riau24 Hebohnya Mendunia, Indonesia Blokir Telegram | Berita Riau
Jumat, 21 Juli 2017

TELEGRAM

Hebohnya Mendunia, Indonesia Blokir Telegram

0
ilustrasi
Berita Riau -  Hebohnya Mendunia, Indonesia Blokir Telegram
Riau24.com , Pekanbaru- Layanan messaging Telegram kena blokir di Indonesia. Pemblokiran yang dilakukan Kementerian Komunikasi dan Informatika atau Kominfo ini menjadi sorotan beberapa media di manacanegara.
 
Sperti dilansir laman media detik.com, Sabtu 15 Juli 2017, Kantor berita ternama asal Inggris, Reuters, menurunkan judul 'Indonesia blocks Telegram messaging service over security concerns'. Dikatakan pemblokiran Telegram perlu dilakukan karena digunakan untuk menyebar propaganda teroris.
 
"Indonesia pada hari Jumat memblokir akses layanan messaging terenskripsi Telegram, terkait kekhawatiran Telegram digunakan untuk menyebar propaganda teroris dan radikal di negara mayoritas Muslim terbesar itu," tulis Reuters.
 
"Langkah itu dilakukan di tengah kecemasan makin tumbuhnya pengaruh dan kehadiran ISIS di Asia Tenggara seiring kelompok itu kehilangan teritorialnya di Suriah dan Irak," imbuh Reuters.
 
Sedangkan media berpengaruh di Singapura, Strait Times, mengetengahkan judul 'Indonesia request ISPs to block Telegram messenger over terror fears'. Mereka melaporkan Kominfo meminta penyedia layanan internet atau ISP menutup akses ke Telegram.
 
"Kominfo telah memberitahu penyedia layanan onternet untuk memblokir akses ke Telegram karena ditemukan bahwa layanan itu digunakan oleh para teroris," tulis Strait Times.
 
"Walau demikian, pernyataan dari Kementerian tidak mengindikasikan kapan penyedia layanan internet di Indonesia harus mematuhi permintaan memblokir Telegram. Dan juga, jika diimplementasikan oleh semua ISP, pemblokiran hanya berpengaruh di Telegram versi desktop,"
 
"Orang masih bisa memakai versi aplikasi smartphone layanan itu, yang lebih banyak digunakan. Namun kementerian menekankan mereka siap mematikan aplikasi Telegram secara komprehensif di Indonesia jika Telegram tak menyiapkan SOP untuk mengendalikan konten melanggar hukum di aplikasi mereka," papar Strait Times.
 
R24/adi
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).
loading...

Berita News24xx

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru