riau24 Hiii, 5 Hewan Menjijikkan ini Pernah Bersarang di Tubuh Manusia | Berita Riau
Selasa, 25 Juli 2017

Tahukah Anda

Hiii, 5 Hewan Menjijikkan ini Pernah Bersarang di Tubuh Manusia

0
Ilustrasi Botfly (iStock)
Berita Riau -  Hiii, 5 Hewan Menjijikkan ini Pernah Bersarang di Tubuh Manusia
Riau24.com - Tubuh kita adalah kumpulan yang kompleks dari berbagai siklus biologis dan sistem yang seringkali sulit untuk dipahami. Mereka melindungi kita dari bahaya 24 jam sehari, tujuh hari seminggu, dari seluruh hal yang mungkin bisa merugikan kita.

Manusia juga dapat dikatakan sangat beruntung lantaran diberkahi sejumlah organ tubuh yang sangat kompleks dan juga sistem susunan saraf paling rumit di alam semesta ini.

Banyak hal tentang tubuh yang tidak kita ketahui. Padahal tubuh adalah hal yang paling dekat dengan kita setiap hari.

Tubuh manusia adalah sesuatu hal yang sangat menakjubkan. Rata-rata seorang manusia dewasa memiliki 640 jaringan otot, 206 tulang, 12 organ penting dan masih banyak bagian lainnya.

Namun siapa sangka, di dalam tubuh manusia yang memiliki sistem yang kompleks tersebut terdapat banyak hal aneh yang pernah ditemukan.

Beberapa dokter bahkan pernah menemukan beberapa hal tak terduga dan berkembang di sana.

Seperti dilansir liputan6.com dari laman Listverse.com, Sabtu (8/7/2017), berikut 5 hewan menjijikkan yang pernah ditemukan hidup di dalam tubuh manusia:


1. Larva di Mata

Ada beberapa faktor yang menyebabkan mata seseorang bengkak. Seperti alergi, infeksi atau disebabkan oleh hal-hal lainnya. Sementara, bagi sebagian orang mata bengkak bukanlah sebuah gejala yang paling mengkhawatirkan.

Sama halnya yang dirasakan oleh seorang anak laki-laki asal Peru yang berusia 17 tahun. Awalnya ia menganggap bengkak pada matanya adalah hal yang normal. Namun perlahan-lahan ia mulai sadar, ada hal aneh yang terjadi pada matanya. Hingga akhirnya ia pergi ke dokter untuk mencari tahu.

Setelah diperiksa, penyebab bengkaknya mata anak itu disebabkan oleh larva botlip berukuran 3 cm yang tumbuh di matanya. Larva itu tumbuh matanya karena gigitan nyamuk yang terinfeksi. Ternyata, larva itu telah berkembang di dalam tubuhnya selama delapan minggu.

Dalam kasus ini, dokter berhasil mengeluarkan seluruh larva dengan menggunakan daun kemangi untuk menggoda binatang tersebut keluar. Saat kepala larva mulai keluar, dokter langsung mengambilnya dengan pinset.


2. Larva Lalat di Telinga

Mengerikan rasanya jika kita membayangkan ada belatung lalat yang menggeliat di dalam tubuh kita. Seperti itulah yang dialami oleh seorang pria asal India yang kala itu mengunjungi Dr. Vikram Yadav.

Peristiwa itu bermula saat lalat bertelur di lubang telinganya. Lalu menetas menjadi larva berupa belatung.

Pria yang tak disebutkan namanya itu mengunjungi Dr. Yadav sambil mengeluh ada dengungan suara di telinganya. Saat diperiksa, sang dokter melihat ada benda putih yang berdenyut-denyut di dalam telinganya.

Dokter memprediksi, belatung putih itu kemungkinan besar disebabkan oleh seekor lalat saat pria tersebut tengah tidur. Untuk mengeluarkannya, dokter menarik belatung tersebut dengan pinset. Ketika sudah dirasa tak ada belatung lagi, dokter memberikan obat anti-parasit di dalam telinganya sehingga tak ada kemungkinan telur yang menetas lagi.


3. Cacing Pita di Otak

Sakit kepala biasanya disebabkan oleh terlalu banyak kafein atau bisa jadi terlalu lama menatap layar televisi dan komputer. Tapi siapa sangka, alasan tersebut bukan lah penyebab sakit kepala parah yang dialami oleh pria China berusia 50 tahun.

Dokter melakukan scan otak, mereka terkejut karena melihat ada sesuatu yang bergerak-gerak di otak pria itu.

Pria yang tak disebutkan identitasnya itu memeriksakan dirinya hingga Negeri Ratu Elizabeth. Setiba di Inggris, ia menerangkan keluhannya kepada dokter karena sakit kepala yang ia rasa tak pernah berhenti.

Meskipun dokter melihat adanya kelainan pada kepala pasien, mereka tak dapat mengetahui penyebabnya. Hingga empat tahun kemudian baru lah terungkap. Sakit kepala berkepanjangan yang dirasa oleh sang pria karena terdapat cacing pita yang melilit otaknya.

Cacing pita tersebut akhirnya berhasil diidentifikasi sebagai Spirometra erinaceieuripaei. Sejenis cacing pita langka dari wilayah Asia yang jarang ditemukan pada tubuh manusia. Saat cacing pita itu bergerak barulah sang pasien merasakan sakit kepala yang bukan main. Pria separuh baya itu akhirnya sembuh setelah dilakukan pembedahan.


4. Kecoak dalam Telinga

Suatu pagi di tahun 2014, Hendrik Helmer terbangun dari tidurnya dengan rasa sakit pada bagian telinga. Karena berasal dari Australia, ia berasumsi bahwa seekor laba-laba telah merangkak masuk ke telinganya saat tidur.

Karena rasa sakit yang tak tertahankan, ia memutuskan untuk mengambil tindakan. Ia memutuskan untuk memasukkan air ke dalam telinga agar benda aneh tersebut keluar namun tetap saja gagal.

Ketika hal itu gagal, ia malah mencoba untuk menyedot telinganya dengan vacuum cleaner. Tetapi langkah itu malah membuat benda aneh tersebut makin menggeliat masuk ke dalam. Jalan terakhir yang ia ambil yaitu pergi ke rumah sakit.

Ketika diperiksa, dokter melihat ada sesuatu benda hidup di dalam telinganya. Dalam prosedur kesehatan, dokter akan menuangkan sedikit minyak zaitun ke dalam pria tersebut sehingga mendorong hewan itu keluar dari saluran telinga.

Tak berapa lama berselang, seekor kecoak berukuran 2 cm keluar dari telinganya. Ternyata hewan itu lah yang menyebabkan rasa sakit di telingannya.


5. Siput laut

Seorang anak kecil bernama Paul mengalami luka gores saat tengah berwisata bersama keluarganya. Melihat hal tersebut, sang ibu Rachael Franklin tak terlalu memikirkan hal tersebut.

Tak lama setelah kejadian tersebut luka goresan di lulut sang anak mulai kering. Namun saat diperhatikan ada hal aneh yang terlihat di luka sang anak yang semakin hari semakin tertutup. Atas saran dari dokter, Rachael mengeluarkan benda hitam di lutut anaknya dengan cara mencongkel perlahan-lahan.

Awalnya ia mengira jika benda itu adalah batu karang yang menempel saat terjadinya luka. Namun siapa sangka, benda itu adalah bayi siput laut yang baru menetas. Mereka berasumsi, pada saat terjadi luka gores ada telur siput laut yang menempel sehingga tumbuh dan menetas di dalam lukanya.**
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).
loading...

Berita News24xx

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru