, Pria Wibawa, Jumat 14 Juli 2017.

Atas dugaan itu, bule asal Jerman itu sempat menjalani pemeriksaan di Polsek Tampan. Bahkan dikabarkan mereka ditangkap Detasemen Khusus 88 Anti Teror. Namun, hasil pemeriksaan ternyata mereka hanya kelebihan batas waktu tinggal.

"Ya, sudah di Imigrasi, diserahkan kepolisian karena keduanya kelebihan batas waktu tinggal. Ada dua orang pria WNI asal Jerman. Satu overstay (melewati batas waktu) lebih sebulan dan satu lagi lebih tiga bulan," ujarnya.

Setelah pemeriksaan intensif, keduanya diserahkan polisi ke Imigrasi karena tidak ditemukannya indikasi itu. Dalam pemeriksaan ditemukan paspornya ada visa bebas kunjungan wisata yang telah habis masa berlakunya.

"Tidak ada indikasi (ISIS) itu, kita melakukan tindakan ini menunggu kepolisian dulu. Kalau terkait kasus pidana umum penanganannya polri, kalau tak ada masalah pidana, kita tangani dengan Undang-undang," jelasnya.

Perempuan warga Pekanbaru dinikah siri salah seorang WNA Jerman itu inisial LM (26). Ketika diamankan kepolisian di rumah perempuan itu terlihat ada bendera bertulisan Arab dipajang di dinding. Bendera itu dipermasalahkan polisi.

Bendera itu memiliki latar belakang putih dengan tulisan arabnya warna hitam. Selanjutnya diketahui bahwa bendera itu tidak terkait ISIS, melainkan bendera Hizbut Tahrir Indonesia.

Kantor Imigrasi selanjutnya akan melakukan deportasi terhadap dua orang laki-laki WNA Jerman tersebut. Biaya tiket dari yang bersangkutan dan Imigrasi melakukan pengawalan karena keduanya dicekal.

"Saat ini, kita melakukan pengurusan tiket, karena sudah 'overstay' lama dan tak sanggup bayar. Sekarang di Imigrasi Pekanbaru kita cekal," terangnya.  (***)



R24/dev

 

Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru