riau24 Kominfo Buka Lagi Akses Telegram | Berita Riau
Senin, 21 Agustus 2017

Nasional

Kominfo Buka Lagi Akses Telegram

0
Kominfo Buka Lagi Akses Telegram
Berita Riau -  Kominfo Buka Lagi Akses Telegram
Riau24.com- Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara menyebut aplikasi percakapan Telegram yang sempat diblokir pada 14 Juli 2017 lalu, kini sudah bisa digunakan kembali. Pembukaan pemblokiran Telegram itu akan dibuka dalam waktu 1x24 jam.


"Hari ini telegram web dibuka kembali, masyarakat bisa memanfaatkannya," kata Rudiantara di kantor Kominfo, Jakarta Pusat, seperti dilansir merdeka, Kamis 10 Agustus 2017.


Mulai saat ini, aplikasi chat Telegram akan membersihkan semua konten negatif yang mengandung unsur radikalisme dan terorisme. Hal itu bisa dilakukan karena sistem Telegram menggunakan script khusus untuk bisa menghapus konten.


"Script khusus, semacam keywords ada sistem dimana by keywords. Contoh di telegram ada konten mengenai ISIS, bisa by sistem lakukan takedown," ujarnya.


Telegram sendiri diblokir beberapa waktu lalu karena adanya mengandung unsur negatif (radikalisme dan terorisme). Dengan diblokirnya Telegram tersebut, bos Telegram Pavel Durof langsung melakukan pertemuan dengan Menkominfo.


Hasil dari pertemuan tersebut, lalu disepakati bahwa akan menindaklanjuti konten yang mengandung unsur negatif. Pihak Telegram pun membuat kesepakatan, dan konfirmasi ulang, proses penyusunan SOP.


"Semua proses jadi kesepakatan sebagian besar dilakukan sisanya penyesuaian sistem baru per hari ini," ujarnya.


Sebelumnya, Pemerintah telah resmi memblokir aplikasi Telegram karena disebut kerap menjadi saluran bagi para terorisme merencanakan aksi teror.


Dirjen Aplikasi Indivatika Kemkominfo, Semuel A. Pangerapan, mengatakan, pemblokiran Telegram lantaran banyak sekali kanal yang ada di layanan tersebut bermuatan propaganda radikalisme, terorisme, paham kebencian, ajakan atau cara merakit bom, cara melakukan penyerangan, disturbing images, dan lain-lain yang bertentangan dengan peraturan perundang-undangan di Indonesia.


"Langkah ini dilakukan sebagai upaya untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)," ungkap pria yang akrab disapa Sammy ini.


Menurut Sammy, tim Telegram dianggap tidak menyiapkan Standard Operating Procedure (SOP) untuk penanganan konten-konten yang melanggar hukum dalam aplikasi mereka. Maka, kata Sammy, pemerintah tak akan tanggung-tanggung menutup sampai ke aplikasinya bila mereka tetap tak menuruti aturan pemerintah Indonesia.


"Saat ini kami juga sedang menyiapkan proses penutupan aplikasi Telegram," ucapnya.

Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).
loading...

Berita News24xx

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru