riau24 Ribuan Warga Tambusai Tuntut PT Hutahaean Kembalikan Tanah Ulayat | Berita Riau
Senin, 21 Agustus 2017

Demo Warga

Ribuan Warga Tambusai Tuntut PT Hutahaean Kembalikan Tanah Ulayat

0
Ribuan Warga Tambusai Tuntut PT Hutahaean Kembalikan Tanah Ulayat
Berita Riau -  Ribuan Warga Tambusai Tuntut PT Hutahaean Kembalikan Tanah Ulayat
Rohul, Riau24.comSekitar ribuan massa dari 3 Desa yaitu Desa Tingkok, Desa Lubuk Soting, Desa Tambusai Timur Kecamatan Tambusai dan Mahasiwa Tambusai Timur demonstrasi di depan kantor Bupati Rokan Hulu (Rohul), Kamis, 10 Agustus 2017.

 
Kordinator Demo Roganda dari Gerakan Pemuda dan Mahasiswa Tambusai Timur (GPMTT) mengatakan,aksi damai ini menuntut tanah ulayat seluas 835 hektare yang dikelola PT Hutahaean dikembalikan, meminta Polda Riau segera memproses PT Hutahaean yang saat ini sudah tersangka, dan mengganti rugi pola kemitraan yang sudah 15 tahun dibentuk oleh tokoh masyarakat dengan PT Hutahaean yang tidak ada hasilnya hingga kini agar dikembalikan.

 
"Hutahaean licik, susah diajak kompromi," ujar Roganda.
 
Kepada Riau24.com, salah satu demonstran dari Desa Lubuk Soting Puli Hasibuan mengatakan, dirinya datang ke Kantor Bupati Rohul untuk menuntut dikembalikannya tanah yang diambil PT Hutahaean.
 

"Banyak tanah masyarakat yang diambil PT Hutahean, kalau dari Torganda aku dapat jatah dua hektare sekitar Rp 3,4 juta/bulan, PT.PSA setengah hektare, uangnya 150 Ribu/bulan karena baru, kalau dari PT. Hutahean belum lagi, inilah lagi diperjuangkan," ujar Puli Hasibuan merupakan ayah beranak 7 kepada Riau24.com.

 
Aksi demonstrasi ribuan masyarakat Kecamatan Tambusai tersebut, disambut Asisten 1 Setdakab Rohul, Kadis Perkebunan Rohul dan diamankan oleh Polres Rohul yang dipimpin Kabag Ops juga Satpol PP.

 
Menanggapi aspirasi massa yang melakukan demonstrasi, Asisten 1 Setdakab Rohul Juni Syafrin mengatakan akan menampung dan mengakomodir segala tuntutan karena persoalan tersebut sudah cukup lama belum terselesaikan dengan baik, antara masyarakat dan PT. Hutahean.
 
"Segala tuntutan akan kita coba tampung, persoalan ini cukup lama, harapan kita pihak perusahaan akomodir keinginan masyarakat,"Tegas Juni Syafrin yang juga mantan Kades Tambusai Timur.
 
Sementara itu kepada masyarakat, Kepala Dinas (Kadis) Peternakan dan Perkebunan Rohul mengatakan, minggu depan pihaknya akan memediasi antara PT Hutahaean dan masyarakat dan menyelesaikan masalah tersebut sesegera mungkin.
 
"Perintah Bupati Rokan Hulu H.Suparman, S.Sos, M.Si segera mungkin menyelesaikan masalah ini,"ucap Sri Hardono.
 
Dari Pantuan Riau24.com, ribuan massa yang melakukan demonstrasi terdiri dari berbagai lapisan usia, mulai dari pemuda/i, ibu rumah tangga yang membawa bayinya, pria dewasa hingga paruh baya.
 

Aksi demonstrasi, dilanjutkan dengan musyawarah untuk menentukan jadwal pertemuan dengan PT Hutahaean didalam kantor bupati Rohul diikuti perwakilan 10 demonstran.
 

Ketua GPMTT Paisal mengatakan, hasil dari musyawarah, Senin 14 Agustus 2017 sekira Pukul14.00 WIB di Lantai 3 Kantor Bupati Rohul, akan ada mediasi perwakilan Tokoh Masyarakat dan Pimpinan PT Hutahaean yang dipimpin Bupati Rohul H.Suparman, S.Sos,M.Si.

 
"Jika tuntutan kami tidak dipenuhi oleh PT Hutahaean, kami akan duduki lahan bersama masyarakat," jelas Paisal.
 

Saat ditanya Riau24.com, berapa yang diterima masyarakat dari pole kemitraan yang sudah 15 tahun tidak ada hasilnya, dikatakan Paisal, biasanya 1 Kavling/orang, akan tetapi saat ini jumlah penduduk sudah melonjak, sehingga mekanisme pembagian akan dirembukkan bersama tokoh masyarakat.

 
"Pola kemitraan, biasanya perkavling atau pernama satu kavling kita bagi, mekanismenya belum diketahui,  yang jelas siapa yang berjuang itu yang dapat," tutup Paisal.   (***)



R24/ags

Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).
loading...

Berita News24xx

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru