riau24 Wanita Ini Hidup Selama 6 Hari Tanpa Paru-paru | Berita Riau
Senin, 21 Agustus 2017

Kisah

Wanita Ini Hidup Selama 6 Hari Tanpa Paru-paru

0
Wanita Ini Hidup Selama 6 Hari Tanpa Paru-paru
Berita Riau -  Wanita Ini Hidup Selama 6 Hari Tanpa Paru-paru
Riau24.com- Seorang wanita bernama Melissa Benoit (32 tahun) mengidap penyakit cystic fibrosis. Tak hanya itu, infeksi paru-paru juga dialaminya.


Hingga suatu saat, Melissa mengalami batuk parah membuat tulang rusuk Melissa retak dan ia dilarikan ke ICU. Dilansir detikcom, 26 Januari 2017, kondisi Melissa memburuk bahkan ia mengalami infeksi di paru-parunya.


Setelah dirujuk ke Toronto General Hospital diketahui bakteri yang menginfeksi paru-paru Melissa sudah resisten terhadap antibiotik. Kala itu, kondisi Melissa memburuk dan tak terkendali.


"Cairan, lendir dan darah memenuhi paru-paru saya dan saya susah bernapas. Ventilator konvensional tak mampu membantu hingga saya menggunakan Extra-Corporeal Lung Support, alat medis yang sering digunakan untuk bantu napas, sementara pasien menunggu transplantasi paru," kata Melissa mengenang apa yang dialaminya di tahun 2016 lalu.


Extra-Corporeal Lung Support bekerja seperti paru di mana alat ini memberi darah di seluruh tubuh oksigen dan menyingkirkan karbon dioksida. Kemudian, mengalirkan darah yang sudah bersih kembali ke tubuh pasien. Biasanya, pada pasien transplantasi, alat ini sudah cukup membantu.


Tapi pada kasus Melissa, infeksi di paru-parunya memicu sepsis. Ketika sepsis dialami pasien, transplantasi tak bisa dilakukan. Untuk itu, setelah berunding dengan keluarga, tim medis memutuskan mengangkat dua paru Melissa.


Direktur program transplantasi di Toronto General Hospital, Dr Atul Humar, mengatakan prinsipnya ketika ada infeksi di salah satu anggota tubuh, kondisi pasien akan lebih baik ketika sumber infeksi itu dihilangkan.


Dipimpin Dr Shaf Keshavjee, kepala bedah di University Health Network, operasi pengangkatan paru-paru Melissa berjalan selama 9 jam. Dikatakan Keshavjee, paru-paru Melissa sudah membesar dan mengeras seperti bola, lalu penuh dengan lendir dan darah. Setelah kedua paru Melissa diangkat, bagaimana Melissa bisa bernapas?


Tim medis menggunakan Novalung yang bekerja dengan Extra-Corporeal Lung Support. Novalung adalah sistem pendukung paru-paru yang memberi oksigen di darah. Alat ini umum digunakan oleh pasien dengan kegagalan paru sebelum paru-paru mereka diangkat.


"Ini keputusan yang sulit. Pertama, kami harus menstabilkan kondisi pasien dengan alat tersebut dan kemudian, pasien harus menjalani transplantasi untuk menyelamatkan pasien," kata Keshavjee.


Total, Melissa harus menghabiskan waktu enam hari hidup tanpa paru-paru, sampai ia menjalani transplantasi. Selama bertahan tanpa paru-paru, Melissa merasa ia seperti bernapas dari sedotan. Beruntung, setelah transplantasi dilakukan, perlahan Melissa sudah bisa menggerakkan tubuhnya dan kondisinya kini dilaporkan sudah membaik.


Dengan bantuan fisioterapis, kini Melissa sudah bisa berjalan kembali dan melakukan beberapa aktivitas sederhana.

Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).
loading...

Berita News24xx

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru