riau24 Lahan Warga Air Buluh Diduga Diserobot Warga Damasraya | Berita Riau
Selasa, 25 Juli 2017

Konflik Agraria

Lahan Warga Air Buluh Diduga Diserobot Warga Damasraya

0
Camat dan Upika Kuantan Mudik melihat lahan yang diserobot warga Damasraya
Berita Riau -  Lahan Warga Air Buluh Diduga Diserobot Warga Damasraya
Riau24.com - KUANSING - Persoalan penyerobotan lahan masyarakat memang sering terjadi saat ini, baik oleh perusahaan maupun oleh masyarakat yang berada di sekitar daerah tersebut.

Seperti yang terjadi terhadap warga Desa Sungai Buluh Kecamatan Kuantan Mudik Kabupaten Kuantan Singingi, yang lahannya mencapai ratusan hektar diserobot oleh warga Kabupaten Damasraya Provinsi Sumatera Barat.

" Benar telah terjadi penyerobotan lahan warga Desa Air Buluh oleh warga Damasraya, yang mencapai ratusan hektar," Ungkap Camat Kuantan Mudik, Jevrian Afriadi ketika dihubungi Riau24.Com melalui Whatshap.

Menurutnya, Lahan warga Desa Air Buluh yang diserobot oleh warga Kabupaten Damasraya, merupakan lahan yang berbatasan langsung dengan Kabupaten tersebut, sehingga sangat merugikan bagi masyarakat desa dan juga Kuantan Singingi. Akibatnya ratusan hektar lahan sudah bergeser ke Damasraya.

Khawatir terhadap hal-hal yang tidak diinginkan bakal terjadi, maka Upika segera meluncur ke lokasi perbatasan yang terdiri dari Camat, Kapolsek, Koramil, Kasat Intel, BPN, Kepala Desa Air Buluh serta perwakilan masyarakat, melakukan perundingan dengan masyarakat Damasraya yang dihadiri Kasat Reskrim dan anggota serta perwakilan dari Datuk Hasan yang berasal dari Provinsi Sumbar.

Kepada pihak Datuk Hasan, dijelaskan bahwa areal yang telah diolahnya itu temasuk wilayah Provinsi Riau. Jika dibuka peta dan koordinat yang ada, maka dapat diambil kesimpulan lahan tersebut termasuk di wilayah Kuansing. "Untuk itu diminta kepada warga Damasraya supaya tidak ada lagi perambahan, dan pengerjaan lahan sawit di areal ini, karena sudah menjadi haknya Provinsi Riau," tegasnya.

Hal ini juga dipertegas oleh perwakilan BPN yang merujuk dari Permendagri No 44 tahun 2013, dimana telah disepakati tapal batas antara Riau dan Sumbar.

Namun pihak dari Datuk Hasan menginginkan adanya pertemuan lebih lanjut antar Pemda, untuk benar-benar menegaskan dimana batas wilayah Provinsi Sumbar dan Riau.

Dikatakannya, kalau hal itu kewenangan Provinsi dan sebagai camat, Jevrian hanya bisa melaporkan ke pimpinan untuk ditindak lanjuti. Lebih lanjut dikatakannya, dimanapun Permendagri no 44 tahun 2013 tersebut akan dipatuhi baik instansi dimanapun berada. Hal ini tentu saja BPN Sumbar pun akan berasumsi sama dengan BPN yang ada di Riau.

" Saya minta sekali lagi, hentikan perambahan ini karena ini masuk wilayah Riau," Tegasnya.

Akhirnya pihak sumbar berjanji tidak akan mengerjakan lahan yang sudah ditumbangnya. ***


R24/Zar/1
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).
loading...

Berita News24xx

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru