riau24 5 Mitos Tentang Tali Pocong Yang Bikin Merinding | Berita Riau
Senin, 21 Agustus 2017

MISTERI

5 Mitos Tentang Tali Pocong Yang Bikin Merinding

0
Tali Pocong
Berita Riau -  5 Mitos Tentang Tali Pocong Yang Bikin Merinding
Riau24.com - Pocong memang tak pernah lepas dari mitos berbau mistis.  Mitos yang berkembang di masyarakat tentang tali pocong yang  tidak dilepas akhirnya jadi hantu pocong tersebut sukses di semua daerah khususnya di Indonesia.

Mitos tersebut tidak hanya sekali dua kali, tapi justru turun temurun, hingga sekarang pun masih ada mitos ini. Hingga manusia rata-rata ketakutan sendiri atas apa yang mereka buat.

Berikut beberapa mitos tentang tali pocong yang bisa bikin bulu kuduk merinding yang dirangkum dari berbagai sumber:


Tali pocong nggak dilepas, bikin Mayit bergentayangan

Mitos ini mungkin sudah kita dengar sejak belasan tahun lalu. Berawal dari melejitnya sinetron ‘Jadi Pocong’ yang pernah tayang di televisi nasional. Cerita tersebut mengisahkan tentang Mumun yang jadi hantu pocong gentayangan karena saat dikebumikan, tali di kepalanya tidak dilepas.

Sebagian besar orang pun percaya dengan mitos tersebut. Orang-orang berpendapat, jika tali pocong tidak dilepas menyebabkan arwah di mayit tidak bisa terlepas juga. Hal itu membuatnya bergentayangan hingga 40 hari di sekitar kampung, meminta tolong kepada warga agar bersedia melepaskan tali pocongnya.


Tali pocong bikin kebal bacok

Mitos ini datang dari tanah Jawa. Konon, tali pocong memiliki khasiat membuat orang jadi kebal dari serangan senjata tajam. Menurut salah seorang ahli supranatural Semarang, sejatinya bukan tali pocong tersebut yang membuat seseorang menjadi kebal. Melainkan adanya ilmu sihir yang digunakan.

Sementara itu, tali pocong tersebut hanya salah satu syarat untuk mendapatkan ilmu dari ‘sang guru’.  Para guru sihir biasanya memang meminta para muridnya untuk memenuhi syarat tertentu, termasuk berhubungan dengan mayat atau mencuri atributnya.


Koleksi tali pocong yang digunakan sebagai pelet

Perihal kasus tali pocong yang dicuri, itu memang bukan mitos. Tindakan tersebut berulang kali terjadi di penjuru negeri. Bahkan, kesaksian juga diberikan oleh Agus Iswahyudi, seorang mantan pencari ilmu hitam yang mengakui jika ia pernah mengumpulkan hingga 29 tali pocong.

Puluhan helai tali tersebut dirawat dengan memberi sesaji. Ilmu hitam yang dimilikinya memang membuat bahagia, karena koleksi tali pocong tersebut bisa digunakan untuk menggaet banyak cewek. Di sisi lain, ia juga merasa tersiksa. Sebab, Agus merasa selalu dikejar sesuatu yang tidak ia ketahui.



Pesugihan tali pocong

Hingga zaman modern ini, mitos tentang pesugihan memang masih kerap terdengar. Terlebih, di penjuru negeri masih banyak kalangan yang mengalami himpitan ekonomi. Banyaknya kasus kenaikan harga yang tak diimbangi dengan bertambahnya upah mendorong sebagian orang untuk memilih jalan pintas. Dan pesugihan tali pocong adalah salah satu katanya paling banyak dimanfaatkan.

Konon, pesugihan tali pocong juga tidak membutuhkan tumbal, hanya butuh keberanian untuk menggali makam orang yang baru meninggal beberapa hari dan mengambil seluruh tali pocongnya sebagai syarat. Kasus demikian sempat membuat Banten heboh. Bahkan, ada sebagian masyarakat yang mencoba membongkar makam kerabat demi membuktikan hal tersebut. Benar saja, mayat yang baru beberapa hari dikebumikan sudah kehilangan talinya.


Tali pocong Selasa legi

Belum habis mitos tentang pesugihan tali pocong, muncul lagi kepercayaan bahwa mayat yang dimakamkan pada hari Selasa Legi memiliki kekuatan mistik yang kuat. Itulah sebabnya sebagian kerabat yang ditinggal mati pada hari tersebut akan berjaga di kuburan. Tindakan tersebut untuk melindungi jasad si mayit agar tidak diobok-obok oleh oknum tidak bertanggung jawab.

ilustrasi atribut pocong selasa legi [image source]
Tali pocong mayit yang meninggal di hari Selasa Legi sendiri dipercaya bisa digunakan sebagai jimat. Sebelum penjagaan diperketat, telah banyak kasus di mana para pencuri tali pocong meninggalkan kuburan dengan kondisi berantakan.


Nyatanya, bukan hanya hantu pocong saja yang sukses meresahkan masyarakat. Tingkah laku manusia yang percaya dengan mitos tali pocong juga sangat merepotkan banyak orang.

Lantas bagaimana Islam memandang tentang hal ini? Tentu ada hukum yang jelas dari islam , bahwa mempercayai mitos diatas termasuk perbuatan kurafat yang tidak berdasar.

Hukum yang mengada-ada dan merugikan sendiri, akibatnya ketakutan terhadap syetan semakin menjadi, hingga akhirnya lebih mengedepankan mitos daripada iman.***
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).
loading...

Berita News24xx

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru