riau24 Aneh, Benarkah Ini, Ilmuan Temukan Ular Raksasa Berkaki 4 Dengan Umur Ratusan Juta Tahun | Berita Riau
Sabtu, 19 Agustus 2017

ULAR

Aneh, Benarkah Ini, Ilmuan Temukan Ular Raksasa Berkaki 4 Dengan Umur Ratusan Juta Tahun

0
ilustrasi/internet
Berita Riau -  Aneh, Benarkah Ini, Ilmuan Temukan Ular Raksasa Berkaki 4 Dengan Umur Ratusan Juta Tahun
Riau24.com , Pekanbaru- Cerita ular memang menjadi salahsatu topik yang sangat menarik pembaca kami, banyak cerita, mulai dari peristiwa ulang memangsa manusia hingga penemuan-penemuan oleh warga ular aneh, unik bahkan misteri.
 
Nah, kali ini terkiat ular yang kita bahas yakni temuan fosil ular yang berumur juatan tahun, Meski hanya lewat fosil atau tulang yang membatu, nenek moyang ular berusia 113 juta tahun menampakkan diri pada para ilmuwan.
 
Uniknya, fosil hewan yang diekskavasi di Brasil itu memiliki 4 kaki. Sebelumnya, para peneliti memang pernah menemukan fosil ular yang memiliki kaki belakang, tapi jumlahnya hanya 2.
 
Makhluk yang baru ditemukan tersebut diduga adalah nenek moyang langsung dari ular modern. Mereka hidup di masa yang sama dengan para dinosaurus.
 
Para ilmuwan memperkirakan, dua lengan dan dua kaki yang dimiliki ular purba itu tidak digunakan untuk berjalan. Namun, dikerahkan untuk membantu menangkap mangsanya.
 
Fosil tersebut juga menunjukkan adaptasi para ular yang keluar dari liang -- bukan berenang -- yang menguatkan ide bahwa makhluk tersebut berevolusi di darat. Bukan air.
 
Debat panas telah lama berlangsung di kalangan ahli palaeontologi dan peneliti tentang gagasan bahwa ular berkembang secara evolutif dari reptil laut. Lainnya bersikukuh, ular adalah hewan darat sejati.
 
"Itu adalah fosil paling primitif yang diketahui. Dan jelas, itu bukan hewan air," kata Dr Nick Longrich dari University of Bath, seperti dimuat BBC, Jumat (24/7/2015), yang kami kutip dari lansiran liputan6.com.
 
Kepada Science in Action di the BBC World Service, Dr Longrich menjelaskan, ekor makhluk tersebut tak berbentuk seperti dayung yang digunakan untuk berenang. Juga tak ada tanda-tanda keberadaan sirip. Badan panjang dan moncong pendek justru adalah ciri khas hewan penggali.
 
Saat Dr Longrich kali pertama melihat foto fosil sepanjang 19,5 cm itu, yang kini mendapatkan nama baru 'Tetrapodophis amplectus', ia mengaku sangat takjub.
 
Sang ilmuwan yang mengira akan melihat 'makhluk ambigu' -- perantara dari sejumlah spesies, justru menemukan fitur ular yang sempurna. Termasuk, gigi bengkok, rahang fleksibel dan tulang belakang. Bahkan kulitnya pun bersisik seperti ular.
 
"Juga ditemukan isi perutnya yang juga sudah jadi fosil. Menunjukkan bahwa ia menelan hewan vertebrata lain. Memangsa binatang lain adalah tipikal ular," kata Dr Longrich.
 
R24/adi
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).
loading...

Berita News24xx

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru